Arsip Blog

Selasa, 30 Maret 2010

lage, 5000@bumi_ENDof2010 ... 300310

30/03/2010 - 09:33
Irwan Ibrahim
‘Long Term Buy’ BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (30/3) diprediksikan menguat. Salah satunya karena peluang kenaikan harga minyak ke level US$82 per barel. Long term buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi penguatan saham BUMI hari ini dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang hari ini diperkirakan akan tembus ke level US$82 per barel . Sebab, dolar AS dalam posisi pelemahan. “Buktinya, rupiah menguat ke level 9.077 kemarin,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/3) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.350, dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.325. Volume transaksi mencapai 99,7 juta unit saham senilai Rp235,1 miliar dan frekuensi 3.216 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin stagnan, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya yakin saham ini potensial menguat hari ini. Sebab, harga minyak mentah dunia yang hari ini sudah diperkirakan akan tembus ke level US$82 per barel . Sebab, dolar AS dalam posisi pelemahan. Buktinya, rupiah menguat ke level 9.077 kemarin. Karena itu, harga minyak sangat positif bagi pergerakan saham sejuta umat ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.450 dan Rp2.300 sebagai level support-nya. Sebab, di sisi lain, penguatan BUMI juga karena mendapat topangan dari sentimen positif di sektor tambang yang mendapat giliran menguat saat ini. Misalnya, saham ANTM (PT Aneka Tambang) dan INCO (PT International Nickel Indonesia).

Sentimen lain?

Peraturan pertambangan mineral dan batubara yang baru dikeluarkan mendongkrak harga komoditas mineral dan batubara sehingga berpengaruh positif bagi BUMI. Sebab, industri pertambangan baru saat ini sulit untuk masuk membuka perizinan baru. Karena itu, produk tambang yang perizinannya lama banyak dicari sehingga demand-nya meningkat.

Karena tidak ada perizinan penambangan baru, produksi tambang lama menurun. Sebab, peraturan melalui SK menteri ESDM belum keluar, meski Undang-Undang dan Kepresnya sudah keluar. Karena itu, investor masih wait and see terlebih dahulu sebelum merealisasikan pertambangan baru.

Akibatnya, tren harga komoditas di pasar domestik menjadi naik. Ini adalah semata implikasi dari UU Petambangan yang baru dan Kepres yang baru. UU itu keluar 4 Januari 2009 dan Kepresnya baru keluar Februari 2010. Karena itu, produksi tambang akan stagnan dalam tiga bulan ke depan.

Bagaimana dengan sentimen market?

Sentimen pasar pun berpengaruh positif bagi BUMI. Sebab, semua emiten saat ini menghadapi window dressing menjelang akhir periode Maret atau kuartal pertama 2010. Semua emiten sudah mengeluarkan kinerjanya untuk full year 2009 yang rata-rata mengalami kenaikan tajam.

Bagaimana dengan perseroan yang mendapat tawaran leasing tambang berlian di Liberia?

Hal itu biasa saja bagi BUMI. Sebab, harga berlian tidak mengikuti harga emas. Karena itu, tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan saham BUMI.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy untuk jangka panjang dan untuk trading jangka pendek disarankan buy on weakness di level Rp2.300-an. Saya tetap menargetkan saham BUMI di level Rp5.000 akhir 2010. Untuk jangka panjang, saham BUMI sangat menjanjikan. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini