Arsip Blog

Selasa, 27 Oktober 2009

ANALIS PRO jadi BLOON di depan nasib BUMI...

........... asal tau aja, hampir 90% analisis para prof TIDAK TERBUKTI terkait saham bumi dalam 1 bulan terakhir ... terutama kalo bicara soal harga saham bumi ... JADI, DIBACA BOLEH, DIPANTAU SILAKAN, DIIKUTIN JANGAN DAH :P ...

27/10/2009 - 10:02
Aji Martono
BUMI Masih Kuat, ‘Buy’!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (27/10) diperkirakan menguat, mengingat besarnya volume perdagangan kemarin dan aksi korporasi perseroan. Rekomendasi beli untuk BUMI.

Aji Martono, technical analist PT Indomitra Securities mengatakan, penguatan BUMI masih cukup menarik dilihat dari sisi volume perdagangan kemarin yang sangat positif, dimana di akhir sesi, terjadi bargaining pada saham batubara PTBA (PT Tambang Batubara Bukit Asam).

“Karena itu terbuka peluang saham-saham lainnya, seperti ADRO (PT Adaro Energy), ANTM (PT Aneka Tambang), INCO (PT International Nickel International) dan BUMI akan mendapat giliran untuk menguat hari ini,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (26/10), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,90%) menjadi Rp2.725, ketimbang sebelumnya di level Rp2.750, dengan intraday Rp2.800 dan Rp2.675. Volume transaksi mencapai 167,8 juta unit saham, senilai Rp 459,5 miliar dan frekuensi 5.302 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Apa prediksi Anda terkait pergerakan BUMI hari ini?

BUMI masih ada peluang menguat, karena harga minyak mentah dunia masih di kisaran tinggi level US$ 80 per barel. Jika berpatokan pada minyak, sementara batu bara sebagai substitusinya, maka saham batu bara, termasuk BUMI, berpeluang menguat hari ini. Harga minyak mentah dunia akan menjadi pendorong penguatan saham-saham alternatif energi minyak, yaitu batu bara. Pada akhirnya, investor pun akan kembali memburu BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.875 dan Rp2.650 sebagai level support-nya. Jka mencermati perdagangan kemarin, saham PTBA (PT Tambang Batubara Bukit Asam) di akhir sesi, terjadi bargaining. Karena itu terbuka peluang saham-saham lainnya, seperti ADRO (PT Adaro Energy), ANTM (PT Aneka Tambang), INCO (PT International Nickel International) dan BUMI akan mendapat giliran untuk menguat hari ini.

Tapi, secara teknikal, pergerakan BUMI saat ini berada di koridor yang cukup sempit di level support-resistance tadi. Padahal, penguatan BUMI masih cukup menarik dan dari sisi volume perdagangan kemarin masih sangat positif. Artinya, potensi penguatan pada perdagangan hari ini lebih tinggi.

Bagaimana dengan sentimen market?

Ya memang, pasar juga harus merespon pergerakan bursa global dan regional, terutama Nikkei dan Hang Seng. Karena itu, saham BUMI saat ini dijadikan benchmark saham-saham Bakrie lainnya.

Sentimen aksi korporasi?

Dari sisi ini sebenarnya sangat positif bagi BUMI. Salah satunya adalah pembelian hampir 100% saham Herald Resources. Begitu juga dengan pinjaman dari China Investment Corporaton (CIC) senilai US$1,9 miliar. Namun market lebih melihat faktor teknikal, sehingga yang menjadi fokus adalah pergerakan BUMI itu sendiri.

Aksi perseroan sangat menarik untuk jangka panjang. Karena, dana yang diperoleh benar-benar diperuntukkan bagi biaya operasional perseroan dan bukan untuk menutupi utang. Karena itu, ke depan kapasitas produksi BUMI semakin besar. Justru itu pengaruhnya sangat positif bagi BUMI. Tapi karena investor terlalu fokus pada faktor teknikal, level Rp2.875 dan Rp2.650 merupakan trading range apakah investor akan mengambil posisi sell apabila sudah mencapai Rp 2.875 atau jual juga bila tembus di bawah level support-nya Rp 2.650.

Apa rekomendasi Anda?

Buy position untuk BUMI dengan target saham ini bisa merambat naik ke level Rp3.475 dan 3.800 di akhir tahun. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini