Arsip Blog

Kamis, 11 Maret 2010

iming-iminK DOANk (80) ... 110310

11/03/2010 - 09:17
Willy Sanjaya
BUMI Menuju Rp3.200 Hingga Juni


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (11/3) diprediksikan menguat setelah mengalami koreksi teknis kemarin. Laporan keuangan perseroan pun diantisipasi pasar. Strong buy!

Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan terbukanya peluang penguatan saham BUMI hari ini. Salah satunya, karena kemarin saham ini hanya mengalami koreksi teknis. Di sisi lain, pelaku pasar saat ini sudah mengantisipasi laporan keuangan perseroan pada akkhir Maret ini atau awal April mendatang.

“Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.550 dan Rp2.375 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (10/3) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1%) menjadi Rp2.475 dengan intraday Rp2.500 dan Rp2.450. Volume transaksi mencapai 54,1 juta unit saham senilai Rp133,9 miliar dan frekuensi 2.455 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin terkoreksi tipis, apakah saham BUMI berpeluang menguat hari ini?

Potensi penguatan masih terbuka lebar. Salah satunya, karena positifnya sentimen market. Merket secara umum masih berpeluang bergerak positif hari ini. Meski indeks sudah empat hari menguat, tidak ada kekhawatiran melemah. Sebab, bulan Maret ini merupakan masa-masa menjelang tahun penutupan buku pajak. Hal ini memicu saham bergerak atraktif termasuk BUMI.

Beberapa emiten akan melaporkan pembayaran pajaknya dengan besaran tertentu. Hal ini terjadi setiap tahun. Semakin besar pembayaran pajak suatu emiten, menandakan semakin besar pula pendapatan korporasi tersebut. Sehingga, laporan pajak berpengaruh positif pada emiten bersangkutan. Hal serupa akan terjadi dengan BUMI.

Bagaimana dengan kisruh pajak BUMI?

Itu kan masih diproses saat ini. Menurut saya, itu tidak akan jadi halangan untuk BUMI menguat. Kisruh pajak, hanya ulah dari orang yang tidak suka terhadap emiten ini. Sebab, satu perusahaan terbuka, tidak mungkin melakukan satu tindakan ceroboh penggelapan pajak. Kecuali, jika BUMI merupakan perusahaan tertutup. Tuduhan penggelapan pajak hanya dicari-cari.

Bagaimana dengan koreksi kemarin, apakah akan berlanjut juga hari ini?

Koreksi saham BUMI kemarin merupakan koreksi teknis sementara untuk melanjutkan penguatan kembali hari ini. Buktinya, tertekannya saham BUMI tidak didukung oleh volume transaksi yang besar. Memang penguatan suatu saham yang sudah berlangsung lama harus mengalam koreksi.

Koreksi BUMI kemarin, hanya semata faktor teknis setelah mengalami penguatan selama enam hari berkelanjutan. Saya yakin, tidak mungkin suatu saham meroket terus. Kecuali, jika saham tersebut masuk dalam katagori ‘gorengan’. Jika saham berfundamental baik seperti BUMI, harus ada koreksi untuk kembali ke atas.

Sentimen grupnya bagaimana?

Dari sisi grupnya, saham-saham The Seven Brothers sudah melaju atraktif. Salah satunya adalah PT Bakrieland Development (ELTY) yang naik 2% ke level Rp255.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia saat ini sangat tinggi di level US$81 per barel. Begitu juga dengan harga batubara Newcastle di level US$94,83 per metrik ton. Kedua komoditas ini masih kuat menopang penguatan BUMI. Apalagi, saat ini adalah momentum menjelang laporan keuangan. BUMI sendiri dikabarkan akan melaporkan kinerja full year 2009 pada akhir Maret ini atau awal April mendatang.

Penguatan BUMI juga masih didukung roadshow manajemen perseroan ke AS, Eropa, dan Jepang. Pada saat yang sama, net buy asing sendiri masih positif bagi market. Sehingga, secara keseluruhan masih menggembirakan. Apalagi, bursa di negara manapun saat ini dalam posisi bullish.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.550 dan Rp2.375 sebagai level support-nya. Saya rekomendasikan tetap strong buy untuk BUMI. Saya targetkan Rp2.725 hingga akhir Maret ini, Rp3.200 hingga pertengahan tahun, Juni dan Rp4.325 hingga akhir 2010. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini