Arsip Blog

Kamis, 28 Januari 2010

bumi mantul naek ... 280110

28/01/2010 - 12:50
Saham Sesi Siang
ASII & BUMI Lambungkan Bursa
Ahmad Munjin


INILAH.COM, Jakarta – Rebound yang menghampiri bursa, diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Saham ASII masih memimpin penguatan bursa, dengan BUMI mendominasi transaksi.

Pada perdagangan Kamis (28/1) sesi siang, IHSG ditutup menguat 43,04 poin (1,68%) ke level 2.607,593. Indeks saham unggulan LQ 45 naik 9,39001 poin (1,87%) ke level 509.98.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berjalan cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 2.326 juta lembar saham, senilai Rp 1,95 triliun, dengan frekuensi 43.323 kali. Sebanyak 151 saham menguat, 26 melemah, dan 48 saham stagnan.

Semua sektor menopang penguatan indeks hari ini. Sektor aneka industri memimpin penguatan 3,97%, disusul industri dasar yang naik 2,76%, manufaktur 2,35%, pertambangan 2,02%, sektor perdagangan 1,91%, keuangan 1,36%, perkebunan 1,30%, properti 1,23%, infrastruktur 0,90%, dan konsumsi 0,70%.

Saham Astra International (ASII) memimpin penguatan, dengan naik Rp 1.500 menjadi Rp 35.850. Sedangkan PT Bumi Resources (BUMI) mendominasi transaksi, dengan nilai perdagangan mencapai 516 miliar, atau 26,5% total transaksi siang ini.

Viviet S Putri, analis Anugerah Securindo memperkirakan, penguatan indeks masih akan berlanjut hingga penutupan sore nanti. Selain dipicu sentimen positif dari AS, kenaikan rating perbankan Indonesia dan obligasi pemerintah oleh Fitch Rating pun masih akan mengangkat bursa.

“Indeks akan mengarah ke level resistance 2.606 dan 2.564 sebagai support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (28/1).

Menurutnya, kenaikan IHSG siang ini sudah sesuai prediksi pelaku pasar. Apalagi koreksi indeks beberapa hari terakhir, menyebabkan saham-saham di bursa mendekati level support-nya. “Karena itu, secara teknikal pun, indeks seharusnya menguat hari ini,” ujarnya.

Salah satu faktor utama penguatan indeks hari ini, lanjut Viviet adalah keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 0-0,25%. Bank Sentral AS itu juga meyakinkan pasar, keadaan ekonomi di AS terus membaik sejak pertemuan The Fed di Desember 2009.

“Semua itu, direspon positif oleh pasar sehingga Wall Street sendiri mengalami technical rebound setelah mengalami koreksi beberapa hari sebelumnya,” paparnya.

Viviet menambahkan, saat ini, sentimen negatif dari pengetatan likuditas dari China masih belum menemukan kepastian. Pasar belum melihat arah kebijakan negara tirai bambu itu. Akibatnya, harga minyak masih koreksi di level US$73 per barel . “Sentimen negatif dari China mulai susut karena adanya berita positif dari AS,” ujarnya.
Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) sudah meng-update kembali outlookekonominya atas Indonesia. Sebelumnya lembaga keuangan internasional itu memprediksi pertumbuhan Indonesia hanya 4,8% dan sekarang direvisi menjadi 5,5% untuk 2010.

Semua itu memberikan tenaga bagi investor domestik untuk mengakumulasi saham, meskipun investor asing masih keluar bursa. Di sisi lain, kekhawatiran demonstrasi pada hari ini tidak berpengaruh negatif di bursa. “Pelaku pasar hari ini cenderung melakukan aksi beli saham,” timpalnya.
Sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks hari ini adalah perbankan, pertambangan, dan properti. Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Delta Dunia Petroindo (DOID). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.

Di sisi lain, tim riset Henan Putihrai memprediksi, indeks hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Minimnya insentif yang ada diperkirakan akan membuat investor melakukan aksi wait and see. “Indeks hari ini kemungkinan akan bergerak pada rentang 2.532/2.548 – 2.588/2.611,” ungkapnya dalam riset harian Kamis (28/1).

Dari sisi teknikal, khususnya dengan menggunakan indikator williams%R, indeks memasuki wilayah oversold. Secara teoritis indeks akan melemah dalam beberapa hari ke depan, namun indeks akan segera reversal menuju bullish trend.

Jika indeks hari ini melemah, maka target penurunannya adalah level 2.547 yang merupakan support line CD dari uptrend channel ABCD. “Namun apabila indeks sanggup bertahan maka target kenaikannya adalah resistance I dan II hari ini,” katanya. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini