Arsip Blog

Senin, 22 Februari 2010

imink-iming doanK (30)...220210

18/02/2010 - 10:00
Irwan Ibrahim
Akhir Q1, BUMI ke Level Rp3.000

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (18/2) diprediksikan menguat. Emiten ini pun diperkirakan akan mencapai level Rp3.000 hingga akhir kuartal pertama 2010.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini terbuka, seiring melambungnya harga minyak mentah dunia dan batubara.

“Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.300 sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (17/2) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,03%) menjadi Rp2.425 dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.375. Volume transaksi mencapai 2.90,8 juta unit saham senilai Rp698,8 miliar dan frekuensi 6.992 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah dua hari menguat, apakah BUMI bisa melanjutkan penguatan?

Ya. Karena, harga minyak mentah dunia dan batubara kembali melambung. Minyak kembali menanjak ke level US$77 per barel. Karena itu, batubara pun akan turut menguat. Saya perkirakan harga minyak mentah dunia akan kembali ke US$80-an per barel akhir pekan ini.

Apakah hal ini mengindikasikan peningkatan demand?

Penguatan harga minyak saat ini masih faktor spekulasi dan bukan demand riil. Sebab, permintaan normal rata-rata dari 2000 hingga 2010 mencapai 1,3 juta barel per tahun. Sedangkan sekarang, demand minyak masih di bawah 1 juta barel per tahun. Tapi, dengan faktor spekulatif pun, harga minyak akan bergerak dalam kisarannya di US$70 hingga US$85 per barel. Artinya, minyak masih potensial menguat ke level di atas US$80 per barel.

Aksi spekulasi terhadap minyak mendapat dukungan dari tren pelemahan dolar AS terhadap mata uang kuat lainnya seperti mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan yen Jepang. Pelemahan dolar AS dipicu oleh oleh beberapa data fundamental ekonomi yang dirilis di AS. Dalam waktu dekat, The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dari level sekarang 0-0,25%.

Lalu, akan bergerak di kisaran berapa BUMI?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500 dan Rp2.300 sebagai level support-nya. Saya targetkan BUMI di level Rp3.000 hingga akhir kuartal pertama 2010. Saya rekomendasikan ‘beli’ untuk BUMI.

Seperti apa sentimen market yang mempengaruhi BUMI?

Potensi penguatan BUMI juga mendapat topangan dari peluang positifnya sentimen market seiring kondusifnya pergerakan bursa regional. Amerika rebound, Eropa, dan Asia juga rebound. Pasar domestik pun akan ikut naik. Karena itu, pemicu penguatan indeks saat ini pun saham-saham berkapitalisasi besar terutama saham-saham di sektor pertambangan minyak dan gas. Karena itu, indeks mendapat topangan kuat.

Bagaimana dengan sentimen dari korporasi terutama soal pajak?

Dari sisi korporasi semuanya akan diabaikan pasar. Saham BUMI akan naik bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Sebab, apapun sentimen korporasinya, pelaku pasar tetap hedging di minyak. Karena itu, saham-saham pertambangan minyak dan gas akan menjadi perburuan investor.

Invetor di sektor manufaktur melakukan hedging di saham sektor tambang. Sebagian besar dari mereka lebih memilih saham komoditas. Sebab, hedging di pasar berjangka komoditas agak lambat dari sisi waktunya. Apabila harga minyak melambung tinggi, mereka cepat-cepat membeli saham komoditas termasuk BUMI. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini