Arsip Blog

Minggu, 07 Maret 2010

imink-iming doang ..(33): 070310

EKONOMI
06/03/2010 - 08:31
Sepekan BUMI Naik 6,7%
BUMI Ikut Pergerakan Pasar
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Pekan pertama di awal Februari ini, saham BUMI berhasil merangsek naik dan membukukan penguatan sebesar 6,7%. Emiten tambang ini menguat seiring pergerakan pasar.

PT Bumi Resources (BUMI) mencatatkan penguatan sekitar 25 poin atau di kisaran harga 2.400 pada penutupan perdagangan pada Jumat (5/3). "Bumi sepekan ini mengikuti pasar secara keseluruhan," ujar kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang saat dihubungi INILAH.COM , Jumat (5/3).

BUMI sempat anjlok pada Senin (1/3), dengan turun Rp75 ke Rp2.175. Hal ini terkait kabar bahwa laba Tata Power Co, pemilik 30% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, turun 82%.

Terutama karena membukukan penyisihan (write-off) pengupasan biaya batu bara dari tambang di Indonesia. Tata menyisihkan 3,7 miliar rupee (US$ 80 juta) untuk biaya pengupasan batu bara yang ditangguhkan. Alhasil, biaya produksi Tata naik sekitar 5% US$1,42 per metrik ton.

Namun, anak usaha Bakrie ini kembali bergairah sejak perdagangan hari kedua, Selasa (2/3), dengan melonjak Rp150 ke Rp2.325. Penguatan terus berlangsung hingga akhir pekan, dimana dalam tiga hari terakhir, BUMI naik masih-masing Rp25. Alhasil, pada Jumat (5/3) BUMI ditutup di level 2.400. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 2.578 atau naik 0,51%.

Edwin mengatakan, bursa saham Indonesia berhasil menguat 29,75 poin selama sepekan, meskipun pergerakannya flat. “Bahkan investor asing mencatatkan net buy sekitar Rp800 miliar selama sepekan,” ujarnya.

Hasil sidang paripurna yang salah satu agendanya membahas hasil pansus Century, berdampak minim terhadap bursa saham Indonesia. Menurutnya, isu politik memberikan sentimen positif untuk BUMI, terkait adanya kepastian bagi investor.

Saat ini bursa saham Indonesia lebih banyak dipengaruhi sentimen regional. Namun, roadshow yang dilakukan BUMI ke Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Eropa untuk mempresentasikan performa kepada investor baru dan kliennya memberikan sentimen positif untuk BUMI.

Sentimen positif penguatan BUMI juga berasal dari rampungnya proses konsolidasi anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang non-batubara ke satu perusahaan bernama Bumi Resources Mineral (BRM). BUMI memiliki 99.99% saham BRM. Tujuan konsolidasi adalah untuk restrukturisasi internal dalam rangka mengelompokan perusahaan-perusahaan ke dalam kelompok perusahaan batubara dan perusahaan non batubara.

Adapun anak-anak usaha yang digabung tersebut adalah Lemington Investments Pte.Ltd.(yang memiliki Bumi Mauritania S.A dan Konblo Bumi Inc.), Calipso InvestmenT Pte.Ltd. (yang memiliki Herald Resources Ltd), Citra Palu Minerals dan Multi Capital (yang memiliki Newmont Nusa Tenggara).

Dengan restrukturisasi internal tersebut, lini usaha antara bisnis batubara dan non batubara akan semakin jelas dan transparan. Ke depannya, ada potensi unlocking value di BUMI apabila PT BRM melakukan IPO.

Untuk pekan depan, Edwin memprediksikan BUMI akan melanjutkan penguatan. Hal ini didukung dari penguatan IHSG. Ia meramal, BUMI berada di kisaran 2.475-2.500. "Target price BUMI mencapai 3.000 dalam 12 bulan," pungkasnya. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini