Arsip Blog

Senin, 26 Oktober 2009

wall street menekan ihsg tertekan bumi ... 261009

26/10/2009 - 13:27
Saham BUMI Pimpin Komoditas Tekan IHSG
Ahmad Munjin & Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, IHSG kembali terpuruk seiring memburuknya bursa Wall Street. Saham sektor komoditas memimpin penurunan, dengan pergerakan BUMI mendominasi pasar. Namun, ada potensi pembalikan arah pada penutupan nanti.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (26/10) sesi pertama, melemah 8,559 poin (0,35%) ke level 2.459,389. Indeks saham unggulan LQ 45 melemah tipis 1,874 (0,39%) ke level 483,223.

Volume transaksi tercatat sebanyak 2.257 juta lembar saham, senilai Rp 1,310 triliun dengan frekuensi 37.575 kali. Sebanyak 56 saham naik, 106 saham turun dan 59 saham stagnan.

Sektor tambang memimpin penurunan terbesar mencapai 1,11%, disusul sektor perkebunan yang merosot 0,8%, properti dan infrastruktur yang turun 0,6%, finansial 0,3% dan konsumsi 0,25%. Sedangkan beberapa sektor lain yang masih menguat antara lain industri dasar, aneka industri, manufaktur dan perdagangan.

Tekanan jual yang cukup tinggi dari saham-saham pertambangan menyusul melemahnya harga minyak dunia ke bawah level US$ 80 per barel. Koreksi harga minyak terjadi, setelah militan Nigeria menyatakan gencatan senjata dan prediksi musim dingin yang lebih hangat akibat El Nino.

Beberapa emiten perkebunan yang melemah antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) terkoreksi Rp150 ke Rp21.850, PT PP London Sumatera (LSIP) melemah Rp100 menjadi Rp8.350, dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp20 ke level Rp810.

Saham PT Bumi Resources (BUMI) mendominasi pergerakan bursa, dengan nilai transaksi Rp367 miliar atau 28% total perdagangan. Siang ini. anak usaha grup Bakrie ini, terpantau terkoreksi Rp50 (1,8%) ke level Rp2.700.

Betrand Raynaldi, analis dari Panca Global Securities mengatakan, pelemahan IHSG siang ini disebabkan sentimen negatif bursa Dow Jones. Namun, bursa Indonesia hingga penutupan sore nanti diperkirakan masih akan bergerak menguat.

“Indeks akan mengarah ke level resistance 2.497. Sedangkan 2.444 dan 2.398 akan menjadi level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (26/10).

Menurutnya, sentimen penguatan IHSG akan ditopang pergerakan positif bursa regional, terutama Hang Seng dan Nikkei. Ia pun optiomistis, IHSG akan tetap bergerak naik, meskipun indeks regional di sesi kedua ini bergerak negatif. “Pasalnya, bursa Indonesia sendiri sebenarnya sangat kuat.” ujarnya.

Bursa Asia siang ini masih menghijau. Indeks Hang Seng naik 379,21 poin (1,71%) di posisi 22.589,73, Nikkei 225 naik 66,88 (0,65%) menjadi 10.349,87, dan Straits Times menguat 3,15 poin (0,12%) ke level 2.718,49.

Tingginya harga minyak mentah dunia di level US$ 79 per barel, juga menjadi sentimen positif yang dapat mendorong positifnya saham-saham komoditas. Saat ini kenaikan harga minyak diakui memang dipicu faktor spekulasi. “Namun, pada saatnya harga minyak akan diikuti fundamentalnya,” imbuhnya.

Hal ini mengingat tanda-tanda ekonomi yang mulai membaik, menjelang musim dingin awal 2010. Selain itu juga merosotnya inventory minyak di AS, yang mengindikasikan kenaikan harga sumber energi ini. “Faktor-faktor ini akan mendorong tingginya demandsehingga harganya naik dan berpengaruh positif bagi saham sektor komoditas,” imbuhnya.

Sedangkan pengaruh positif dari rilis laporan keuangan perusahaan publik pekan ini, dinilai Bertrand baru akan berimbas pada bursa pekan depan. Sementara itu, merujuk pada laporan keuangan yang sudah dirilis, sektor perbankan kemungkinan akan mencatatkan net profit yang positif.

“Namun, laba bersih perbankan tidak signifikan, alias moderat akibat pengaruh pajak 40% yang didiskon sebesar 5%. Karena itu, imbasnya terbatas pada penguatan indeks hari ini,” tuturnya.

Beberapa saham pilihannya untuk sektor perbankan adalah PT Bank Danamon (BDMN) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Sedangkan untuk sektor komoditas, Bertrand menyarankan saham PT Indika Energy (INDY) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). Untuk sektor semen, PT Semen Gresik (SMGR) dinilai masih menarik. “Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk saham-saham tersebut dengan target hingga tahun depan,” pungkasnya.

Siang ini, beberapa emiten yang terkoreksi antara lain PT Telkom (TLKM) turun Rp100 ke posisi Rp8.550, PT Sampoerna (HMSP) melemah Rp100 ke Rp10.200, dan PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp100 ke posisi Rp13.850.

Demikian juga saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun Rp 50 menjadi Rp 7,550, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.550, dan PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp 25 menjadi Rp 4.775. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini