Arsip Blog

Senin, 08 Februari 2010

analis pro jadi BLOON @bumi lage (14) ... 080210

08/02/2010 - 10:01
Irwan Ibrahim
BUMI Bisa Terkoreksi ke Rp2.200

INILAH.COM, Jakarta – Seiring koreksi harga batu bara dan negatifnya sentimen market, saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (7/2) diprediksikan masih tertekan menuju Rp2.200. Long term buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi terkoreksinya saham BUMI hari ini karena negatifnya sentimen market dan koreksi harga batu bara.Hal ini dipicu oleh koreksi harga minyak ke level US$71 per barel . Namun, kondisi ini justru dinilai merupakan momentum tepat bagi investor untuk melakukan aksi beli.
BUMI akan mengarah ke level support Rp2.300-2.200 dan Rp2.500 sebagai levelresistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.


Pada perdagangan Jumat (5/2), saham BUMI ditutup melemah Rp125 (4,85%) menjadi Rp2.450, dengan intraday Rp2.475 dan Rp2.400. Volume transaksi mencapai 236,1 juta unit saham senilai Rp575,8 triliun dan frekuensi 7.853 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Saya kira BUMI masih berpotensi tertekan kembali. Salah satu faktornya karena koreksi harga batubara internasional ke level US$60-65 per metrik ton. Hal ini menyusul pelemahan harga minyak mentah dunia ke level US$71 per barel.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.300-2.200 dan Rp2.500 sebagai level resistance-nya.

Sentimen market bagaimana?

Negatifnya sentimen market juga akan memperparah pelemahan BUMI. Sebab, pekan lalu dirilis data ekonomi yang buruk di AS yaitu data pengangguran yang masih tinggi di level 10%. Padahal, pemerintah Obama juga sebelumnya sudah memperketat gerak perbankan dengan membatasi pendanaan pada hedge fund dan private equity fund. Akibatnya, bahkan indeks Dow Jones sempat jatuh dan tembus ke level 9.800.

Karena itu, sentimen dari regional masih negatif sehingga akan memicu koreksi di bursa-bursa regional termasuk pasar domestik. Hal ini juga masih terpengruh negatif oleh kebijakan pengetatan likuiditas di China yang menaikan capital reserve ratio atau Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 16% untuk perbankan. Karena itu, pasar masih bersikap wait and see atas perkembangan market berikutnya.

Kapitalisasi market pun saat ini sangat tipis. Bahkan bukan hanya di pasar modal, di pasar uang dan komoditas pun nilai transaksi relatif sepi. Dalam kondisi ini, pelaku pasar ketakutan sehingga melakukan aksi jual karena takut jatuh lebih dalam. Karena itu, saham BUMI pun akan tertekan.

Apa yang harus dilakukan investor atas BUMI?

Justru dalam kondisi inilah saatnya bagi investor untuk melakukan aksi beli atas BUMI. Sebab, setelah menyentuh level Rp2.200, secara teknikal saham ini akan kembali menguat. Saya rekomendasikan beli untuk jangka panjang. Paling tidak, hingga akhir kuartal pertama tahun ini ditargetkan Rp3.000 untuk BUMI. Pasar saat ini harus menghindari bermain margin atau spekulatif. Lebih baik beli karena ada potensi menguat kembali.

Apa yang bisa memicu penguatan BUMI kembali?

Penguatan BUMI selanjutnya dipicu oleh ekspektasi membaiknya laporan keuangan perseroan kuartal keempat 2009 pada pertengahan Februari ini atau sekitar pekan depan. Pasar juga memiliki ekspektasi positif atas laporan keuangan untuk kuartal pertama di 2010 ini.

Itulah yang ditunggu-tunggu pasar saat ini. Sebab, dari sisi korporasi belum ada hal-hal yang berpengaruh pada pergerakannya karena belum ada aksi korporasi baru. Isunya sih rights issue, tapi sampai saat ini belum ada kepastian. Jika jadi, itu juga akan menyedot likuditas di market. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini