Arsip Blog

Kamis, 25 Maret 2010

target SADIS: akhir 2010@5000_bumi : 250310

25/03/2010 - 09:53
Jangan Khawatirkan BUMI dalam Jangka Panjang

INILAH.COM, Jakarta – Investasi saham PT Bumi Resources (BUMI), diperkirakan memberi gain yang menjanjikan untuk jangka panjang. Emiten ini merupakan pemain global yang akan mengakuisisi lintas negara.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan pergerakan saham untuk jangka panjang tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, investasi di saham ini akan mendapatkan gain yang menjanjikan. Sebab, perseroan akan menjajaki akuisisi lintas negara. Hal ini tentu akan berpengaruh positif untuk jangka panjang. “BUMI memang merupakan pemain global,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (24/3), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,07%) menjadi Rp2.300 dengan intraday Rp2.350 dan Rp2.250. Volume transaksi mencapai 109,3 juta unit saham senilai Rp250,3 miliar dan frekuensi 4.145 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin terkoreksi, apakah ada potensi penguatan saham BUMI hari ini?

Saya pikir, BUMI tidak akan turun lagi hari ini. Sebab, pasar yang sudah menyerap sentimen negatif dari kisruh pajak perseroan. Karena itu, pelemahan saham ini sudah terefleksi pada perdagangan kemarin dan sebelumnya. Karena itu, hari ini BUMI potensial menguat terbatas. Terbatasnya penguatan, karena secara teknikal saham ini sudah berada pada pase konsolidasi. Konsolidasinya saham BUMI dipicu oleh kekhawatiran pasar atas masalah pajak. Saat ini pajak BUMI masih diproses di pengadilan. Karena itu, belum ada kepastian bagi investor.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.400 dan Rp2.200 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan peluang batalnya divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara?

Itu tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan BUMI. Sebab, akuisisi Newmont tidak berhubungan langsung dengan BUMI, melainkan PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Sedangkan masalah pajak akan berpengaruh pada fundamental BUMI. Penyelesaian pajak masih lama karena diproses di pengadilan. Kisruh ini muncul karena persepsi pajak yang berbeda. Terjadi perbedaan antara sudut pandang pemerintah dengan sudut pandang wajib pajak. Masing-masing pihak merasa benar. Saya melihat kisruh pajak ini akan dimenangkan oleh BUMI. Sebab, dasarnya adalah undang-undangnya yang tidak jelas.

Faktor lain yang memicu konsolidasi BUMI?

Harga batubara yang cenderung flat di level US$94-95 per metrik ton di Newcastle. Sebelumnya ada kekhawatiran harga batubara akan turun karena minyak dunia tembus di bawah US$80 per barel.

Kalau begitu bagaimana proyeksi BUMI jangka panjang?

Untuk jangka panjang tidak ada yang perlu dikhawatirkan berinvestasi di saham BUMI. Sebab, perseroan akan menjajaki akuisisi lintas negara. Hal ini tentu akan berpengaruh positif untuk jangka panjang. BUMI memang merupakan pemain global. BUMI memiliki dua ladang minyak di Yaman dan satu di Kajakstan. Sementara itu, operasionalnya pun dipegang oleh proefesional kelas dunia. BUMI juga sudah mengakuisisi Herald di Australia. BUMI sudah global player.

BUMI juga memiliki ladang emas di Poboya Sulawesi Tengah. Poboya memiliki cadangan emas yang luar biasa. Sekarang ladang tersebut sudah dieksplorasi. Apalagi, harga emas trennya naik terus. Pada saat Poboya dibeli BUMI tahun 2005, harga emas berada di level US$400 per troy ons. Sekarang sudah mencapai level US$1.100 per troy ons. Naik lebih dari 250%.

Lantas apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk BUMI untuk jangka panjang dengan target Rp5.000 di akhir 2010. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini