Arsip Blog

Senin, 29 Maret 2010

per bumi MASEH RENDAH ... 290310


29/03/2010 - 08:28
Valuasi BUMI Murah, Akumulasi Beli!
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (29/3) diprediksikan menguat seiring masih derasnya capital inflow dan valuasinya yang murah. Akumulasi beli untuk BUMI!
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan salah satu alasan penguatan saham  hari ini dipicu masih derasnya arus capital inflowke pasar domestik.
Menurutnya, meski dana asing yang masih net buyhanya mencapai Rp100 miliar akhir pekan lalu, namun tetap masih menjadi topangan kuat bagi saham-saham bluechips termasuk BUMI.
Sebab, angka tersebut memang konservatif tapi berfungsi untuk stabilisasi capital inflow yang masuk belakangan ini. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.425-2.550 dan Rp2.250 sebagai level support kuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (28/3).
Akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,44%) menjadi Rp2.350 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.250. Harga tertingginya mencapai Rp2.400 dan terendah Rp2.225. Volume transaksi mencapai 202,3 juta unit saham senilai Rp468,8 miliar dan frekuensi 6.171 kali.
Potensi penguatan BUMI juga mendapat dukungan dari sisi valuasi. Sebab, price earning ratio (PER) BUMI sangat murah dibandingkan emiten lain di sektor pertambangan batubara.


PER emiten sejuta umat ini di bawah 10 kali. “Angka pastinya, di level 9,75 kali

PER emiten sejuta umat ini di bawah 10 kali. “Angka pastinya, di level 9,75 kali,” ujarnya.
Lihat saja, PER PT Adaro Energy (ADRO) yang sudah berada di angka 12,7 kali, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) di posisi 13,9 kali, dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) sudah mencapai 15 kali. “Karena itu, BUMI termasuk saham yang murah sehingga berpeluang memberikan gain yang menjanjikan di masa mendatang,” paparnya.
Ukie menegaskan, saham produsen batubara thermal ini memang paling murah dibandingkan emiten lain di sektor yang sama. Kalaupun, BUMI mengalami kendala utang, rasio utangnya masih di berada di angka yang terkendali yakni 2,3 kali.
Lebih jauh, Ukie juga mengatakan sentimen dari laporan kinerja untuk full year 2009 juga akan memperkuat pergerakan saham ini. Sementara itu, sentimen dari kisruh pajak yang berujung pada pencekalan Direktur Keuangan BUMI, Eddie J Soebari oleh Direktorat Jenderal Pajak dinilai tidak lagi berpengaruh negatif pada BUMI.
“Sekarang BUMI sudah berubah tidak lagi terpengaruh sentimen pajak. Saya yakin BUMI menguat Senin (29/3) ini,” tukasnya.
Di sisi lain, BUMI juga mendapat dukungan dari peluang positifnya sentiment market. Sebab, inflasi Maret ini pun diperkirakan pasar masih akan terkendali sehingga berpengaruh positif ke pasar. “Secara teknis pun, BUMI memang seharusnya menguat awal pekan ini,” tandasnya.
Namun demikian, harga minyak mentah dunia yang masih bergerak flat di level US$80 per barel  tidak terlalu menjadi topangan bagi BUMI. “Tapi, over all saya rekomendasikan akumulasi beli untuk BUMI,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini