Arsip Blog

Jumat, 12 Februari 2010

bumi dikepunk KERUMUNAN SENTIMEN ... 120210

11/02/2010 - 10:05
Irwan Ibrahim
Minyak dan Batubara Siap Topang BUMI


(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (11/2) diprediksikan menguat seiring kenaikan harga minyak dunia dan batu bara. Saatnya Long term buy untuk BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi penguatan saham BUMI hari ini salah satunya karena faktor kenaikan kembali harga minyak mentah dunia ke level US$74 per barel . Harga batubara pun terpicu naik.

“Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.350 dan level support-nya Rp2.150,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (10/2) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (2,17%) menjadi Rp2.250 dengan intraday Rp2.350 dan Rp2.225. Volume transaksi mencapai 362,3 juta unit saham senilai Rp835,7 miliar dan frekuensi 8.239 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah lima hari koreksi, apakah saham BUMI berpeluang rebound?

Saya kira ada peluang menguat, karena valuasi BUMI sudah berada di area support. Pelaku pasar mulai melakukan aksi beli, sehingga BUMI bisa ditutup menguat. Peluang kenaikannya menyusul pasar yang menunggu laporan keuangan full year 2009 pada pertengahan bulan ini. Pasar juga mengantisipasi laporan keuangan kuartal pertama 2010 awal April mendatang. Kedua laporan itu biasanya nggak jauh-jauh dirilisnya.

Apakah kenaikan harga minyak ke level US$74 per barel cukup menopang penguatan saham ini?

Ya. Sebab, minyak sudah memicu kenaikan harga batubara yang sudah mulai rebound ke level US$62-63 jika mengacu harga internasional. Harga batu bara memang variatif tergantung pada kualitasnya. Harga batu bara di Newcastle di atas US$92 dan bisa mencapai US$100-120. Sebab, batu bara Newcastle hanya sedikit memiliki abu, sebagaimana PT Kaltim Prima Coal (KPC) anak usaha BUMI. Kenaikan harga batubara dipicu penguatan harga minyak dunia ke US74 per barel.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.350 dan level support-nya Rp2.150. Tapi, pada sesi pagi, bisa saja saham ini mengarah ke level support hingga menyentuh Rp2.150 terlebih dahulu. Tapi, di sesi penutupan berpeluang kembali positif seiring aksi beli pasar.

Di sesi pagi, BUMI masih mendapat sentimen market negatif akibat memanasnya situasi politik terkini. Suhu politik memanas antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat, terkait skandal Bank Century. Karena itu, pasar melihat politik di dalam negeri kurang kondusif menjelang finalisasi skandal Century oleh Pansus DPR. Apalagi, Pansus memanggil perusahaan-perusahaan BUMN termasuk PT Telkom (TLKM).

Bagaimana sentimen dari ditolaknya gugatan pra-peradilan PT Kaltim Prima Coal (KPC) terhadap Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan?

Itu akan diabaikan pasar. Sebab, masih ada proses hukum selanjutnya dan soal pajak sendiri tidak ada hubungannya dengan politik.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Dengan level harga saham BUMI sekarang, merupakan saat yang tepat untuk “mengambil posisi beli untuk jangka panjang”. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini