Arsip Blog

Rabu, 31 Maret 2010

anak BUMI bukan macan omponk dah ... 310310

Arutmin Negosiasi Untuk Pindahkan Transmigran Di Tambang Asam-Asam
31 Maret 2010 | 20:30 WIB

Aktifitas penambangan batubara di wilayah
tambang Asam-asam Tanah Laut Kalsel.
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia masih melakukan negosiasi untuk melakukan pemindahan penduduk didalam areal tambang Asam-Asam. "Kita melakukan negosiasi baik dengan pemerintah pusat dan daerah, bagaimana mencari solusi bagi penduduk yang sudah tinggal di dalam wilayah konsesi kita," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), kemarin.

Dia menuturkan, penduduk yang tinggal diaeral tambang tersebut sekitar 1.600 Kepala Keluarga (KK), dan mendiami lahan seluas 120 Ha. Menurut dia, masyarakat yang tinggal di daerah tambang tersebut adalah transmigran.

Adanya transmigran pada wilayah tambang itu, mungkin disebabkan dulu masih belum terjadi koordinasi antar sektor yang baik. Sehingga transmigran ditempatkan pada wilayah konsesi tambang.

Adanya kendala tersebut sudah diberitahukan pada pelanggan batubara Arutmin khususnya PLN, sehingga mereka dapat memahami kondisi perusahaan. Hal ini terkait dengan komitmen Arutmin untuk memasok kebutuhan batubara pda proyek 10.000 Megawatt (MW) dari Tambang Asam-Asam.

Arutmin Rencanakan Bangun Lagi Dua Pelabuhan
31 Maret 2010 | 12:45 WIB
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia merencanakan untuk membangun dua tambahan pelabuhan batubara. Pelabuhan tersebut akan dibangun di daerah Kintab dan Satui Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Langkah ini untuk mengantisipasi produksi batubara yang terus meningkat," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia, Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, kemarin.

Dudi menjelaskan, saat ini Arutmin di Tambang Asam-Asam telah mempunyai pelabuhan MPP Asam-Asam dengan kapasitas maksimum mencapai 10 juta ton setiap tahunnya.

Sedangkan pelabuhan yang di Kintab rencananya akan mempunyai kapasitas 5 juta ton per tahun. Pelabuhan tersebut rencananya mulai dibangun tahun ini dan membutuhkan masa konstruksi selama 16 bulan.

Sementara pelabuhan di Satui Timur saat ini masih dalam tahap review oleh top manajemen Arutmin, kapan akan direalisasikan pembangunannya.Pelabuhan ini rencananya juga akan mempunyai kapasitas 5 juta ton per tahun.

"Biaya investasi kedua pelabuhan saya tidak tahu persis, itu top manajemen yang mengurusnya," katanya.


Arutmin Alokasikan Rp 3,5 M Untuk CSR Tambang Asam-asam
30 Maret 2010 | 22:26 WIB



Sungai Baru - TAMBANG. PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk, menyediakan dana sebesar Rp 3.5 miliar tahun ini untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di tambang Asam-asam, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Untuk tahun 2010, kami mengalokasikan dana untuk program CSR sebesar 3.5 miliar rupiah”, demikian disampaikan Mine Manager Tambang Asam-asam, Dudi Sudrajat, Selasa, 30 Maret 2010.

Dudi menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan untuk enam bidang sasaran yaitu, pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya keagamaan, infrastruktur, dan hubungan kepemerintahan.

Adapun wilayah yang akan menjadi sasaran program CSR tersebut meliputi sembilan desa. Yakni desa Asam, Sungai Baru, Muara Asam, Pandan Sari, Asri Mulya, Salaman, Riamadungan, Bukit Mulia, dan Sumber Jaya.

Sembilan desa tersebut tersebar di dua kecamatan Kintap dan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Dudi, keberadaan Arutmin di Asam-asam ini mempunyai visi membawa masyarakat lingkar tambang menjadi mandiri dan sejahtera. Juga mengemban misi memberdayakan sumber daya lokal dengan berpegang pada nilai-nilai lokal dan budaya setempat.

Untuk diketahui, Arutmin mengoperasikan empat wilayah penambangan di Kalsel, yakni Asam-asam, Satui, Senakin, dan Batulicin. Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi I ini mengelola tambang pada areal seluas sekitar 70.000 ha. Diantaranya 12.473 ha untuk wilayah tambang Asam-asam dan Mulia yang berada di wilayah tambang Satui.

Cadangan batu bara di tambang Asam-asam sekitar 290 juta ton, tidak termasuk cadangan tambang Mulia sekitar 60 juta ton yang berada di bawah pengelolaan tambang Asam-asam.

Saat ini jumlah seluruh karyawan di tambang Asam-asam berjumlah 1990 orang.
Jumlah tersebut sudah termasuk para karyawan dari 7 kontraktor tambang dan 3 kontraktor untuk pelabuhan Asam-asam.
Arutmin Targetkan Produksi Asam-Asam 5,75 Juta Ton Pada 2010
30 Maret 2010 | 12:23 WIB

Dudi Sudrajat
Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – Tambang. PT Arutmin Indonesia menargetkan produksi batubara dari tambang Asam-Asam, Kalimantan Selatan (Kalsel), mencapai mencapai 5,75 juta ton. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari produksi 2009 yang hanya tercatat sebesar 3,6 juta ton.

"Sebenarnya 2009 lalu target kita jauh lebih besar, yakni 4,8 juta ton. Tapi ada kendala yang membuatnya tidak tercapai," kata Manajer Tambang Asam-Asam Dudi Sudrajat, di Tanah Laut, Kalsel, Selasa 30 Maret 2010.

Dudi menjelaskan, kendala tidak tercapainya produksi tahun 2009 disebabkan pelabuhan yang tidak didedikasikan untuk batubara Arutmin saja. Melainkan masih dimanfaatkan juga oleh perusahaan lain.

Hal itu membuat produksi menyesuaikan dengan kapasitas pelabuhan yang ada.

Selain itu, infrastruktur saat itu masih belum memadai dan musim hujan yang lama cukup merepotkan untuk memacu produksi. Sebagai dampaknya, maka produksi 2009 tidak dapat mencapai target.
Produksi Tambang Asam-Asam 25% Diekspor
30 Maret 2010 | 16:13 WIB


Arif Dwi Cahyono
arif@majalahtambang.com

Tanah Laut – TAMBANG. PT Arutmin Indonesia merencanakan untuk mengekspor 25% hasil produksi Tambang Asam-Asam yang direncanakan sebesar 5,75 juta ton pada 2010. "Negara tujuan ekspor dari Tambang Asam-Asam adalah India dan Cina, namun yang besar adalah India," kata Manajer Tambang Asam-Asam PT Arutmin Indonesia Dudi Sudrajat di Tanah Laut, Selasa, 30 Maret 2010.

Menurutnya, jumlah yang diperuntukan bagi kebutuhan dalam negeri sebesar 4,2 juta ton, sisanya lah yang sekitar 1,55 juta ton untuk diekspor.

Dia menuturkan, sebagian besar hasil produksi tetap untuk dalam negeri, seperti untuk proyek 10.000 MW dan PLTU Asam-Asam yang terletak tidak jauh dari areal tambang. Total batubara yang dikirim ke PLTU Asam-Asam setiap tahunnya mencapai 65.000 ton.

Dudi menambahkan, saat ini Arutmin telah memenangkan kontrak jangka panjang bagi proyek 10.000 MW tahap 1. Oleh sebab itu juga sekarang Arutmin menjadi aset strategis bagi bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini