Arsip Blog

Sabtu, 31 Oktober 2009

sinetron badut: sesuai kontrak yang dibuat bersama...(3)

Jumat, 13/11/2009 00:00 WIB

Divestasi Newmont molor

oleh :

JAKARTA: Penyelesaian divestasi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara periode 2008-2009 senilai US$492,8 juta terpaksa diperpanjang hingga 23 November 2009 akibat Konsorsium Pemda Nusa Tenggara Barat dan PT Aneka Tambang belum juga menemukan titik temu soal pembagian porsi saham itu.



Di sisi lain, Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan No. 1532/III/PMA/2009 telah mengesahkan perubahan penyertaan modal perseroan terkait akuisisi 10% saham hak Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing, perusahaan patungan pemda dan Grup Bakrie sehingga mereka harus segera membayar US$392 juta ke perusahaan tambang itu.



Dirjen Mineral, Batu bara, dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Setiawan membenarkan penyelesaian pembelian 14% saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu diundur hingga 23 November.



"Kami [pemerintah, Pemda NTB dan Newmont] sudah sepakat soal itu diundur hingga 23 November. Kami juga menunggu keputusan Meneg BUMN dan Menteri Keuangan, apakah tetap menggunakan Antam se-bagai wakil pemerintah pusat atau ada skema lain," ujarnya kemarin.



Penyebab molornya divestasi 14% adalah antara Pemda NTB dan Antam sebagai wakil pemerintah masih tidak mencapai kesepakatan soal pembagian porsi saham.



Sebagai koordinator, Pemda NTB menawarkan Antam harus membayar penuh 50% dari 14% saham Newmont. Namun, BUMN itu hanya mendapatkan porsi 37,5%. Sisanya atau 12,5% harus diserahkan kepada pemda. "Skema itu ditolak oleh Antam."



Gubernur NTB Zainul Madji juga mengakui masih adanya ganjalan itu. "Kami sepakat memperpanjang jadwal penandatanganan hingga tenggat waktu 23 November 2009 untuk menyelesaikan persoalan yang secara internal masih belum selesai, terutama soal surat Menkeu karena Antam telah mengembalikan mandat penunjukan pembelian itu. Pemda ikut saja dengan keputusan rapat tadi [kemarin]."



Berkaitan dengan deadlock-nya penyelesaian divestasi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakuinya.



Menurut dia, pemerintah memutuskan tetap menjalankan proses divestasi meskipun nantinya Antam batal menjadi wakil pemerintah pusat untuk pembelian saham itu. (agust.supriadi@bisnis.co.id/ibeth. nurbaiti@bisnis.co.id)



Oleh Agust Supriadi & Nurbaiti

Bisnis Indonesia

bisnis.com



Harga Divestasi Newmont Akhirnya Disepakati
Pemerintah pun optimistis proses divestasi saham Newmont bisa tuntas 12 November.
SABTU, 31 OKTOBER 2009, 19:04 WIB
Umi Kalsum, Ferial

Seorang pekerja Newmont di lapangan tembaga dan emas Batu Hijau, Sumbawa Barat (VIVAnews/Hadi Suprapto)
BERITA TERKAIT
Kuartal III, Penjualan Emas Newmont Naik 675%
Gagal Bertemu Newmont, Pemda NTB Menyerah
Pemerintah Desak Tuntaskan Divestasi Newmont
Pertemuan Newmont - Pemda NTB Gagal
Divestasi Newmont Bisa Diperpanjang 30 Tahun
Web Tools

VIVAnews - PT Multicapital dan Newmont Nusa Tenggara sudah menyepakati harga jual divestasi saham 2006 dan 2007 sebesar 14 persen.

"Semua persyaratan yang diajukan kedua belah pihak sudah didrop, harga juga sudah turun kini keduanya siap melakukan transaksi akhir," ujar Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Departemen ESDM Bambang Setiawan seusai mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2009.

Dengan demikian, menurut dia, pemerintah optimistis proses divestasi saham Newmont baik terkait tahun 2006 dan 2007 maupun 2008 serta 2009 bisa dituntaskan sesuai jadwal yang direncanakan yaitu 12 November.

Bambang juga menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta kalau Multicapital mundur dari pembelian Newmont apabila tidak berani mengambil risiko.

"Ada pernyataan, usulan dari pemda dan Multicapital, kalau misalnya nanti anggaran dasar, anggaran rumah tangganya Newmont ada masalah dengan salah satu stakeholder-nya, ini kan nanti jadi risiko bagi pemda dan Multicapital. Soal itu, saya minta kalau persyaratan itu tidak usah masuk," kata dia.

Kalau memang pemda tahu bahwa itu berisiko, kata dia, jangan dibuat persyaratan lagi. "Bukan soal duitnya. Kita kan mau beli kan lihat, oh ini ada risiko nggak usah masuk. Itu bukan soal duit," kata dia.


• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini