Arsip Blog

Jumat, 30 Oktober 2009

bumi BROS di ihsg pekan 26-30 Okt 09

Kamis, 29/10/2009 17:23 WIB
Volatilitas IHSG Terseret Laju Ekstrem Bakrie 7
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - Saham-saham Bakrie 7 kembali berulah ekstrem pada perdagangan hari ini. Setelah ambruk pada perdagangan tadi pagi, menjelang penutupan, penguatan IHSG memberikan angin segar pada seluruh perdagangan saham. Koreksi tajam IHSG pun menipis.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (29/10/2009), saham-saham Bakrie 7 jatuh tajam dan memberikan sentimen yang sangat negatif pada seluruh perdagangan, menyeret IHSG ambruk 119,297 poin (5,09%) ke level 2.235,387.

Hampir seluruh saham baik saham raksasa maupun saham kecil ambruk pada sesi I tadi pagi. Sesaat setelah pembukaan, hanya 4 saham yang berada di teritori positif, sisanya berada di teritori negatif.

Ada dugaan kalau kejatuhan ini terkait dengan adanya aksi jual paksa (forced sell ) oleh sejumlah sekuritas terhadap portofolio nasabah-nasabahnya yang sudah memasuki batas Margin Call. Maklum saja, IHSG telah memasuki tren penurunan (bearish ) selama dua pekan.

Menurut sejumlah pelaku pasar, sangat mungkin kalau kejatuhan seketika level IHSG dalam waktu singkat dan transaksi tipis itu merupakan aksi forced sell yang dilakukan secara massal dalam waktu yang berdekatan. Apalagi, transaksi asing pun saat awal sesi I tidak tampak terlalu aktif.

Nah, saham-saham Bakrie 7 yang memang seluruhnya masuk dalam daftar saham yang bisa ditransaksikan dengan fasilitas marjin, sangat mungkin menjadi saham yang paling banyak terkena forced sell .

Seluruh saham Bakrie 7 ambruk tajam di sesi I. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sempat jatuh ke Rp 2.150, turun Rp 250 (10,41%), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sempat jatuh ke Rp 87, turun Rp 9 (9,37%), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sempat jatuh Rp 40 (16,32%) ke Rp 205, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sempat jatuh rp 25 (9,25%) ke Rp 245.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sempat jatuh Rp 80 (11,42%) ke Rp 620, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat jatuh Rp 19 (12,17%) ke Rp 137 dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sempat jatuh Rp 11 (10%) ke Rp 99.

Harga saham-saham Bakrie 7 yang terpuruk ini kemudian memberikan sentimen negatif pada perdagangan seluruh saham. Namun perlahan-lahan, IHSG mulai merangkak mengurangi penurunannya selama perdagangan hari ini, seiring dengan penguatan perlahan saham-saham Bakrie 7.

Menjelang penutupan sesi II, seluruh saham Bakrie 7 mendadak kebanjiran posisi beli. Rupanya, bursa Eropa yang dibuka menguat tipis membuat investor asing mulai melakukan aksi pembelian terhadap saham-saham Bakrie 7, meskipun tercatat masih net sell.

Namun dengan datangnya angin positif pada saham-saham Bakrie 7, seluruh perdagangan pun kembali bergairah melakukan pembelian. Wajar saja, saham-saham Bakrie 7 merupakan saham favorit investor asing. Jadi, pergerakan saham-saham Bakrie 7 sering dijadikan acuan para investor domestik guna menentukan arah IHSG.

Saham BUMI ditutup naik Rp 75 (3,12%) ke Rp 2.475 senilai Rp 1,862 triliun, BNBR ditutup naik Rp 5 (5,2%) ke Rp 101 senilai Rp 164,896 miliar, ENRG ditutup naik Rp 30 (12,24%) ke Rp 275 senilai Rp 101,979 miliar, ELTY naik Rp 10 (3,7%) ke Rp 280 senilai Rp 98,948 miliar, UNSP naik Rp 10 (1,42%) ke Rp 710 senilai Rp 92,575 miliar, DEWA naik Rp 14 (8,97%) ke Rp 170 senilai Rp 52,434 miliar dan BTEL naik Rp 5 (4,54%) ke Rp 115 senilai Rp 31,857 miliar.

Fluktuasi ekstrem saham Bakrie 7 hari ini jelas menunjukkan pengaruh kuatnya terhadap IHSG. Ketika saham-saham Bakrie 7 ambruk tajam, IHSG pun terseret sangat dalam. Sebaliknya, ketika saham-saham Bakrie 7 kemudian menguat tajam menembus teritori positif, IHSG pun terus menguat dan mengurangi minus 119 poin yang dialami pagi tadi.

IHSG ditutup di level 2.344,033, turun tipis 11,281 poin (0,47%) dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,299 triliun. (dro/dnl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini