Arsip Blog

Senin, 11 Januari 2010

analis pro membabibuta ... ati2 dah ... 110110

11/01/2010 - 10:01
Irwan Ibrahim
Beli BUMI di Level Berapapun!

INILAH.COM, Jakarta – Sentimen penguatan harga batubara dan faktor January effect akan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (11/1). Investor disarankan melakukan pembelian di level berapapun.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, berbagai sentimen positif masih berpotensi mengangkat saham BUMI. Selain tren penguatan harga batubara, dan imbas January effect.

“Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.000-Rp3.100 dan support berada di level Rp2.800,” katanya kepada Ahmad Munjin wartawan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (10/1).

Pada perdagangan Jumat (8/1) pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp200 (7,40%) menjadi Rp2.900, dengan intraday Rp2.950 dan Rp2.700. Volume transaksi mencapai 799,3 juta unit saham senilai Rp2,2 triliun dan frekuensi 17.867 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah akhir pekan lalu ditutup naik Rp200, sejauh apa potensi penguatan BUMI?

BUMI masih menguat. Salah satunya karena tren penguatan harga batubara, dimana merujuk pada Newscastle, batubara mencapai US$100 per metrik ton. Ini seiring kenaikan harga minyak dunia di US$82 per barel. Belum lagi, faktor musim dingin di Eropa dan AS. Iklim di Asia terutama China, Korea, dan Jepang juga memicu konsumsi bahan bakar di luar perkiraan. Secara teknikal, harga minyak akan meroket ke US$100 per barel. Level itu akan bisa dicapai pada akhir Januari 2010. Karena itu, akhir bulan ini, BUMI pun akan meroket ke level Rp3.400-Rp3.500.

Akan bergerak di kisaran berapa hari ini?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp3.000-Rp3.100 dan support berada di level Rp2.800.

Bagaimana tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun yang masih dalam tahap negoisasi?

Itu akan tetap diabaikan pasar sehingga saham ini terus melambung. Sebab, mayoritas pelaku pasar sedang berada dalam posisi beli. Investor, terutama asing cenderung terus memborong saham BUMI. Pengaruh positif dari January effect baru berakhir pada awal Februari. Karena itu dana segar terus mengalir deras ke emiten ini. BUMI masih mendapat angin segar dari January effect yang akan mencapai puncaknya pada pekan ketiga bulan ini.

Di tahun baru, sudah ada analisis baru terhadap valuasi BUMI yang saat ini sesuai kondisi fundamentalnya. Para analis dan fund manager menemukan perhitungan baru terhadap BUMI yang semuanya positif.

Bagaimana dengan sentimen market?

Ya itu juga. Penguatan BUMI ditopang oleh ekses dari dana di market regional. Para investor di pasar regional sedang mencari saham-saham di sektor energi karena masih rendahnya tingkat suku bunga di AS di level 0-0,25%.

Tapi yang paling berpengaruh pada penguatan BUMI adalah harga minyak. Komoditas ini membuat investor regional melakukan investasi di saham BUMI. Jika harga minyak tidak naik, saham BUMI juga tidak akan terlalu kuat kenaikannya. Sebab, banyak sentimen negatif juga yang menyelimuti BUMI termasuk sentimen tunggakan pajak itu.

Penguatan BUMI juga didukung saham sektor batubara lainnya?

BUMI mendapat sentimen positif dari sector wise. BUMI sebagai saham bluechips, mendapat sentimen positif dari sektornya, yang rata-rata mengalami kenaikan. Misalnya penguatan di saham PT Adaro Energy (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA).
Begitu pula dengan harga saham secara umum di sektor pertambangan, seperti PT Aneka Tambang (ANTM), PT International Nickel Indonesia (INCO), dan PT Timah (TINS). Semuanya berada dalam tren penguatan.

Bagaimana dengan potensi profit taking?

Untuk pekan ini, saya yakin tidak akan terjadi profit taking atas BUMI. Sebab, semua pelaku pasar ketakutan kehilangan momentum, seiring kenaikan harga energi, seperti batubara dan minyak di pasar internasional. Karena itu pula kenaikan harga energi inline dengan kenaikan harga saham BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Di level berapapun, saham BUMI hari ini tetap layak dibeli. Bahkan saya perkirakan, saat dibuka pun, bisa saja BUMI menembus level Rp3.000. Posisi tetap beli dengan target Rp3.500 hingga Rp3.600 pada akhir January effect. Untuk jangka panjang, ditargetkan Rp4.000-4.500 pada Juni 2010. Untuk strateginya, tergantung dana yang dimiliki, apakah akan membeli jangka pendek, menegah, atau panjang. Alokasi dana sangat tergantung pada strategi yang akan diambil. Sepekulatif pun bagi BUMI masih tetap cocok. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini