Arsip Blog

Sabtu, 06 Februari 2010

bapepam cuci tangan @ bumi ... 060210

Jumat, 05/02/2010 14:30 WIB
Bapepam Lepas Tangan Soal Sengketa Pajak Emiten
Ramdhania El Hida - detikFinance


(foto: dok detikFinance) Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengaku tidak terlalu ikut campur dalam urusan sengketa pajak sejumlah emiten dengan Direktorat Jenderal Pajak. Bapepam-LK menyerahkan penanganannya kepada Ditjen Pajak.

"Itu tanya ke Ditjen Pajak, karena itu urusannya mereka. Kita koordinasi, tapi yang menangani langsung kan Ditjen Pajak," ujar ujar Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Noor Rachman di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Menurut Fuad, Bapepam-LK hanya berwenang dalam meminta penjelasan emiten-emiten yang masuk dalam daftar nunggak pajak versi Ditjen Pajak. Namun selebihnya, merupakan kewenangan masing-masing emiten dan Ditjen Pajak.

"Kita sudah suratin emiten, minta penjelasan ke mereka. Kita tunggu aja keputusan masing-masing emiten," ujarnya.

Fuad juga mengaku belum mendapat laporan dari Ditjen Pajak soal detil tudingan nunggak pajak sejumlah emiten tersebut. "Belum. Itu kan rahasia Ditjen Pajak," ujarnya.

Seperti diketahui, Ditjen Pajak mengumumkan 100 daftar penunggak pajak terbesar. Meskipun kini telah direvisi menjadi 10 perusahaan saja, namun Ditjen Pajak masih memproses perusahaan-perusahaan lainnya.

Berdasarkan laporan Ditjen Pajak, setidaknya ada 10 emiten yang tercatat melakukan penunggakan pajak. Mereka diantaranya adalah:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).
PT Surya Dumai Tbk (SUDI).
PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK).
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO).
PT Steady Safe Tbk (SAFE).
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO).
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).


Selain 10 perusahaan tersebut, terdapat beberapa anak usaha dari emiten yang dilaporkan menunggak pajak. Diantaranya:
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk)
PT Kaltim Prima Coal (PT Bumi Resources)
PT Salim Ivomas Pratama (PT Indofood Sukses Makmur Tbk)
PT Semen Tonasa (PT Semen Gresik Tbk).


Terdapat pula calon Anggota Bursa (AB) yang tersangkut penunggakan pajak, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero). (dro/dro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini