Arsip Blog

Rabu, 03 Maret 2010

boR-soN, rumours and news, the immortal friends ... 030310

02/03/2010 - 09:34
Ukie Jaya Mahendra
Pemakzulan Tak Tekan BUMI

Ukie Jaya Mahendra
(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (2/3) diprediksikan menguat seiring positifnya sentimen market. Kuatnya isu pemakzulan Sri Mulyani dan Boediono di DPR tak jadi hambatan bagi pasar.

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan perihal potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini. Salah satunya, karena faktor positifnya sentimen market. “BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.325 dan Rp2.000-2.050 sebagai level support kuatnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (1/3) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp75 (3,3%) menjadi Rp2.175 dengan intraday Rp2.275 dan Rp2.150. Volume transaksi mencapai 170,8 juta unit saham senilai Rp374,8 miliar dan frekuensi 5.114 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya kira potensial menguat. Salah satunya, karena faktor kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$80 per barel . Kalaupun saham sejuta umat ini turun ke arah level Rp2.000, akan menguat kembali ke arah resistance-nya setelah menyentuh level Rp2.050. Penguatan BUMI juga, mendapat dukungan dari faktor teknis. Secara teknikal, BUMI memang seharusnya menguat karena harganya sudah mencapai level jenuh jual (oversold).

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.325 dan Rp2.000 sampai 2.050 sebagai level support kuatnya.

Bagaimana dengan laporan keuangan perseroan yang akan dirilis awal April?

Dari sisi aksi korporasi belum ada hal baru yang berpengaruh pada pergerakan sahamnya. Sebab, laporan keuangan BUMI sudah biasa terlambat sehingga belum bisa menjadi pemicu pergerakannya. Kalau sudah dirilis, baru hal itu bisa menjadi trigger.

Tapi, saya mendengar adanya rumor, bahwa para fund manager di pasar mengatakan saham BUMI akan diangkat. Hanya saya tidak tahu pastinya seperti apa. Tapi saya lebih melihat pada opportunity untuk beli pada saat harga BUMI sudah turun dan harga komoditas sudah naik.

Apakah sentimen market kondusif bagi pergerakan BUMI?

Sentimen market sejauh ini sangat positif. Sebab, kemarin pun bursa Eropa semuanya sudah bergerak positif. Apalagi, potensi capital inflow akan terus terjadi seiring inflasi Februari 3,81% (year on year), berada sedikit di atas ekspektasi pasar.

Bagaimana dengan santernya pemakzulan Sri Mulyani dan Boediono di DPR?

Kalaupun indeks hari ini ternyata bergerak negatif, terkait rekmomendasi DPR atas pemakzulan Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sidang Paripurna, itu hanya berpengaruh sebentar. Setelah itu, indeks akan kembali menguat hari ini juga. Sebab, harga komoditas sudah mulai rally.

Meski Boediono dan Sri Mulyani akan diturunkan dari jabatannya, market tetap akan berjalan normal. Meskipun, harus saya akui hal itu memberikan sedikit ruang bagi kepanikan pasar. Tapi, isu pemakzulan kedua tokoh penting itu sebenarnya sudah terjadi berminggu-minggu. Bukan suatu hal yang dadakan. Begitu berita ini terjadi, bisa jadi market malah akan rebound sebagai reversal kembali ke atas. Artinya, meskipun kedua orang tersebut dimakzulkan, pasar justru bisa saja bergerak positif.

Justru pada saat pasar turun, merupakan kesempatan untuk melakukan aksi beli. Sebab, para hedge fund asing pun akan melakukan pemborongan. Intinya, mengenai pemakzulan Sri Mulyani dan Boediono, pasar saat ini sudah lebih rasional.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI. Buy untuk mid term dan long term sangat bagus. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini