Arsip Blog

Rabu, 28 Oktober 2009

maseh ada yang ngebelain BUMI ...

28/10/2009 - 09:11
Gina Novrina Nasution
‘Speculative Buy’ untuk BUMI!

Gina Novrina Nasution
(inilah.com/Dokumen)
Gina Novrina Nasution

‘Speculative Buy’ untuk BUMI!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Rabu (28/10) diprediksikan menguat seiring valuasinya yang sudah berada di area oversold. Speculative buy untuk BUMI!

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, penguatan BUMI hari ini lebih disebabkan faktor teknikal. Saham sejuta umat ini menunjukkan adanya gap, sehingga penurunan yang tajam yang terjadi pada perdagangan kemarin akan menjadi senitmen positif bagi BUMI.

“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.775 dan Rp2.825 untuk resistance berikutnya. Sedangkan level support berada di angka Rp2.450 dan Rp2.325 sebagai level support berikutnya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (27/10), saham BUMI ditutup melemah Rp175 (6,42%) menjadi Rp2.550, dengan intraday Rp2.675 dan Rp2.500. Volume transaksi mencapai 410,9 juta unit saham, senilai Rp1,05 triliun dan frekuensi 13.572 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin terkoreksi tajam, apakah BUMI hari ini berpeluang menguat?

Saya perkirakan BUMI akan mengalami technical rebound. BUMI menunjukkan adanya gap, sehingga penurunan tajam pada perdagangan kemarin akan mendorong penguatan hari ini. Indikator William%R-nya sudah menunjukkan pelemahan dan BUMI memasuki area oversold. Karena itu potensi untuk rebound lebih besar dibandingkan pelemahannya.

Kisaran pergerakannya?

Akan mengarah ke level resistance Rp2.775 dan bila tembus akan mengarah ke Rp2.825. Sedangkan level support berada di angka Rp2.450 dan Rp2.325 sebagai level support berikutnya.

Ada potensi pelemahan?

Ya. Pelemahan ke arah level support Rp2.450. Bahkan kalau ini terjadi justru sebagai koreksi yang sehat untuk menciptakan penguatan berikutnya yang lebih kuat. Sehingga, potensi kenaikan BUMI menjadi lebih besar lagi. Hari ini, pasar lebih berpatokan pada faktor teknikal.

Bagaimana dengan sentimen market?

Justru itu. BUMI menjadi lebih besar potensi penguatannya jika didukung technical rebound indeks. Itu sangat mungkin terjadi, seiring positifnya data consumer confident di AS. Apalagi, indeks Dow Jones kembali ditutup positif sehingga bursa regional terbawa arus penguatan yang ditopang kenaikan harga minyak mentah dunia ke arah US$ 80 per barel. Saya rasa BUMI hari ini berpotensi menguat.

Sentimen korporasi bagaimana?

Pengaruh negatif dari aksi korporasi tidak akan berpengaruh lagi hari ini. Semua sentimen negatif sudah terfaktorkan pada harga BUMI kemarin dan pelemahan sebelumnya. Apalagi, orang juga masih belum tahu secara pasti pinjaman dari CIC (China Investment Corporation) US$ 1,9 miliar itu untuk apa.

Terkait isu repo BNBR yang saat ini beredar, apakah ini akan menekan BUMI?

Isu repo itu saya pikir hanya spekulasi pelaku pasar untuk melepas saham Bakrie Group termasuk BUMI. Bahkan, kemarin sore pun sebenarnya, BUMI sudah mulai ada pembalikan arah menguat walaupun masih tipis, tepatnya pada penutupan sesi kedua. Reaksi serupa terjadi pada rencana penerbitan obligasi senilai US$ 500 juta pada 2009 ini. Yang terpenting, dana itu akan digunakan untuk apa. Apakah untuk capital expenditure atau ekspansi. Semua sentimen itu sudah price in di pasar.

Lantas apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan speculative buy di level Rp2.450 dengan mencermati pergerakan harganya. Tapi, bagi investor jangka panjang lebih baik buy on weakness. [ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini