Arsip Blog

Kamis, 29 Oktober 2009

bumi 1700, SEMUA ORANG PERCAYA, kecuali...

29/10/2009 - 09:36
Ukie Jaya Mahendra
Saatnya Replacement BUMI

NILAH.COM, Jakarta – Besarnya tekanan jual dan sentimen negatif regional diprediksikan akanmenekan saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (29/10). Inilah kesempatan emas untukreplacement.

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Sekuritas mengatakan pelemahan BUMI di-trigger oleh market regional yang bergerak negatif seiring buruknya beberapa indikator ekonomi di AS.

Isu ini pun sebenarnya tidak signifikan, namun dimanfaatkan pasar untuk replacement saham. “BUMIakan mengarah ke level support Rp2.200-2.100 dan Rp2.550 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (28/10) BUMI ditutup melemah Rp150 (5,8%) ke level Rp2.400, dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.350. Volume transaksi mencapai 535,4 juta unit saham senilai Rp1,2 triliun dan frekuensi 15.498 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Setelah beberapa hari melemah tajam, bagaimana pergerakan BUMI hari ini?

Saya kira BUMI masih akan mengalami tekanan jual yang di-trigger negatifnya market regional. Hal ini seiring buruknya data consumer confident di AS. Meski isu ini tidak signifikan, tapi pasar memanfaatnya sebagai momentum melakukan replacementsaham.

Indeks Shanghai saja, sejak beberapa bulan lalu sudah melakukan replacement 20%-an. Sementara IHSG tahun ini belum terjadi replacement yang signifikan. Jadi, setelah mencapai 2.559, indeks berpeluang mengarah ke level 2.100, bahkan bisa ke 2.000 sebelum rebound kembali. Hal ini ditandai tekanan jual yang besar dari broker asing. Kemarin pun asing sudah melakukan aksi jual mencapai Rp200 miliar.

Akan bergerak pada kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.200-2.100 dan Rp2.550 sebagai levelresistance-nya.

Bagaimana dengan sentimen dari grupnya? Apakah imbasnya masih cukup besar?

Selain market, saham ini juga mendapat sentimen negatif dari grupnya. Saham Bakrie Group mengalami tekanan jual yang signifikan karena rumor-rumor masalah utang dan repo.

Kemudian BUMI sendiri diguyur oleh broker asing dengan crossing atau TS (transaksi internal tutup sendiri) di level Rp1.700. Hal itu menjadi isu di pasar bahwa BUMI akan dikembalikan ke level Rp1.700, sebelum dinaikkan kembali ke atas level Rp 3.000. Jadi, yang menjual TS di level 1.700 menginginkan BUMI kembali ke level itu. Itu rumor di pasar atau grey area.

Dari sisi teknikal bagaimana?

Secara teknikal, BUMI cenderung melemah menuju Rp 2.200 terlebih dahulu. Apalagi, indeks Dow Jones semalam melemah di atas 1%. Begitu pula dengan bursa Eropa, BUMI sangat potensial menembus ke bawah level Rp 2.200, sebelum reboundkembali. Pelemahan BUMI juga dipicu merosotnya harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di US$ 77 per barel .

Karena itu, volatilitas saham BUMI hari ini masih besar, naik turun hingga 5-10%. Tapi kecenderungan melemahnya lebih besar, ketimbang penguatannya. Kalaupun turun, hanya 5%, sebesar Rp150 per saham.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Jika BUMI melemah ke arah Rp 2.200, sebaiknya investor jangka pendek melakukantrading buy. Dan pada saat terjadi technical rebound, bisa keluar kembali dari saham sejuta umat ini. Bagi investor mid-long term tidak perlu khawatir untuk melakukan aksi beli.

Tapi, jika ternyata BUMI menembus Rp 2.200 dan mengarah ke level Rp2.100, direkomendasikan strong buy terutama bagi long term invsetor. Level itu sangat baik dan menjadi kesempatan emas untuk replacement di BUMI. Pelaku pasar sebaiknya jangan panik pada saat BUMI melemah saat ini. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini