Arsip Blog

Jumat, 30 Oktober 2009

asing MASUK LAGE ... 301009

Jumat, 30/10/2009 16:55 WIB
Investor Asing Borong Saham Rp 500 Miliar
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - Investor-investor asing mulai melakukan pembelian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing di pasar reguler mencapai Rp 502,294 miliar.

Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Jumat (30/10/2009), total nilai transaksi beli asing mencapai Rp 2,880 triliun di seluruh pasar, sedangkan transaksi jual asing di seluruh pasar sebesar Rp 2,382 triliun.

Nilai tersebut sudah termasuk transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Bristol Myers Squibb's Indonesia Tbk (SQBI - SQBB) senilai Rp 1,451 triliun yang diperantarai oleh PT Bahana Securities (DX). Transaksi ini merupakan bagian dari rencana akuisisi 97,97% saham Bristol oleh Taisho Pharmaceutical, perusahaan farmasi asal Jepang.

Diluar transaksi tersebut, total transaksi beli asing di pasar reguler mencapai Rp 1,320 triliun, meningkat drastis dibandingkan dengan aksi beli asing selama sepekan kemarin yang selalu ditutup net sell. Untuk transaksi jual asing di pasar reguler hari ini sebesar Rp 817,706 miliar.

Dengan demikian, transaksi beli bersih (net buy) asing mencapai Rp 502,294 miliar.

Konsentrasi pembelian asing terutama pada saham-saham batubara dan perbankan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dibeli asing sebesar Rp 143,498 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 78,034 miliar. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 61,407 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 6,755 miliar.

Untuk saham perbankan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dibeli asing sebesar Rp 118,951 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 108,586 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 59,214 miliar, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebesar Rp 34,130 miliar.

Saham-saham lainnya yang menjadi incaran asing seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 159,701 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 106,571 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 42,372 miliar, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sebesar Rp 45,053 miliar, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebesar Rp 12,901 miliar dan sebagainya.

Untuk saham-saham yang menerima tekanan jual asing antara lain: PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 33,227 miliar, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp 13,512 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 29,987 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 20,818 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 15,988 miliar, PT London Sumatera Tbk (LSIP) sebesar Rp 9,774 miliar dan sebagainya.

Aksi pembelian asing ini memberikan angin segar pada lantai bursa pasca kejatuhan berturut-turut secara tajam selama hampir dua pekan. IHSG pun sejak pembukaan tadi pagi langsung menanjak cepat, malah sempat menembus level 2.400.

Meski akhirnya ditutup di bawah level 2.400, namun tren penguatan masih terlihat dengan naiknya saham-saham unggulan pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup di level 2.367,701, naik 23,668 poin (1%) dengan nilai transaksi Rp 6,642 triliun.
(dro/qom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini