Arsip Blog

Rabu, 24 Maret 2010

bumi masuk LISTRIK SWASTA ... 240310

24/03/2010 - 12:55
Bakrie Bangun PLTU US$400 Jt di Kaltim
Makarius Paru

NILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Power, anak usaha Bumi Resources Tbk sudah siapkan dana sekitar US$350 juta sampai US$400 juta bangun pembangkit PLTU Mulut Tambang (2x100MW) di Kalimantan Timur.

"Kami sudah menyiapkan investasi sekitar US$350-US$400 juta untuk menyelesaikan proyek, seluruh termasuk urusan pembebasan lahan dan sebagainya," kata President Director PT Bakrie Power, Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Rabu (24/3).

Untuk pendanaan akan gandeng pihak lain, terbuka kemungkinan dengan pihak Korea. Apalagi pihak Korea kan sudah leading dalam pembangunan listrik IPP. Namun Bakrie tetap mengincar mayoritas sebesar 65%. "Bakre harus jadi lead," katanya.

Kemungkinan Bakrie Power akan menggandeng investor listrik asal Korea, Kepco (Korean Electricity Power Company).

Katanya lagi, sebenarnya Gubernur Kalimantan Timur sudah meminta kepada Bakrie Power agar proyek PLTU Mulut Tambang Kaltim selesai 2013 mendatang. Makanya, sekarang ini Bakrie mempersiapkan semua hal termasuk rencana pembahasan harga jual listrik ke PLN (PPA).

Pembangunan PLTU mulut tambang ini merupakan permintaan Pemda Kaltim. Gubernur Kaltim berharap Bakrie dapat membangun satu PLTU 2x100MW di Kaltim. "Bakrie pun dengan tanggungjawab moril, didukung group Bakrie apalagi tambang KPC terbesar ada di sana. Makanya kita akan segra membangun PLTU tersebut," paparnya. [san/cms]
24/03/2010 - 11:48
Harga Sumber Energi China Murah Ketimbang Indonesia
Makarius Paru


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Direktur PT Bakrie Power Ali Ibrahim mengatakan, harga beli sumber energi oleh pembangkit dalam negeri lebih mahal ketimbang harga beli bahan bakar pembangkit di China.

"Biaya bahan pembangkit Indonesia mencapai US$7,4 sen per Kwh, lebih murah dengan yang di China sekitar US$4 sen per Kwh. Padahal Indonesia memiliki sumber energi yang banyak," kata Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Rabu (24/3).

Ali menambahkan, selain soal biaya bahan bakar, Perbandingan Biaya Pembangkitan Listrik Indonesia-China seperti biaya EPC di Indonesia mencapai US$1.100per KW sementara China biaya EPC mencapai US$750 per KW.

Selain itu interest rate Indonesia 10%, sementara China lebih dari kecil dari 3%. Biaya pengembangan di Indonesia mencapai 25%, China kurang dari 10%. Katanya lagi, besarnya ongkos pembangunan satu pembangkit di Indonsia, tidak heran kalau harga jual listrik Indonesa per Kwh mencapai US$3,8 sen per Kwh, di China harga listrik capai US$ 1,5 sen per Kwh. [san/cms]
24/03/2010 - 10:22
Proyek IPP Terkendala Pendanaan
Makarius Paru


(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengeluhkan kendala pendanaan yang dialami pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Sekjen APLSI Bambang Priyambodo mengatakan, para IPP yang telah memperoleh LoI pada 2005 dan PPA dari PLN pada tahun 2007 tidak dapat berjalan sesuai rencana. Hal ini disebabkan telah terjadi kenaikkan EPC dan harga bahan bakar pembangkit listrik yang diluar kendali IPP sehingga proyek menjadi tidak feasible dan sulit memperoleh pendanaan dar perbankan.

"Harga infrastruktur untuk EPC serta harga BBM dalam waktu terakhir terus meningkat di luar kendali IPP, proyek menjadi tidak feasible dan IPP sulit mendapatkan pendanaan dari perbankan," kata Sekjen APLSI Bambang Priyambodo di Jakarta, Rabu (24/3).

Ia melanjutkan, agar proyek listrik IPP bisa lebih feasible maka diperlukan kenaikkan harga jual listrik ke PLN.

Lanjutnya, untuk dapat memfasilitasi para IPP dalam memperjuangkan kenaikkan harga jual listrik dengan menyampaikan ke PLN atau pemerintah maka diperlukan sarana untuk saling bertukar informasi. [san/cms]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini