Arsip Blog

Jumat, 30 Oktober 2009

bumi BERKALIMANTAN RIA terus (2)

NILAI AKUISISI TAMBANG US$ 500 JUTA, BHP Tertarik Tawaran Bumi
30/10/2009 08:21:58 WIB
Oleh Yohana SP Philips dan Jauhari Mahardhika

JAKARTA, INVESTOR DAILY
BHP Billiton Ltd merespons positif penawaran yang diajukan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait akuisisi tambang batubara Maruwai di Kalimantan Tengah. Nilai penjualan aset perusahaan batubara terbesar di dunia itu sekitar US$ 500 juta.

BHP terus mengkaji rencana pelepasan 100% hak pengelolaan tambang batubara berkalori sangat tinggi (coking coal) tersebut. Perusahaan asal Australia itu juga mempelajari penjualan 25% saham pada setiap proyek di Kalimantan. “Penawaran akan difinalisasi pada 2 November 2009,” kata sumber yang mengetahui rencana penjualan aset BHP, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/10).

Proyek batubara BHP Billiton di Kalimantan dikelola oleh sejumlah anak usaha perseroan yaitu PT Lahai Coal, PT Maruwai Coal, PT Kalteng Coal, PT Pari Coal, PT Ratah Coal, PT Julai Coal, dan PT Sumber Barito Coal. Luas konsesi tambang batubara tersebut sekitar 355 ribu hektare (ha).

Khusus proyek Maruwai di Kalteng, BHP memproyeksikan kapasitas produksi batubara jenis coking coal (kokas) sebanyak satu juta ton per tahun. Coking Coal dibutuhkan untuk campuran bahan baku produksi baja.

Sementara itu, Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava menegaskan, pihaknya masih berminat terhadap tambang batubara milik BHP. “Kami sudah menyampaikan minat perusahaan kepada BHP. Kami sedang mencari pendanaan secara optimal untuk mendanai rencana pertumbuhan dan diversifikasi usaha,” ujarnya kepada Investor Daily, kemarin.

Selain Bumi Resources, sejumlah perusahaan lokal dan asing juga berambisi mengambil alih tambang batubara BHP di Maruwai. Mereka adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Itochu Indonesia.

BHP juga mengkaji opsi kerja sama operasi (joint operation) selain pelepasan kepemilikan di Maruwai. Salah satu perusahaan yang disebut-sebut bakal digandeng oleh BHP adalah Rio Tinto.

BHP telah menunjuk UBS Securities sebagai penasihat keuangan terkait aksi korporasi tersebut. Namun, Presiden Direktur UBS Securities Sarah Jane enggan menjelaskan lebih rinci. “Masih rahasia,” ujarnya.

Cari Pinjaman
Sebagai calon pembeli tambang BHP, Bukit Asam akan mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan dana akuisisi. “Selain dana internal, kami juga akan mencari pinjaman,” kata Dirut Bukit Asam Sukrisno.

Bukit Asam menyiapkan dana internal sebesar US$ 150 juta untuk akuisisi. Pihaknya akan membentuk konsorsium untuk mengeksekusi tambang batubara milik BHP. Perseroan siap memimpin konsorsium tersebut dengan kepemilikan saham sebesar 51%.

Sukrisno pernah mengungkapkan, sejumlah perusahaan tambang dan private equity telah berminat untuk masuk dalam konsorsium perseroan, termasuk perusahaan tambang BUMN.

Selain tambang milik BHP, Bukit Asam juga menggelar uji tuntas sejumlah kuasa penambangan (KP). Belum lama ini, perseroan telah mengakuisisi 51% saham perusahaan tambang batubara milik Grup Rajawali di Kalimantan Timur. Nilai akuisisi itu sebesar US$ 17,5 juta.

Produksi tambang batubara tersebut akan dimulai pada akhir Oktober ini. Tahap awal, kapasitas produksinya sebanyak 100 ribu ton. Hingga akhir tahun, Bukit Asam optimistis mampu menjual batubara sebanyak 13,5 juta ton. Hingga semester I-2009, penjualan batubara perseroan mencapai 5,8 juta ton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini