Arsip Blog

Senin, 01 Maret 2010

konsolidasi bumi trus ... 010310

01/03/2010 - 09:04
BUMI Konsolidasi, ‘Buy on Weakness’!
Ahmad Munjin


(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - Saham BUMI (1/3) ini, diprediksikan begerak konsolidasi, seiring negatifnya sentimen market menjelang Paripurna Pansus Century. Rekomendasi buy on weakness.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, saham BUMI awal pekan ini akan konsolidasi, seiring pasar atas perkembangan kasus Century yang diselimuti suasana negatif.

“Karena itu, BUMI akan konsolidasi dalam kisaran Rp2.150 dan Rp2.400 sebagai level -nya,” katanya kepada , di Jakarta, Minggu (28/2) kemarin.

Sidang Paripurna mengagendakan rekomendasi DPR atas Pansus Hak Angket Skandal Bank Century pada 2-3 Mei pekan ini. Ia pun menilai, pasar masih menengarai rekomendasi DPR akan bermuara pada pemakzulan (impeachment) Presiden SBY.

Namun, lanjut Irwan, saham BUMI masih berpeluang bertahan, seiring harga minyak mentah yang berada di kisaran tingginya. Menurutnya, jika harga minyak mentah di Eropa naik ke level US$81 per barel , maka saham sejuta umat ini bisa bertahan dari sentimen negatif dalam negeri.

“BUMI berpeluang menjadi di antara saham-saham sektor energi lainnya,” ujarnya. “Karena itu, IHSG pun tidak akan turun terlalu jauh. “

Sebaliknya, jika harga minyak mentah dunia turun ke level US$75, saham batubara thermal justru akan dilanda tekanan jual. Selain memburuknya sentimen market domestik, pelaku pasar juga saat ini masih khawatir terkait kenaikan suku bunga diskonto di AS sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%. “Begitu juga dengan kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) di China menjadi 16,5%,” paparnya.

Namun demikian, permain spekulan pada harga minyak saat ini sangat cepat sehingga berpengaruh pada cepatnya baik pelemahan maupun kenaikan harga emas hitam ini. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas pelemahan dolar AS terhadap euro. “Untuk itu, saya rekomendasikan, BUMI untuk jangka panjang,” pungkasnya.

Akhir perdagangan Kamis (25/2), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,09%) menjadi Rp2.250. Harga tertingginya mencapai Rp2.275 dan terendahnya Rp2.225. Volume transaksi hanya mencapai 95,5 juta unit saham senilai Rp214,9 miliar dan frekuensi 2.682 kali. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini