Arsip Blog

Senin, 26 Oktober 2009

bumi 4000, LAGE disurung-surung ...

26/10/2009 - 09:10
Bayu Aji
‘Strong Buy’ untuk BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Positifnya penutupan akhir pekan lalu, dengan volume transaksi yang besar diprediksikan akan mengerek naik saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Senin (26/10). Strong buy untuk BUMI!

Bayu Aji, analis dari First Asia Capital menilai, BUMI hari ini berpeluang naik, melanjutkan technical rebound akhir pekan lalu yang diiringi volume transaksi besar. Sentimen lain berasal dari positifnya bursa saham regional.

“BUMI akan mengarah ke level resistance 2.950 dan 2.600 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (23/10), BUMI ditutup menguat Rp 100 (3,77%) menjadi Rp 2.750, dengan intraday Rp 2.775 dan Rp 2.575. Volume transaksi mencapai 362,2 juta, senilai Rp 974,1 miliar dan frekuensi 12.418 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Saya pikir BUMI akan mengalami technical rebound, melanjutkan penguatannya akhir pekan lalu yang diiringi volume transaksi besar. Penguatan juga terjadi seiring positifnya sentimen market yang terimbas penguatan bursa saham regional.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance 2.950 dan 2.600 sebagai level support-nya. Setelah pekan lalu BUMI terperosok sebentar ke level Rp 2.575. Saat yang sama, ketika indeks sempat negatif, saham sejuta umat ini kembali rebound. Karena market, baik regional maupun global memberikan sentimen positif. Itu pula yang mungkin terjadi hari ini.

Pekan ini indeks akan diwarnai banyaknya laporan keuangan perusahaan publik yang dirilis. Kondisi ini juga akan membawa indeks bergerak positif. Begitu juga dengan BUMI, karena saham ini merupakan salah satu saham buruan investor saat market bullish.

Kalau begitu, apa penopang utama penguatan BUMI?

Pada saat yang sama, harga minyak masih positif di level US$ 80-an per barel dan masih berpotensi terus menguat. Hal ini didukung musim dingin awal 2010 dan menipisnya cadangan minyak AS, yang dipastikan akan meningkatkan demand. Minyak terus menguat, BUMI juga.

Bahkan, sebelumnya pun harga minyak mentah dunia sempat menguat ke level US$ 82 per barel. Karena itu, dari sisi harga komoditas tidak akan menghambat penguatan BUMI. Harga batubara juga masih stabil pada level US$ 71 per barel.

Bagaimana sentimen negatif dari rencana pembelian obligasi senilai US$ 500 juta?

Sentimen dari aksi korporsi tidak akan berpengaruh banyak pada BUMI hari ini. Karena, rencana penerbitan obligasi senilai Rp US$ 500 juta yang pekan lalu menjadi sentimen negatif, belum ada kejelasan lebih jauh. Meskipun investor sebenarnya masih banyak yang khawatir terkait rencana penerbitan obligasi itu. Pasar menilai utang itu akan menggerus laba bersih perusahaan. Tapi, ini belum confirm juga. Menurut saya tidak akan mengganggu laju BUMI hari ini.

Masih ada ancaman tekanan jual dari asing seperti yang terjadi pekan lalu?

Tekanan jual dari asing hari ini akan mereda sehingga tidak lagi menjadi tekanan bagi BUMI. Meskipun investor lokal masih mengkhawatirkannya. Asing sendiri sebenarnya akan kembali membeli BUMI di level bawah. Hari ini, asing sudah saatnya kembali mengakumulasi saham BUMI kembali setelah aksi jual sebelumnya yang dilakukan secara berturut-turut. Mereka, asing baru akan kembali menjual pada saat BUMI kembali recover naik. Yang dilakukan asing akan diikuti juga oleh pelaku pasar domestik.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI dengan target Rp 4.000 di akhir tahun. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini