Arsip Blog

Selasa, 09 Maret 2010

iming-iminK doanK (50) ... 090310

09/03/2010 - 09:01
BUMI    BUMI  Bisa Meroket Jika Tembus Rp2.600
Ahmad Munjin


INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (9/3) diprediksikan menguat ditopang kenaikan harga minyak dan antisipasi pasar atas laporan kinerja 2009 akhir Maret ini. Buy untuk BUMI!

Direktur Paramitra Alfa Securities Ukie Jaya Mahendra mengatakan, salah satu alasan penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini masih faktor penguatan harga minyak mentah dunia ke level US$82 per barel. Emas hitam ini secara otomatis akan mendongkrak harga batubara sebagai core bisnis dari efek produsen batubara thermal ini.

Selain itu, penguatan BUMI juga karena faktor antisipasi pasar atas laporan keuangan perseroan untuk full year 2009 yang akan dirilis akhir Maret atau awal April mendatang. “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.525 dan Rp2.350 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/3).

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,08%) menjadi Rp2.450 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.400. Harga tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendah Rp2.400. Sedangkan volume transaksi mencapai 127,4 juta unit saham senilai Rp309,6 miliar dan frekuensi 3.839 kali.

Ukie mengatakan, penguatan saham BUMI kemarin seharusnya lebih tinggi. Karena itu, hari ini masih menyisakan ruang penguatan. Menurutnya, meski kenaikan saham ini sudah terjadi dalam lima hari terakhir, tapi kenaikannya perlahan. “Menurut saya, BUMI Selasa ini akan rally. BUMI akan naik 1 poin atau 2 poin,” ujarnya.

Di sisi lain, Ukie juga mengaku optimistis terhadap pergerakan pasar seiring harga komoditas yang kondusif. Menurutnya, market positif dari dua sisi. Salah satunya karena positifnya market regional akibat kenaikan harga minyak. “Selain itu, indeks saham mendapat topangan dari penguatan rupiah di pasar uang akibat berlanjutnya pelemahan dolar AS,” paparnya.

Penguatan BUMI juga masih terpengaruh roadshow manajemen perseroan ke AS, Eropa dan Jepang. Hal ini dipastikan menstimulus pembelian asing di saham BUMI.

“Apalagi, pengaruh dari laporan keuangan pada akhir Maret atau awal April mendatang sudah memicu pembelian investor atas saham ini,” timpalnya.

Sementara itu, investor asing secara bertahap melakukan pembelian saham di pasar domestik termasuk BUMI. Menurutnya, meski proses hukum atas skandal Bank Century berlanjut, tapi tidak menjadi halangan bagi asing untuk melakukan akumulasi beli.

“Asing tetap bertransaksi, apapun keadaan politik di dalam negeri,” tukasnya. Ukie meyakini net buy asing masih akan terus terjadi. Sebab, bursa global pun sangat mendukung.

Tapi, Ukie juga yakin, investor baru akan agresif masuk di saham BUMI, pada saat harganya sudah mencapai level Rp2.600 per lembar. Pada saat level itu ditembus ke atas, BUMI akan dengan mudah mencapai level Rp3.000. “Karena itu, jika ingin untung sekaranglah saatnya untuk masuk di saham BUMI,” timpalnya.

Alhasil, Ukie memandang positif atas saham ini. Ia berani menargetkan BUMI di level Rp3.000 pada saat laporan keuangan perseroan dirilis akhir bulan ini atau awal April mendatang. “Saya rekomendasikan beli untuk BUMI!” pungkasnya. [mdr]

WAWANCARA
09/03/2010 - 09:50
Ukie Jaya Mahendra
BUMI Akan ‘Rally’ Hari Ini
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (9/3) diprediksikan menguat melanjutkan rally perlahan lima hari terakhir. Kenaikan harga minyak jadi katalisnya. Buy untuk BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan salah satu alasan penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini karena faktor penguatan lima hari terakhir yang terjadi secara perlahan. Padahal, pada saat harga minyak naik ke level US$82 per barel , saham ini seharusnya naik pesat.

Karena itu, saham sejuta umat ini tetap masih menyisakan ruang penguatan. “BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.525 dan Rp2.350 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta,

Pada perdagangan Senin (8/3), saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,08%) menjadi Rp2.450 dengan intraday Rp2.475 dan Rp2.400. Sedangkan volume transaksi mencapai 127,4 juta unit saham senilai Rp309,6 miliar dan frekuensi 3.839 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah lima hari naik, apakah saham BUMI masih potensial menguat hari ini?

Saya masih yakin. Salah satu alasan kenaikannya adalah penguatan harga minyak mentah dunia yang kemarin sempat ke level US$82 per barel. Komoditas ini secara otomatis akan mendongkrak harga batubara sebagai core binis dari PT Bumi Resources ini. Penguatan BUMI juga karena faktor antisipasi pasar atas laporan keuangan BUMI untuk full year 2009 yang akan dirilis akhir Maret ini atau awal April mendatang.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.525 dan Rp2.350 sebagai level support-nya. Penguatan saham BUMI kemarin pun seharusnya lebih tinggi. Karena itu, hari ini masih menyisakan ruang penguatan. Meski kenaikan saham ini sudah terjadi dalam lima hari terakhir, tapi kenaikannya perlahan. Menurut saya, BUMI Selasa ini akan rally. BUMI akan naik 1 sampai 2 poin.

Penguatan BUMI juga masih terpengaruh oleh roadshow manajemen perseroan ke AS, Eropa dan Jepang. Hal ini dipastikan menstimulus pembelian asing di saham BUMI. Apalagi, pengaruh dari laporan keuangan pada akhir Maret atau awal April mendatang sudah memicu pembelian investor atas saham ini. Karena itu, laporan keuangan dan kenaikan harga komoditas menjadi fokus pasar saat ini. Pergerakan BUMI pun semakin kondusif.

Bagaimana dengan sentimen market?

Saya optimis terhadap pergerakan pasar. Sebab, harga komoditas sangat bagus. Market positif dari dua sisi. Salah satunya karena positifnya market regional akibat kenaikan harga minyak. Selain itu, indeks saham mendapat topangan dari penguatan rupiah di pasar uang akibat berlanjutnya pelemahan dolar AS.

Sementara itu, investor asing saat ini secara bertahap melakukan pembelian saham di pasar domestik termasuk BUMI. Meski proses hukum atas skandal Bank Century berlanjut, tapi tidak menjadi halangan bagi asing untuk melakukan akumulasi beli. Asing tetap bertransaksi, apapun keadaan politik di dalam negeri. Saya yakin net buy asing sendiri masih akan terus terjadi. Sebab, bursa global pun sangat mendukung.

Setelah naik perlahan, kapan BUMI akan naik drastis?

Saya yakin, investor baru akan agresif masuk di saham BUMI, pada saat harganya sudah mencapai level Rp2.600 per lembar saham. Jika level itu ditembus ke atas, BUMI akan dengan mudah mencapai level Rp3.000. Karena itu, jika ingin untung sekaranglah saatnya untuk masuk di saham BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya memandang positif atas saham ini. Saya berani menargetkan BUMI di level Rp3.000 pada saat laporan keuangan perseroan dirilis di akhir bulan ini atau awal April mendatang. Saya rekomendasikan beli untuk BUMI! [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini