Arsip Blog

Sabtu, 24 Oktober 2009

analisis profesional @ BUMI + CIC

samuel sekuritas
Bumi Resources (BUMI) BUY (Maintain)
Price : Rp2,950 Target Price: Rp3,625
Things are not that Bad
CIC loan: short term pain, but potential M&A opportunities. Harga saham BUMI
telah terkoreksi sebesar 12.5% sejak pengumuman pinjaman dari CIC sebesar US$1.9miliar
karena bunga pinjaman yang tinggi (sebesar 12% dan IRR 19%). Kami aware pinjaman
tersebut akan meningkatkan borrowing cost, dan posisi leverage. Manajemen terlihat
mengorbankan pertumbuhan jangka pendek untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang,
baik organik maupun anorganik dengan kondisi cashflow yang lebih sehat.
Cashflow will improve and got tax saving. Pinjaman CIC akan digunakan untuk
refinancing utang CS senilai US$1,307 juta, pelunasan dini utang akuisisi FBS, Dewa dan
Pendopo senilai US$380 juta, working capital senilai US$203 juta. Total utang yang tersisa
nantinya sebesar US$2,380 juta (US$1.9 miliar+CB US$105 juta dan US$375 juta), DER
diperkirakan meningkat menjadi 1.3x di FY10. Namun setelah refinancing dan early
repayment, cashflow akan membaik, pembayaran pajak lebih kecil (tax saving US$89 juta)
dan total kas diperkirakan mencapai US$1.2 miliar di tahun 2011. BUMI diperkirakan masih
sanggup membayar principal loan + premium di tahun 2013-2014, walau besar
kemungkinan sebagian utang akan refinancing.
Cut our FY09-11 earnings estimate by 10.7%-22.4%. Tambahan bunga yang harus
dibayar adalah sebesar US$130.2 juta pa. Selain beban bunga, BUMI juga harus membayar
7% premium yang akan diaccrued mulai 4Q09. Total premium akan dilunasi pada saat
pelunasan pokok utang mulai tahun 2013-2015 dengan jumlah total sebesar US$860 juta.
Dengan memfaktorkan tambahan bunga dan accrued premium, kami memangkas proyeksi
laba bersih sebesar 10.7% di FY09, 35.7% di FY10 dan 22.4% di FY11.
Reduce price target to Rp3,625 but Maintain BUY. BUMI diperdagangkan pada PE’10
dan EV/EBITDA’10 masing-masing sebesar 18.8x dan 6.4x, premium terhadap rata-rata
sektor 14.1x dan 6.9x. Namun valuasi PE dan EV/EBITDA akan turun menjadi 10.5x dan
4.8x di FY11 seiring dengan kenaikan produksi yang diproyeksikan naik menjadi 74 juta ton
(dari 58 juta ton di FY09). Manajemen menargetkan produksi batubara sebesar 111 juta
ton di 2012. Kami secara konservatif menargetkan 88 juta ton setelah memfaktorkan
kontribusi FBS dan Pendopo. Revisi yang kami lakukan berdampak pada penurunan target
harga menjadi Rp3,625/saham (dari Rp4,000/saham). Price catalyst dalam jangka pendek
al: naiknya volume produksi di 2H09, potensi M&A Berau Coal dan Newmont deal.
Maintain BUY

1 komentar:

  1. long term loan akan terkontrol apabila sebagian asset tetap dimanfaatkan dgn peningkatan sdm sebagai perkembangan input dalam ketercapaian profit margin



    sumber: seminar ekonomi makro universitas syahkuala
    narasumber. H.Nasrillah anis.MM

    BalasHapus

Welcome All of You

Cari di Blog Ini