Arsip Blog

Senin, 18 Januari 2010

bumi dibow, maunya ... 180110

18/01/2010 - 10:09
David Cornelis
‘Buy on Weakness’ untuk BUMI!


(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Setelah dua pekan lalu menguat tajam dengan volume transaksi yang besar, saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (18/1) diprediksikan sideways. Buy on weakness untuk BUMI!

Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan potensi sidewaysnya pergerakan saham BUMI hari ini karena mengikuti pola yang terjadi selama sepekan terakhir. Pekan lalu, saham sejuta umat ini cenderung sidelines (bergerak di kisaran garis) dengan volume transaksi yang semakin menurun.

“Probabiltasnya BUMI akan berada di trading range di level support Rp2.675 dan Rp2.950 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Jumat (15/1) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,6%) menjadi Rp2.800, dengan intraday Rp2.850 dan Rp2.775. Volume transaksi mencapai Rp102,08 juta unit saham senilai Rp285,9 miliar dan frekuensi 3.748 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah akhir pekan lalu, terkoreksi apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?

Saya kira BUMI akan sideways mengikuti pola yang terjadi sepekan terakhir. Pekan lalu, saham ini cenderung sidelines (bergerak di kisaran garis) dengan volume transaksi yang semakin menurun. Hari ini pun, tidak akan jauh berbeda.

Sidelines saham BUMI didahului penguatan tajam dua pekan lalu yang didukung volume di atas rata-rata transaksi hariannya. Untuk saat ini, BUMI akan berada di trading range itu dan masih akan bergerak sidelines.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Probabilitasnya BUMI akan berada di trading range di level support Rp2.675 dan Rp2.950 sebagai level resistance-nya.
Kapan BUMI akan mengalami pembalikan arah melemah?
Pembalikan arah (melemah) dalam jangka pendek akan terkonfirmasi (confirmed) pada saat harga sahamnya turun. Turun menembus level support Rp2.675 dan menembus level support berikutnya Rp2.600 yang disertai dengan volume yang signifikan di atas rata-rata. Jika BUMI tembus level support Rp2.600 dengan volume transaksi yang singnifikan hingga empat kali lipat dari volume transaksi akhir pekan lalu atau sebesar 408,3 juta lembar saham menandakan emiten ini kembali berada dalam pelemahan.
Bagaimana koreksi harga minyak ke level US$77 per barel ?


Itu bisa saja memicu koreksi. Namun, hal itu semata koreksi teknis. Itu hanya technical correction saja. Selama level support Rp2.675 belum tertembus ke bawah, pergerakan BUMI masihon track . Saya menyarankan agar pelaku pasar mencermati harga BUMI pada saat mendekati level support tersebut. Sebab, BUMI sekarang sedang mencari titik keseimbangannya setelah bergerak signifikan dua minggu lalu.

Karena itu, selama bergerak sideways dan terjadi koreksi namun tidak didukung dengan besarnya volume transaksi belum menunjukkan pembalikan arah (reversal ) melemah.

Apa rekomendasi Anda?

Jika BUMI terkoreksi dengan volume menurun atau di bawah rata-rata, ya tidak masalah, BoW ( boy on Weakness) saja.

Selama BUMI tidak terkoreksi dengan volume transaksi yang besar, pelaku pasar bisa manfaatkan trading range tersebut. Karena itu, pelaku pasar harus benar-benar mencermati dengan jeli titik-titik support dan resistance-nya, apakah volume transaksi menguat di atas volume pekan lalu.

Selama tidak menembus support dengan volume yang signifikan di sekitar angka 408,3 juta unit saham, bisa Buy on Weakness. Sebab, pekan lalu, BUMI masih bergerak dalam trading range dengan volume transaksi yang rendah. Karena itu, koreksinya merupakan probabilitas pullback. Angka Rp2.650 dapat menjadi patokan, ketika masuk kembali ke saham BUMI. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini