Arsip Blog

Rabu, 10 Maret 2010

iming-iminK DOANk (70) ... 100310

WAWANCARA
10/03/2010 - 09:32
Gina Novrina Nasution
BUMI Menguji Level ‘Resistance’ Rp2.600

Gina Novrina Nasution
(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (10/3) diprediksikan melanjutkan penguatan. Salah satunya karena terjadi gap di level Rp2.525. Buy on weakness BUMI!

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan salah satu alasan penguatan saham BUMI hari ini adalah faktor teknis. Sebab, terjadi lonjakan (gap) pada saat harganya berada di level Rp2.525. Sebelum mencapai level ini, BUMI berada dalam pase konsolidasi di level 2.200-2.100.

Menurutnya, pada saat gap tersebut tertutup, BUMI menguji titik resistance-nya. “Karena itu, BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.600-Rp2.750 dan Rp2.425-Rp2.350 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (9/3) saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,04%) menjadi Rp2.500 dengan intraday Rp2.500 dan Rp2.425. Volume transaksi mencapai 173,06 juta unit saham senilai Rp427,7 miliar dan frekuensi 5.281 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah enam hari menguat, apakah saham BUMI masih berpotensi menguat hari ini?

Masih naik. Sentimen pasar atas tingginya harga minyak mentah dunia masih menjadi faktornya. Meski kemarin harga minyak turun ke level US$80 dari US$82 per barel dan sekarang di level US$81, itu hanya koreksi teknis. Harga minyak pada dasarnya masih tinggi sehingga cukup menjadi topangan bagi saham ini.

Begitu juga dengan harga batubara. Meski harganya turun ke level US$94 per metrik ton dari sebelumnya US$96, juga hanya koreksi teknis sementara. Pada dasarnya harga kedua komoditas (minyak dan batubara) ini masih tinggi sehingga positif bagi pergerakan BUMI.

Apakah secara teknis, saham BUMI juga potensial menguat?

Ya. Secara teknis, penguatan saham BUMI karana faktor lonjakan harga (gap) pada saat harganya berada di level Rp2.525. Sebelum mencapai level ini, BUMI berada dalam pase konsolidasi di level 2.200-2.100 dan belum pernah menembus level Rp2.525. Akibatnya, pada saat gap tersebut tertutup, BUMI menguji titik resistance-nya di level Rp2.600.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.600-Rp2.750 dan Rp2.425-Rp2.350 sebagai level support-nya. Namun, untuk hari ini, saham BUMI belum bisa dipastikan tembus level resistance pertamnya. Sebab, untuk bisa tembus, membutuhkan volume transaksi yang sangat besar. Apalagi, dari sisi aksi korporasi, saham ini masih terkait tunggakan pajak yang masih diproses.

Tapi, saya optimistis saham ini akan tetap berada di area positif. Sebab, pasar juga melihat perseroan yang akan meningkatkan produksi batubaranya. Apalagi, dengan penguatan rupiah ke level 9.100-an menandakan terjadinya capital inflow ke pasar domestik yang signifikan. Penguatan rupiah, memicu sektor pertambangan masih layak untuk dikoleksi termasuk BUMI. Net buy asing sendiri saat ini masih signifikan di market termasuk terhadap BUMI.

Sentimen market bagaimana?

Dari sisi sentimen, market memang penguatannya akan terbatas. Sebab, sudah mengalami kenaikan tajam dua hari terakhir sehingga beberapa saham mengalami overbought. Tapi, dengan stabilnya nilai tukar rupiah di level penguatan dan harga komoditas di level tinggi, saham-saham komoditas masih atraktif. Sektor komoditas, semen, dan infrastruktur akan menahan penurunan indeks akibat profit taking.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI dengan target Rp2.800 untuk kuartal pertama 2010 ini. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini