Arsip Blog

Kamis, 04 Maret 2010

bumi tarik nafas lage dan melulu ... 040310

04/03/2010 - 16:42

Penutupan IHSG
BUMI Tergeser Demi BBRI
Asteria


(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari, indeks saham harus berakhir di zona merah. BBRI mendominasi bursa, mengalahkan BUMI.

Pada perdagangan Kamis (4/3), IHSG ditutup turun tipis 1,444 (0,06%) ke level 2.565,645. Indeks saham unggulan LQ 45 melemah 0,231 poin (0,05%) ke level 499,816.

Indeks di awal perdagangan dibuka melemah tipis 0,10% ke level 2565. Optimisme singkat yang sempat mengangkat bursa ke level 2.573 pada sesi siang, tak berlangsung lama. Indeks kembali melorot dan ditutup di angka 2.565.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, koreksi IHSG hari ini dipicu pelemahan bursa regional, menyusul variatifnya Wall Street. Kondisi politik domestik yang belum ada kepastian pun, menekan pergerakan indeks.

“Investor cenderung wait and see terhadap perkembangan politik dalam negeri. Mereka mengantisipasinya dengan menjual sahamnya,” ujarnya.

Penguatan sektor tambang, seiring kenaikan harga komoditas sempat mengangkat bursa di sesi siang. Namun, tekanan aksi jual investor di sektor infrastruktur dan aneka industri tak mampu menahan pelemahan bursa lebih lanjut.“Indeks pun ditutup terkoreksi,” katanya.

Sektor-sektor saham bergerak variatif, dimana sektor infrastruktur memimpin pelemahan dengan turun 0,7%, disusul sektor aneka industri yang turun 0,4%, perkebunan dan perdagangan 0,3% serta finansial yang melemah 0,05%. Sedangkan sektor tambang masih mengungguli dari sisi saham yang menguat, dengan naik 0,7%, disusul sektor properti, industri dasar dan konsumsi yang terangkat 0,2%.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar Rp369 miliar. Sedangkan PT Bumi Resources (BUMI) yang biasanya unggul, harus puas di posisi kedua, dengan nilai transaksi sebesar Rp362 miliar. Adapun BRI tercatat turun Rp 150 ke Rp7.250 dan BUMI naik Rp 25 ke Rp2.375.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 3.221 juta lembar saham, senilai Rp 3,63 triliun dan frekuensi 79.466 kali. Sebanyak 79 saham naik, 87 saham turun dan 94 saham stagnan. Investor asing melakukan pembelian saham sebesar Rp1,166 triliun, dengan penjualan mencapai Rp 1,366 triliun. Alhasil, asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp199 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 36.050, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 16.800, TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 menjadi Rp 15.500 dan Indofood Sukses Makmur (INDF) melemah Rp 50 di posisi 3.750.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 menjadi Rp 32.050, International Nickel (INCO) naik Rp 100 menjadi Rp 4.025, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 125 menjadi Rp 4.950, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 2.150.

Koreksi IHSG terjadi, akibat tekanan bursa regional Asia. Indeks Shanghai di China turun 73,63 poin (2,38%) ke level 3.023,37, indeks Hang Seng di Hong Kong tergelincir 301,01 poin (1,44%) ke level 20.575,78, indeks Nikkei-225 Jepang turun 107,42 poin (1,05%) ke 10.145,72, indeks kospi di Korsel melemah 4,24 poin (0,26%) ke level 1.618,20 dan indeks Straits Times Singapura turun 15,89 poin (0,57%) ke level 2.766. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini