Arsip Blog

Senin, 01 Februari 2010

bumi buruan bwat lapkeu dah ... 010210

01/02/2010 - 09:06
Antisipasi Inflasi & Laporan Keuangan
BUMI Cocok untuk Trading
Ahmad Munjin


(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (1/2) diprediksi menguat. Pasar mengantisipasi rilis inflasi dan laporan keuangan perseroan sepanjang 2009. Trading buy BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini seiring antisipasi pasar atas inflasi yang diekspektasikan terkendali di level rendah. Pasar juga mengantisipasi rilis BI rate yang sinyal positifnya sudah didahului The Fed dengan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0-0,25%.

Pelaku pasar juga mengantisipasi laporan keuangan 2009 dari emiten sejuta umat ini. “Karena itu, BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.575 dan Rp2.300, hari ini dan 2.250 untuk pekan ini sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (31/1).

Pada perdagangan Jumat (29/1) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,94%) menjadi Rp2.475 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.550. Harga tertingginya mencapai Rp2.552 dan terendahnya Rp2.450. Volume transaksi mencapai 184,2 juta unit saham senilai Rp457,3 miliar dan frekuensi 4.619 kali.

Namun, lanjut Ukie, jika melihat dari sentimen market saham batubara thermal ini cenderung datar. Sebab, pada saat bursa Eropa naik kencang 1,5%, bursa AS pull back lagi. “Setelah naik, masih naik kembali tapi terbatas,” ujarnya.

Tapi, secara teknikal, BUMI dan indeks secara keseluruhan berpeluang pull back ke atas sambil mengantisipasi laporan keuangan emiten-emiten di 2009. Apalagi, jika melihat inflasi yang sudah diperkirakan akan terkendali, indeks berpeluang menguat. “Aksi asing sendiri, meski masih net sell namun sudah mulai terbatas,” paparnya.
Lebih jauh Ukie mengatakan, jika melihat harga minyak dunia yang turun ke level US$72 per barel , justru akan memicu market bergerak pull back ke atas. “Sebab, setelah harga minyak turun, akan terjadi pembalikan arah. Setelah turun terus diangkat lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, dari sisi korporasi, BUMI juga belum mengeluarkan aksi baru. Akibatnya, laju saham ini akan mengikuti pola berdasarkan rekomendasi analis. Sebab, terkait rencana rights issue pun belum ada keterangan resmi dari perseroan apakah akan dilaksanakan atau tidak. “Kalau rights issue itu jadi dilakukan tentu akan berpengaruh di market,” ungkapnya.
Market juga saat ini berekspektasi atas peluang positifnya laporan keuangan BUMI untuk kuartal keempat 2009. Berkaca pada laporan keuangan kuartal ketiga, seharusnya pada kuartal keempat BUMI positif.
Apalagi, harga batubara sempat berada di atas US$100 per metrik ton di Newcastle. “Saya rekomndasikan ‘beli’ jika BUMI menyentuh level support dan ‘jual’ jika menyentuh level resistance-nya,” pungkasnya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini