Arsip Blog

Jumat, 05 Februari 2010

bumi VALENTINE@3250 si(ncia)lakan ... 050210 (MENGALIHKAN PERHATIAN DARI SOAL PAJAK dah)

05/02/2010 - 09:58
Willy Sanjaya
BUMI Aset Jaminan Waran? Itu Rumor!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Jumat (5/2), masih akan menguat. Kabar bahwa emiten ini dijadikan aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia, dianggap rumor belaka.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menilai adanya keanehan pada berita bahwa BUMI dijadikan aset jaminan waran di Bursa Malaysia. Kabar itu dianggap sengaja dihembuskan pihak tertentu yang ingin menjatuhkan harga saham ini.

“Berita itu keluar bukan dari manajemen BUMI. Itu hanya kerjaan orang yang iri saham BUMI menguat. Di tidak menginginkan kenaikan di saham ini,”ujarnya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Kamis (4/2) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,96%) menjadi Rp2.575 dengan intraday Rp2.625 dan Rp2.525. Sedangkan volume transaksi mencapai 143,8 juta unit saham senilai Rp371,6 miliar dan frekuensi 3.729 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksikan pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Ada potensi pengautan. Salah satunya penyebabnya adalah laporan keuangan perseroan yang akan dirilis pada pertengahan Februari ini. Sebagaimana ADRO (PT Adaro Energy) laporan BUMI pun akan positif. Penguatan BUMI juga ditopang hari jadi BNBR (PT Bakrie and Brothers) pada 10 Februari 2010 yang selalu memberikan kejutan.

Apakah sentimen market mendukung penguatannya?

Dari sisi sentimen, market hari ini masih berpeluang cenderung positif. Hal ini dipicu oleh keputusan BI yang mempertahankan BI rate di level 6,5%. Hal ini akan memicu ekspektasi perusahaan-perusahaan publik untuk melakukan ekspansi sehinga positif bagi indeks. Apalagi, jika bursa regional mendukung.

Profit taking akhir pekan bagaimana?

Justru itu, saham ini juga mendapat peluang dari faktor hari Jumat yang selalu ada pergerakan istimewa di saham-saham The Seven Brothers. Para hedge fund kemungkinan melakukan aksi beli, justru saat orang melakukan profit taking akhir pekan. Karena itu, akhir pekan selalu terjadi kenaikan tinggi maupun pelemahan tajam.

Bagaimana dengan sentimen grupnya?

Akan positif. Sebab, sentimen dari saham-saham di grupnya, terutama PT Bakrie Telecom (BTEL) yang laporan keuangannya diperkirakan positif. Secara teknikal pun, BUMI berpeluang naik karena terdapat garis petemuan antara pola penguatan dan bottom-nya yang sangat kuat. Hal itu menandakan daya tahan turunnya sudah terbentuk. Karena itu, yang akan terjadi BUMI akan terdorong ke atas.

Pengaruh dari saham BUMI yang menjadi aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia?

Saya tidak mempercayai berita itu. Memang diberitakan, saham BUMI menjadi jaminan covered waran yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis coverred warrant dengan underlying asset saham BUMI. Tapi kan, berita ini tidak berasal dari BUMI sendiri.

Menurut anda, ini hanya rumor belaka?

Ya. Saya justru melihat keganjilan dari berita ini. Sebab, bursa Malaysia bukanlah bursa terbuka dan keluar masuknya uang pun di negera itu sangat ketat. Bagaimana bisa dicairkan di Malaysia. Di Indonesia sendiri mana pernah ada BUMI waran. Berita itu keluar bukan dari manajemen BUMI. Itu hanya kerjaan orang yang iri saham BUMI menguat. Di tidak menginginkan kenaikan di saham ini.

Lalu, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI dengan target Rp3.250 di Februari ini. [jin/ast]
Kamis, 04 Februari 2010 | 07:31

AKSI KORPORASI

OSK Berhad Menawarkan 75 Juta Waran BUMI



JAKARTA. Pesona saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tak hanya menyilaukan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), tapi sampai pula ke luar negeri. Buktinya, OSK Investment Banking Berhad membuat sebuah produk derivatif dengan menggunakan saham produsen batubara ini sebagai aset dasarnya.


Perusahaan investasi ini menawarkan produk derivatif waran terstruktur jenis call warrant dengan aset dasar saham BUMI kepada investor di bursa Malaysia. Dalam prospektus penawaran waran yang dipublikasikannya kemarin, OSK akan menerbitkan 75 juta waran terstruktur BUMI. Setiap dua waran nantinya bisa ditukar dengan satu saham BUMI.


Produk derivatif ini diluncurkan dengan harga RM 0,15 per waran atau sekitar Rp 412,8 per waran atau 29,64% dari harga referensi saham BUMI pada 20 Januari 2010 sebesar Rp 2.811,57.


Waran berkode BUMIRES-C1 tersebut akan jatuh tempo pada 1 Oktober 2010. Harga eksekusinya sebesar Rp 2.500. Kemarin, waran ini sudah dicatatkan di bursa Malaysia. Dari penawaran waran tersebut, OSK Investment menghitung bisa meraup dana segar Rp 30,96 miliar. Duitnya akan dipakai untuk modal kerja.


Tak perlu izin BUMI


Munculnya penawaran waran dengan aset dasar saham BUMI ini sempat mengundang pertanyaan dari para pelaku pasar di BEI. Pasalnya, sebelumnya BUMI tidak pernah menyatakan bakal menerbitkan efek di luar negeri.


Dileep Srivastava, Senior Vice President Investor Relations BUMI, mengatakan BUMI tidak terlibat dalam penerbitan call warrant ini. "Kami tidak mengetahui ada penerbitan waran BUMI di Malaysia," katanya kepada KONTAN, kemarin (3/2).


Menurut Chan Khong Ming, Chief Operating Officer OSK Nusadana Securities Indonesia, produk derivatif semacam itu sudah lazim diperdagangkan di bursa Malaysia. Menurutnya, OSK tidak memerlukan izin dari BUMI untuk menerbitkan call warrant. "Produk ini diterbitkan di Malaysia agar warga Malaysia bisa mendapatkan saham BUMI lewat OSK," katanya dalam surat elektronik kepada KONTAN, kemarin.


Chan bilang, selama ini OSK sudah menerbitkan call warrant di bursa Malaysia dengan aset dasar saham China Mobile, ICBC, Citibank, dan berbagai perusahaan top di dunia. "Hanya perusahaan bagus dengan volume perdagangan tinggi yang bisa dibuat call warrant," imbuhnya.


Presiden Direktur OSK Nusadana Halim Susanto membenarkan penjualan waran BUMI oleh OSK Investment Berhad di Malaysia. Ia menjelaskan, setiap pembeli waran tersebut mendapatkan right (hak) atas saham BUMI. Para pemegang waran tersebut bisa mendulang untung, apabila harga saham BUMI terus menguat pada saat jatuh tempo nanti.


Meski begitu, OSK tidak lantas harus memiliki atau menyimpan saham BUMI secara fisik. Mereka akan membeli saham BUMI, apabila ada pemegang waran yang ingin mengeksekusi waran tersebut dengan saham saat jatuh tempo. "Biasanya, pemegang waran lebih memilih menjual waran apabila harga saham yang menjadi aset dasar menguat cukup tinggi," ujar Halim. Produk derivatif berbasis saham BUMI ini pertama kali bagi emiten Indonesia.



Wahyu Tri Rahmawati, Hari Widowati, Ade Jun Firdaus KONTAN
... dari obrolan bandar :

From: Joe Grunk
To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Sent: Wed, February 3, 2010 8:40:57 PM
Subject: Bls: [ob] Warrant bumi (tidak benar)


From:Ricardo Silaen
Sent: Wednesday, February 03, 2010 2:47 PM
Subject: FW: BUMI warrant ???

Please find the response from Bumi below which essentially saying
there is no warrant issued by Bumi.

Looking at the statement issued, here is my understanding:
* The issuer is OSK Investment Bank not Bumi Resources
* Period 8 month (European call)
* The size of issuance is relatively small with only 75m warrants
(ratio 1 share for every 2 warrants), potentially this translates into total
proceeds of Rp93.75b or roughly only US$10m.
* Total cost for buying the 2 warrants at RM0.15 each and then exercise
into a share at Rp2500 = Rp3320, much higher than current share price.
* Settlement is in cash, so this we believe means there is no new share
issuance.

In essence, this is just a derivative product issued by OSK with
Bumi as the underlying assets. No impact to share price at all.



________________________________
Dari: M Herman
Kepada: obrolan-bandar@ yahoogroups. com
Terkirim: Rab, 3 Februari, 2010 16:41:57
Judul: Re: [ob] Warrant bumi (tidak benar)




dokumennya palsu...ini saya dapet komen dari Investor relations bumi yg dikirim
oleh broker saya..

We do not know of any warrant issued by Bumi.

Both your attentions are drawn to our corporate announcement on 27 Jan '10 -

'Bumi Resources Reiterates Information Sharing Policy to Eliminate Rumors and
Protect Shareholders' Interest'

" Only Official Announcement Equals Credible Information. "

If you (or others) may not have received the above release please let me know.

Regards,

Dileep

OSK sells Bumi-linked warrants
AUTHOR: INSIDER STORIES | POSTED AT: 10:19 PM |
FEB 3, 2010

FILED UNDER: COAL

OSK Investment Bank Berhad Malaysia has announced today 75 million of structured warrants issue by utilizing shares of Indonesia largest coal mining producer PT Bumi Resources Tbk (BUMI) as underlying assets of the derivative instruments.
According to warrants prospectus submitted to Kuala Lumpur Stock Exchange, OSK offers two warrants with one Bumi share. OSK has set target of RM11.25 million or Rp30.79 billion in cash from the warrants issue.
Senior Vice President Investor Relations of Bumi Resources Dileep Srivastava said the issue is not related with Bumi Resources. "We don't know about the issue," he said.
A local analysts said investors who own Bumi's convertible bonds IV (CB IV) may start to exercise put option on November 25 2010 at 100.77%. The company launched US$300 million CB IV on November 25 2009 and due on November 25 2016.
The analyst said conversion price of the CB is estimated at Rp3,400-Rp3,500 per share. "Considering the price, I think Bumi may prefer to allow investors to convert notes into shares to pay the debts," she said.
In a bid to provide investors with a minimum yield of 0.77% during the conversion, Bumi shares should reach Rp3,425-Rp3,525 per share.
Bumi's total debt early this year is around US$3.7 billion or Rp33.85 trillion, ballooning 2.47 folds from early last year of US$1.5 billion.

Here is scheme of OSK structured warrants:

Instrument : Non-collateralised cash settled European-style call warrants over Bumi shares

Issuer : OSK Investment Bank Berhad

Underlying assets: Bumi shares

Size: Up to 75 million warrants

Ratio: Two warants to one Bumi share

Price fixing date: January 20 2010

Launch date : February 2 2010

Expected listing date: February 3 2010

Exercise price: Rp2,500

Expiry date: October 1 2010

Issue price : RM0.150, being (1) 29.64% of the Reference Price divided by (2) the

exercise ratio and multiplied by (3) the reference rate

Reference price: Rp2,811.57, being the one (1) day volume-weighted average price

of the Bumi shares on the price fixing date

Premium: 18.56%

Settlement Method : Cash settlement

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini