Arsip Blog

Minggu, 28 Maret 2010

bumi digempakan @under2500 : 280310

28/03/2010 - 11:08
Melemah Hingga 8,7%
Isu Pajak Tekan BUMI Sepekan
Agustina Melani


(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI sepekan ini melemah 8,7%. Sentimen negatif pajak kembali menjadi sorotan investor, sehingga menjadi salah satu yang membebani pergerakan emiten ini.

Pengamat pasar modal Robin Setiawan mengatakan, meskipun kenaikan harga batubara mempengaruhi positif fundamental PT Bumi Resources (BUMI), anak usaha Bakrie ini sepekan kemarin mengalami pelemahan 8,7%. “Isu pajak anak perseroan masih menghantui investor,” ujarnya dalam perbincangan dengan INILAH.COM, Sabtu (27/3).

Robin menilai, isu pajak BUMI hingga kini sebenarnya belum jelas. Pasalnya, manajemen mengaku belum ada surat resmi terkait pajak. Sementara ditetapkannya direksi BUMI sebagai tersangka kasus pajak, kini lebih terkesan politis. “Padahal sebenarnya sifatnya psikologis saja," tuturnya.

Hal senada diungkapkan pengamat pasar modal Willy Sanjaya, yang menilai isu perpajakan masih memberikan sentimen negatif untuk saham Bumi. Investor juga mengkhawatirkan salah satu direksi yang dikabarkan jadi tersangka. “Hal ini mempengaruhi kinerja BUMI, sehingga sepekan ini cenderung tertinggal ketimbang saham lain,” ucapnya dihubungi terpisah.

BUMI memang memulai perdagangan pekan ini dengan buruk. Pada Senin (22/3), emiten batubara ini anjlok Rp250 ke Rp2.325. BUMI memimpin koreksi grup Bakrie, menyusul kemungkinan batalnya transaksi akuisisi saham Newmont akibat klaim pemegang saham sebelumnya. Selain koreksi saham properti Bakrie, PT Bakrieland Development (ELTY) pascarilisnya laporan keuangan yang mengecewakan.

Sentimen negatif lain berasal dari turunnya harga komoditas energi, tambang dan logam. Selain pemburukan bursa saham akibat profit taking investor dan naiknya suku bunga India sebesar 25 basis poin.

Namun, pada keesokan harinya, BUMI berhasil bertahan di Rp2.325. Salah satu indikatornya berasal dari akuisisi perusahaan batubara lintas negara, menyusul kenaikan tren kenaikan harga batubara yang diyakini tembus US$ 100 per metrik ton pada akhir tahun.

Selain itu perseroan juga berencana menambah produksi anak usahanya. BUMI menargetkan produksi Arutmin Indonesia dan Kaltim Prima Coal naik dari masing-masing 20 juta ton dan 45 juta ton pada tahun ini, menjadi 30 juta ton dan 70 juta ton pada 2013.

BUMI pun menargetkan penjualan batubara kuartal pertama 2010 naik 23% menjadi 16 juta ton. Pada Maret ini, BUMI memprediksi penjualan mencapai sekitar 5,5-5,7 juta ton, setelah pada Februari lalu mencapai 10,5juta ton.

Selama dua hari perdagangan kemudian, BUMI dilanda koreksi, sehingga pada Kamis (25/3) bertengger di Rp2.250. Meski BUMI telah melakukan pembayaran tunggakan pajak pada Desember lalu lebih dari US$200juta, namun proses penyidikan pajak masih terus berjalan dan telah menetapkan direktur keuangan BUMI, Eddie J Soebari dan Direktur KPC, anak usaha BUMI, Robertus Bismarka Kurniawan sebagai tersangka.

Pergerakan terbatas cenderung melemah akhirnya bisa ditutup dengan manis. BUMI pada Jumat (26/3) berhasil menguat Rp100 menjadi Rp2.350. Apresiasi ini didukung melesatnya IHSG ke level tertinggi dalam 2 bulan.

Kabar terbaru menyebutkan, manajemen BUMI belum menerima pemberitahuan ditetapkannya Eddie J Soebari jadi tersangka dalam kasus pidana pajak. Selain itu, belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan, serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan untuk diumumkan kepada publik.

Willy menambahkan, setelah pekan ini tersendat, peluang kenaikan harga saham BUMI pekan depan masih terbuka lebar. Harga emiten ini diperkirakan bisa mencapai level Rp2.550. "Strong buy untuk saham Bumi," pungkasnya. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini