Arsip Blog

Kamis, 25 Maret 2010

lautan elektron sentimen bumi ... 250310

25/03/2010 - 16:34
Unggulan Menguat, Koreksi BUMI Menghambat
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di area hijau, ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan. Namun, penguatan bursa terhambat koreksi BUMI.

Pada perdagangan Kamis (25/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 24,299 poin (0,87%) ke level 2.799,149. Sedangkan saham unggulan LQ45 menguat 5,808 poin (1,07%) ke level 546,066.

Indeks saham dibuka langsung menguat 0,23% ke level 2.781. Maraknya aksi beli investor memunculkan gairah di pasar modal. Alhasil, IHSG pada sesi siang bertengger di 2.806 dan akhirnya ditutup di 2.799.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berhasil ditutup menguat, terdongkrak sentimen positif kenaikan bursa regional Asia. “Melihat tren penguatan bursa, investor kembali terdorong melakukan transaksi unggulan,” katanya.

Menurutnya, kinerja keuangan sejumlah emiten yang memuaskan dan ekspektasi pembagian dividen beberapa emiten, menambah daya tarik bursa domestik. “Investor pun memburu saham dengan dividen besar,” ujarnya.

Semua sektor membukukan penguatan, dimana sektor aneka industri melesat 2,5%. Disusul sektor perdagangan yang naik 2,3%, manufaktur naik 1,04%, finansial 0,9%, infrastruktur 0,7%, konsumsi 0,5%, properti dan perkebunan 0,4% serta tambang dan industri dasar yang menguat 0,15%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,498 miliar lembar saham, senilai Rp 5,046 triliun dan frekuensi 118.367 kali. Sebanyak 113 saham naik, 96 saham turun dan 85 saham stagnan. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (Net Foreign Transaction) sebesar Rp493 miliar. Dengan rincian aksi beli sebanyak 1,794 triliun dan aksi jual sebesar 1,300 trilun.

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp161 miliar, atau 3,2% total transaksi bursa. Emiten perbankan ini menggeser sang jawara PT Bumi Resources (BUMI) yang hanya membukukan Rp291 miliar. BBRI ditutup menguat Rp100 ke Rp8350. Sedangkan BUMI melemah Rp50 ke Rp2.250.

Sentimen negatif BUMI masih dipicu ditetapkannya petinggi emiten tambang ini sebagai tersangka kasus pidana pajak serta potensi batalnya divestasi PT Newmont. Sementara indeks dolar AS yang menguat mendekati 82, membuat harga minyak mentah dan metal terkoreksi. Penurunan harga minyak juga dipicu meningkatnya cadangan minyak.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 43.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 750 ke Rp 17.100, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 18.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 37.250, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 12.450, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 14.400, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 9.650.

Sedangkan emtien-emiten yang melemah antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 350 ke Rp 11.630, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 225 ke Rp 2.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 3.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 25.800, XL (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 3.350, Indosat (ISAT) turun Rp 100 ke Rp 5.850.

Sore ini, bursa regional Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei-225 Jepang naik 13,82 poin (0,13%) ke level 10.828,85, indeks Kospi di Seoul naik 7,38 poin (0,44%) ke level 1.688,39 dan indeks Straits Times naik tipis 2,56 poin (0,09%) ke level 2.888,92.

Hanya dua bursa yang melemah, yaitu indeks Shanghai di China yang turun 37,632 poin (1,23%) ke level 3.019,18 dan indeks Hang Seng yang melemah 241 poin (1,15%) ke level 20.767,62. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini