Arsip Blog

Rabu, 03 Februari 2010

bumi sudah tidak murah lage, analis pro ragu ... 030210

02/02/2010 - 09:46
David Cornelis
BUMI Memberikan ‘Sinyal’ Naik

INILAH.COM, Jakarta – Secara teknis, saham BUMI, pada Selasa (2/2) masih berpotensi menguat, meski kurang didukung volume transaksi dan sentimen market. Trading buy untuk BUMI!

Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan, meski volume transaksi dan sentimen market kurang mendukung, saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini memberikan sinyal menguat.

“BUMI akan mengarah ke level resistance 2.675 dan 2.450 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Senin (1/2), saham BUMI ditutup menguat Rp75 (3,03%) menjadi Rp2.550 dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.425. Volume transaksi mencapai 192,3 juta unit saham senilai Rp477,1 miliar dan frekuensi 5.257 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin menguat Rp75, apakah saham BUMI akan melanjutkan penguatan hari ini?

Ada sinyal penguatan. Tapi ini semata faktor technical menyusul pelemahan di pekan lalu dalam sepekan penuh. Saya melihat pergerakan harganya masih on track. Secara teknis, ada sinyal yang menunjukkan saham ini masih akan bergerak naik. Namun demikian, kenaikan saham ini tidak didukung oleh besarnya volume transaksi dan positifnya sentimen market. Kenaikan hari ini hanya momentum teknis saja. Kenaikan kemarin pun, masih berupa signal dan harus didukung dengan kondisi market regional yang positif hari ini dan penguatan harga batubara global.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance 2.675 dan 2.450 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan kenaikan harga minyak ke level US$74 dari US$72 per barel ?
Itu bisa juga mendukung penguatan BUMI. Tapi kalau hanya naik US$1 per barel tidak signifikan pengaruhnya. Saya mengharapkan bursa Wall Street akan mengalamitechnical rebound. Begitu juga dengan harga komoditas lainnya, sehingga bisa mendukunng kenaikan saham BUMI hari ini.
Apakah valuasi BUMI masih murah saat ini?

Dari sisi valuasi untuk saat ini masih cukup. Tidak terlalu mahal, namun tidak dapat dikatakan murah dalam jangka pendek. Apa yang diproyeksikannya saat ini didasarkan pada gerakan momentum yang terbangun dari pergerakannya kemarin walaupun relatif masih kurang solid. Tapi setidaknya mengindikasikan masih berpotensi untuk naik.

Sementara itu, harga batu bara di New Castle di level US$91 per metrik ton tidak cukup menopang penguatan BUMI lebih jauh hari ini. Batubara bisa menopang penguatannya untuk jangka panjang.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya menargetkan saham BUMI di level Rp3.200 untuk kuartal pertama 2010. Untuk pelaku pasar saya rekomendasikan trading buy dan bagi investor jangka panjang saya sarankan buy. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini