Arsip Blog

Rabu, 10 Februari 2010

bumi diekspektasikan bole dilirik-lirik dah ... 100210

10/02/2010 - 06:44
Prediksi IHSG
Koleksi Saham Tambang & Bluechips
Natascha & Vina Ramitha


(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada Rabu (10/2) diperkirakan berada pada zona positif, ditopang membaiknya sentimen dari kawasan Eropa. Saatnya koleksi PTBA, BUMI, TLKM, ASII, dan ISAT.

Analis Fair Trade Agency Revol Wenas mengatakan, aktivitas pembelian yang bisa memperkuat IHSG masih akan berlanjut. Penguatan yang terlihat sejak menit-menit terakhir perdagangan kemarin, bisa membuka peluang kenaikan indeks.

“Apalagi, ada buying power yang muncul karena koreksi sudah terlampau dalam, sementara fundamental ekonomi domestik masih positif,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Senin (9/2) petang.

Menurutnya, pasar jatuh karena banyak faktor eksternal yang terus menekan indeks. Ketika hal itu terjadi, masih ada momen dimana harga saham turun. Ini menjadi pertanda untuk membeli, dimana fluktuasi berujung pada peluang rebound cepat di pasar Indonesia.

Adapun kondisi pasar Eropa saat ini mulai membaik, karena spekulasi kawasan akan membantu memberikan bailout kepada Yunani. “Tak dipungkiri, investor memang masih mempertanyakan nasib Portugal dan Spanyol juga,” lanjutnya.

Sedangkan dari dalam negeri, investor sudah mulai menganggap serius isu reshuffle kabinet. Ada kabar penggantian Menkeu Sri Mulyani yang akan mulai diantisipasi pasar dengan melakukan pembelian jangka pendek.

Isu ini akan terus berhembus hingga 4 Maret mendatang, ketika Pansus Century memberikan rekomendasi akhir mereka. Alhasil, fluktuasi di pasar bursa masih akan seperti sekarang. “Saham naik secara teknikal karena harga saham memang sudah jatuh banyak,” katanya.

Di tengah kondisi ini, pelaku pasar domestik bisa memanfaatkan harga pasar yang murah ini. Revol merekomendasikan saham pertambangan yang tahan krisis. Pasalnya, harga komoditas masih naik dan tren pemulihan memberikan kesempatan untuk meningkatnya permintaan.

Masalah krisis Eropa pun menjadi momen bagi pasar untuk melakukan pembelian, sambil menunggu koreksi cukup dalam. Saham pilihannya adalah PT Tambang Batubara Bukti Asam (PTBA) dan PT Bumi Resources (BUMI). “Beli saham-saham yang mengikuti fluktuasi pasar ini,” papar Revol.

Ia juga memilih sejumlah saham unggulan (blue chips), seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Indosat (ISAT). Saham defensif ini dipilih karena mampu bertahan. “Ketika koreksi tak terlalu dalam, dan ketika naik juga tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Pada perdagangan Selasa (9/2), IHSG ditutup naik 13,913 poin (0,56%) ke level 2.489,485. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,292 miliar lembar saham, senilai Rp 3,996 triliun dan frekuensi 87.717 kali. Sebanyak 114 saham naik, 68 saham turun dan 75 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Goodyear (GDYR) naik Rp1.500 ke Rp12.500, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp700 ke Rp29.650, PT Astra International (ASII) naik Rp450 ke Rp34.150, PT Indocement (INTP) terangkat Rp350 ke Rp13.300, PT London Sumatra (LSIP) naik Rp300 ke Rp8.500, PT United Tractors (UNTR) naik Rp300 menjadi Rp15.650, PT Astra Agro (AALI) naik Rp100 ke Rp23.200, PT HM Sampoerna (HMSP) naik Rp200 ke Rp13.500.


Sedangkan emiten-emiten yang masih melemah antara lain PT Sumi Indo Kabel (IKBI) turun Rp320 menjadi Rp1.300, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp150 ke Rp8.550, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.300, PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) turun Rp100 menjadi Rp500, PT SMART (SMAR) turun Rp75 ke Rp2.925, dan PT Bisi International (BISI) turun Rp60 ke Rp1.480.
[ast/mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini