Arsip Blog

Kamis, 11 Februari 2010

di otak bumi: DANA MELULU ... 110210

Bumi Butuh Pendanaan di Atas US$ 500 Juta
Namun, pendanaan eksternal itu tidak mencapai US$ 1 miliar.
RABU, 10 FEBRUARI 2010, 16:47 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

Ari Hudaya (Ahmad Rizaluddin)
BERITA TERKAIT
KPC: Boleh Sidik Pajak, Asal Sesuai Prosedur
"PN Berhak Periksa Praperadilan Pajak"
Bumi: KPC Sudah Lunasi Kewajiban Pajak
Saham Herald Milik Bumi Resmi Delisting
Bumi-Jepang Akan Finalisasi Kontrak Batu Bara
Web Tools

VIVAnews - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membutuhkan pendanaan eksternal lebih dari US$ 500 juta sepanjang 2010 untuk memenuhi kebutuhan akuisisi dan pengembangan bisnis.

Perseroan berniat merealisasikan salah satu pendanaan pada semester II-2010 melalui metode penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non preemptive rights) atau obligasi wajib konversi (mandatory convertible bonds/MCB).

Direktur Utama Bumi Resources Ari S Hudaya mengatakan, kebutuhan eksternal perseroan 2010 sekitar US$ 500 juta, namun tidak mencapai US$ 1 miliar. Bumi berniat mengembangkan berbagai bisnis batu bara dan non batu bara tahun ini.

Selain di dalam negeri, perseroan juga akan mengembangkan bisnisnya di luar negeri.

"Kami masih menghitung berapa total belanja modal (capital expenditure/capex) yang dibutuhkan, karena ada kebutuhan untuk ekspansi," kata Ari ketika ditemui VIVAnews pada acara tabur bunga di makam H Achmad Bakrie, Karet Bivak, Jakarta, Rabu 10 Februari 2010.

Acara tabur bunga tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-68 Grup Bakrie.

Ari menjelaskan, perseroan juga akan mengembangkan bisnis non batu bara seperti bijih besi, permata, emas, dan lainnya tahun ini.

Sementara itu, dia mengungkapkan, rencana penerbitan saham baru berpotensi dilakukan pada semester II-2010. Upaya pendanaan tersebut bisa dilakukan melalui metode non preemptive rights atau mandatory convertible bonds.

Namun, Bumi belum menentukan metode yang dipilih. "Kami masih melihat mana yang terbaik di antara dua opsi itu," katanya.

Perseroan juga belum menunjuk investor yang akan menyerap rencana penerbitan saham baru tersebut.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini