Arsip Blog

Jumat, 26 Februari 2010

bumi TERKOREKSI imbas politik dah ... 260210

26/02/2010 - 13:07
BUMI Sepekan Turun 2,2^
Akibat Isu Pajak dan Centuri
Agustina Melani


INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan di pekan yang singkat ini, PT Bumi Resources (BUMI) membukukan penurunan sebesar 2,2%. Isu pajak dan penyelesaian kasus Century menjadi katalisnya.

Analis PT Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan, pelemahan harga saham BUMI pekan ini dipicu masih berlanjutnya sentimen negatif isu pajak anak perusahaan BUMI. “Faktor dari dalam negeri itu cukup menekan pergerakan BUMI,” katanya saat dihubungi INILAH.COM.

Seperti diketahui, manajemen BUMI kembali membantah keras tudingan tunggakan pajak dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Perseroan mengatakan, BUMI sudah menyelesaikan seluruh kewajiban pajaknya sesuai dengan SPT sampai dengan tahun pajak 2008.

Berlanjutnya masalah pajak membawa sentimen negatif bagi BUMI. Apalagi pelaku pasar masih menunggu penyelesaian kasus Bank Century. Pasar khawatir, hasil Pansus Century akan memperburuk situasi politik domestik. Alhasil, kenaikan harga minyak mentah dunia di awal pekan mencapai level US$80 per barel, tak mampu berimbas banyak pada anak usaha Bakrie ini. BUMI pun pada Senin (22/2) berakhir stagnan di level 2.300.

Namun, apresiasi IHSG, didorong aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar dan nilai tukar rupiah yang stabil cenderung menguat terhadap dolar AS, berhasil membalikkan arah saham BUMI. Emiten ini pun ditutup menguat Rp25 ke Rp2.325.

Sentimen positif lain berasal dari harga komoditas di pasar dunia yang masih bertahan di kisaran US$80/barel, atas ekspektasi meningkatnya permintaan seiring pemulihan ekonomi Amerika. Naiknya harga minyak, mengangkat harga komoditas lain seperti batubara ke US$52 per ton.

Sedangkan dari sisi internal, Arutmin, anak usaha BUMI, menargetkan produksi batubara 2010 mencapai 24juta ton, naik 20% yoy. Sekitar 4-5juta ton akan dijual ke pasar domestik, dan sisanya untuk ekspor. BUMI menargetkan produksi batubara 2010 mencapai 66juta ton, dengan demikian produksi batubara di KPC diperkirakan mencapai 42juta ton.

Sayangnya, penguatan ini tidak bertahan lama. Dua hari perdagangan selanjutnya, BUMI terus merosot, hingga ke level Rp2.275 pada Rabu (24/2) dan Rp2.250 pada Kamis (25/2).

Ditjen Pajak masih memproses masalah tunggakan pajak BUMI dan anak usaha lainnya. Ditjen akan mendapatkan bantuan dari kepolisian. BUMI dan KPC sebelumnya diberitakan baru memasuki proses penyidikan, sedangkan Arutmin sudah masuk tahap Bukti Permulaan. Terkait kasus ini, manajemen perseroan dicekal aparat dari bepergian keluar negeri. Road show ELTY pun gagal mencegah penurunan harga sahamnya.

KPC dan Arutmin, anak usaha BUMI, sebelumnya telah membayarkan kekurangan pajak sebesar US$119,8juta dan US$92,8juta. yang 55,6% nya dari laba bersih September 2009 itu belum dibukukan dalam laporan kuartal tiga 2009. Ini mengindikasikan pembayaran tunggakan pajak tersebut akan menekan laba bersih 2009 BUMI.

Saat ini, imbuh Ketut, pelaku pasar masih menunggu laporan keuangan BUMI sepanjang 2009. Hal ini pun akan mempengaruhi pergerakan saham BUMI ke depannya. "Saham BUMI untuk jangka panjang masih bagus. “Saya perkiraan diperkirakan masih bergerak pada kisaran 2.000-2.200,”ujarnya. [ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini