Arsip Blog

Selasa, 23 Maret 2010

waswas di bulan penentuan ... 230310

23/03/2010 - 09:37
Yustian Hartono
BUMI Masih Diselimuti Sentimen Negatif

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (23/3) diprediksikan melemah seiring negatif nya berbagai sentimen. Salah satunya, peluang batalnya divetasi saham PT Newmont atas putusan arbitrase internasional.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia mengatakan potensi pelemahan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini, salah satunya dipicu oleh Konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang berpeluang batal memiliki saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Hal itu terjadi jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont. “Sentimen negatif ini, bersamaan dengan kondisi indeks yang juga sedang mengalami penurunan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (22/3), saham BUMI melemah Rp250 (9,70%) menjadi Rp2.325 dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 211,5 juta unit saham senilai Rp512,3 miliar dan frekuensi 7.469 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah terkoreksi tajam hampir 10% kemarin, apakah saham BUMI potensial balik arah menguat hari ini?

Saya kira masih berpotensi melemah. Salah satunya dipicu oleh Konsorsium Pemda NTB dengan anak usaha Bakrie Group, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang berpeluang batal memiliki saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Hal itu terjadi jika pengadilan memutuskan, PT Pukuafu Indah sebagai pemilik sah 31% saham Newmont.

Gugatan pembatalan putusan arbitrase 31% saham divestasi PT Newmont yang diajukan PT Pukuafu Indah kini sudah masuk ke pokok perkara persidangan. Sidang ini akan dilaksanakan pada pada 31 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sentimen negatif ini, bersamaan dengan kondisi indeks yang juga sedang mengalami penurunan. Hal ini telah memperbesar koreksi saham BUMI hingga hampir 10% di level 9,7% pada perdagangan kemarin.

Padahal, sentimen negatif dari PT Newmont sebenarnya tidak begitu besar bagi BUMI. Namun, sentimen ini keluar pada saat pergerakan indeks kurang positif. Akibatnya, saham BUMI pun semakin ‘jeblok’. Sebelumnya pun, pasar sebenarnya belum begitu fokus pada kepemilikan BUMI di Newmont.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.250 dan Rp2.425 sebagai level resistance-nya.

Apa yang menjadi pemicu utama negatifnya sentimen market?

Negatifnya sentimen market dipicu oleh kenaikan suku bunga India 25 basis poin menjadi 3,5%. Angka ini berada di atas ekspektasi pasar sehingga menjadi kejutan. Hal ini menimbulkan spekulsi, Indonesia pun akan melakukan hal yang sama. Sebab, ekonomi India dinilai mirip dengan Indonesia karena sama-sama sebagai emerging market.

Pelaku pasar modal semakin khawatir atas kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga acuan (BI rate) yang saat ini berada di level 6,5%. Kenaikan suku bunga memicu ketatnya likuiditas. Di sisi lain, tingginya suku bunga, juga memicu biaya investasi dari perusahaan-perusahaan bertambah mahal. Karena itu, sentimennya menjadi negatif di market.

Bagaimana dengan sentimen dari harga komoditas?

Harga minyak mentah dunia masih stabil di level US$80 per barel . Karena itu, fluktuasi harga minyak tidak akan terlalu banyak. Minyak pengaruhnya netral ke market dan BUMI. Di sisi lain, meski harga batubara mengalami kenaikan ke level US$95 per metrik ton, namun komoditas ini pun akan mengalami koreksi sesuai laju minyak mentah dunia. Batubara pun pengaruhnya netral bagi BUMI karena pergerakan batu bara pun masih wajar.

Sentimen pajak, cukup menjadi tekanan bagi BUMI?

Kasus pajak BUMI juga masih terus bergulir. Hal ini menambah sentimen negatif bagi emiten ini. Sebab, Maret ini merupakan bulan terakhir tutup buku pajak. Sementara itu, BUMI sendiri belum ada kejelasan yang pasti dari kasus pajaknya. Penyelidikan pun masih terus dilakukan. Hal ini membuat investor yang meminati saham BUMI, menjadi waswas. Karena itu, investor lebih memlih untuk merealisasikan keuntungan yang sudah didapat atau menjauh terlebih dahulu dari saham ini.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Sebab, secara teknikal pun, level 2.250 merupakan level support yang sangat kuat. Hal ini sudah beberapa kali terbukti, di kisaran level 2.200-2.250.[jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini