Arsip Blog

Senin, 25 Januari 2010

25/01/2010 - 10:05
Ukie Jaya Mahendra
Likuiditas Susut, BUMI Tergerus

Ukie Jaya Mahendra
(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (25/1) diprediksikan melanjutkan pelemahan. Susutnya likuiditas di pasar menjadi salah satu pemicunya. Hold untuk BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan salah satu faktor koreksi saham BUMI hari ini adalah susutnya likuiditas di pasar. Menurutnya, secara perlahan dana mulai ditarik dari market sehingga terjadi capital outflow.
Hal ini bisa dilihat dari net sell asing senilai Rp1,46 triliun pekan lalu. “Karena itu, BUMI akan mengarah dan menguji level support Rp.2.500 dan level Rp2.675 sebagai resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta
Pada perdagangan Jumat (22/1) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,83%) menjadi Rp2.675, dengan intraday Rp2.675 dan Rp2.575. Volume transaksi mencapai 353,9 juta unit saham, senilai Rp926,3 miliar dan frekuensi 8.726 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah tiga hari terkoreksi, apakah ada potensi rebound bagi BUMI awal pekan ini?
Untuk saat ini belum ada potensi kenaikan. Sebab, pergerakan saham BUMI akan in line dengan penutupan indeks regional pekan lalu yang terkoreksi. Karena itu, sentimen market akan menggiring saham ini ke teritori negatif. Selain itu, pelemahan harga minyak mentah dunia ke level US$74 per barel  juga turut membuat BUMI tertekan.

Apakah koreksi ini juga didukung sentimen market eksternal?

Tren pergerakan saham saat ini memang berada dalam koreksi sementara. Hal ini dipicu likuiditas di pasar yang secara perlahan mulai ditarik dari market, sehingga terjadi capital outflow berupa net sell asing senilai Rp1,46 triliun pekan lalu.

Ini salah satunya sebagai respon terhadap rencana Presiden Obama yang akan membatasi perbankan untuk menempatkan dana spekulatifnya di hedge fund maupun private equity funds.

Selain itu, pasar juga saat ini belum terlalu percaya terhadap pemulihan ekonomi. Pasar melihat kondisi ketatnya likudiitas, data-data AS yang dirilis dan Eropa belum terlalu kuat menopang pemulihan ekonomi yang sustainable. Karena itulah pergerakan indeks dan BUMI akan inline dengan market regional.

Sampai kapan tren koreksi BUMI akan terjadi?

Peralihan dari saham dan komoditas ke dolar AS hanya bersifat sementara. Ini merupakan koreksi sehat dan normal. Saya perkirakan BUMI dan indeks akan koreksi hingga akhir Januari. Pada Februari baru bisa refresh , dan setelah itu juga baru bisa naik kembali.

Sampai level berapa, BUMI akan koreksi dan kemudian reversal naik kembali?

Tren koreksi BUMI akan terus terjadi hingga mencapai level support kuat di level Rp2.125, sebelum tembus ke level Rp2.000 per lembar saham. Karena itu, aksi korporasi apapun dari BUMI tidak akan berpengaruh positif ke BUMI. Terlalu berat bagi saham ini untuk melawan arus.

Harga batubara sendiri bagaimana pengaruhnya terhadap BUMI?

Dari sisi harga batubara, saham BUMI seharusnya bergerak positif. Sebab, permintaan batu bara saat ini justru tinggi. Meski saat ini harga batubara di Newcastle berada di level US$85-90 per metrik ton dari sebelumnya sempat di level US$102, seharusnya masih positif bagi BUMI.

Dari sisi valuasi?

Begitu juga jika dilihat dari sisi valuasi. IHSG pun sebenarnya masih rendah jika dibandingkan dengan indeks regional. Begitu juga dengan BUMI sehingga masih memiliki ruang menguat. Karena itu, dari sisi ini BUMI pun masih berpotensi menguat karena masih kompetitif. Artinya, tidak sepenuhnya benar, alasan valuasi indeks yang tinggi menjadi salah satu alasan koreksi.

Tapi, untuk saat ini sangat berat bagi BUMI melawan arus koreksi indeks.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan hold sementara untuk BUMI. Baru buy on weakness jika BUMI menembus level support-nya di Rp2.500. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini