Arsip Blog

Jumat, 12 Februari 2010

bumi dikepunk KERUMUNAN SENTIMEN (2) ... 120210

e-trading:
Technical Picks

BUMI (2,225) – BUY
AALI (23700) – BUY
TLKM (8750) – BUY
BBNI (1860) – BUY.
Bumi cari dana US$500 juta
Opsi penerbitan saham & obligasi dijajaki

JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk menjajaki dua opsi pendanaan senilai US$500 juta termasuk penerbitan obligasi tukar untuk membiayai ekspansi bisnis tahun ini.
Seorang eksekutif Bumi mengatakan produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu masih menjajaki dua opsi yakni menawarkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau menerbitkan obligasi tukar. "Bumi kemungkinan akan masuk ke pasar pada paruh kedua tahun ini," ujarnya.

Eksekutif lainnya mengatakan Bumi telah memberi mandat kepada Credit Suisse dan JPMorgan Securities terkait dengan rencana penerbitan surat utang minimal US$300 juta. Dia mengatakan kedua bank investasi itu sedang menyiapkan penerbitan utang dalam rangka membantu pembiayaan akuisisi 90% saham PT Berau Coal oleh PT Recapital Advisors.

"Kemungkinan besar pendanaan berupa penerbitan utang, tetapi, Bumi belum memutuskan struktur utangnya. Yang pasti, Credit Suisse dan JPMorgan terlibat di dalamnya," kata sumber yang menolak diungkap jatidirinya itu.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama Bumi Ari Saptari Hudaya dan Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava tidak merespons panggilan maupun pesan singkat yang dikirimkan ke telepon genggamnya.

Tekanan jual mulai mereda, harga saham Bumi kemarin turun 1,11% atau Rp25 ke level Rp2.225, menjadikannya bernilai kapitalisasi pasar Rp43,17 triliun. Harga saham sepanjang tahun berjalan terkoreksi 8,25%, sedangkan dalam setahun terakhir masih memberi keuntungan 198,87%.

Berdasarkan struktur rencana akuisisi Berau Coal, Bumi akan menyediakan utang subordinasi senilai US$300 juta kepada PT Bukit Mutiara untuk membeli 90% saham Berau Coal senilai US$1,48 miliar. Sebanyak 99% saham Bukit Mutiara dimiliki oleh Recapital.

Sebagai gantinya, Bumi akan mengamankan hak pemasaran batu bara secara eksklusif dari Berau melalui Bukit Mutiara, yang akan mengontrol Regulus and Maple (Labuan). Perusahaan ini dijadwalkan untuk menyusun perjanjian pemasaran dengan Berau Coal.

Penawaran saham baru

Lebih jauh, eksekutif itu menambahkan Bumi masih menjajaki rencana penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahul (HMETD). Bapepam-LK menaikkan batas maksimal saham yang diterbitkan tanpa HMETD ini menjadi 10% dari semula 5% dalam Peraturan Nomor IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Semula, Bumi disebutkan akan menawarkan saham baru itu secara langsung kepada China Investment Corporation (CIC). Untuk itu, perseroan mengagendakan untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 7 Januari 2010.

Namun, belakangan rapat ditunda sampai waktu yang tidak dapat ditentukan karena menurut manajemen pembahasan dengan calon pemodal belum tuntas.

Terkait penjualan batu bara, Dileep mengatakan perseroan pada sepanjang tahun lalu melampaui 58 juta ton, atau naik sekira 12,62% dibandingkan dengan volume penjualan pada 2008 sebanyak 51,5 juta ton.

Dia menjelaskan penjualan itu mencapai target yakni pertumbuhan 10% dibandingkan dengan tahun lalu, sebagaimana dipaparkan manajemen pada kuartal I/2009. Adapun untuk produksi, dia menyebutkan jumlahnya melebihi 60 juta ton. "Laporan audit 2009 akan kami sampaikan pada 31 Maret 2010," jelasnya pada 20 Januari. (pudji. lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
e-trading
BUMI: Cari Dana US$500 Juta

PT Bumi Resources Tbk menjajaki dua opsi pendanaan senilai US$500 juta termasuk penerbitan obligasi tukar untuk membiayai ekspansi bisnis tahun ini. Seorang eksekutif Bumi mengatakan produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu masih menjajaki dua opsi yakni menawarkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau menerbitkan obligasi tukar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini