Senin, 05 April 2010

sang raja utank ... bumi, NAMANYA: 050410

Senin, 05 April 2010 | 13:23

KINERJA EMITEN

BUMI Kembali Berutang US$ 100 juta



JAKARTA. Utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus membengkak. Perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia masih terus saja mencari pinjaman untuk membiayai kebutuhan dananya pada tahun ini. Padahal, hingga akhir 2009 saja, total kewajiban perusahaan produsen batubara terbesar di Indonesia ini mencapai US$ 5,8 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan 2009, pada 26 Januari 2010, BUMI bersama dengan anak-anak usahanya antara lain PT Sitrade Coal, Kalimantan Coal Limited, Sangatta Holdings Limited dan Forerunner International Pte. Ltd telah menandatangani perjanjian kredit dengan Credit Suisse AG, Cabang Singapura. Fasilitas kredit tersebut mencapai US$ 100 Juta. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama tujuh bulan.

Hingga berita ini diturunkan, KONTAN belum berhasil meminta kejelasan manajemen BUMI untuk apa pemberian fasilitas kredit ini. Deleep Srivastava, Hubungan Investor BUMI tidak membalas pesan singkat yang dilayangkan KONTAN.


kontan
Abdul Wahid Fauzi
05/04/2010 - 15:43
'Cost of Borrowing' BUMI Tekan 'Net Profit'


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Cost of borrowing Bumi Resources Tbk (BUMI) yang masih sangat besar menekan net profit Perseroan.

Hal ini diutarakan analis AM Capital, Jhonson Nasrial kepada INILAH.COM, Senin (5/4). Menurutnya, cost of borrowing BUMI saat ini berada di kisaran 14%. Sementara, rivalnya Adaro Energy Tbk (ADRO) hanya di kisaran 8-9 persen. "Kondisi ini sangat menekan net profit BUMI," ujarnya.

Belum lagi baru-baru ini Perseroan melakukan road show ke negara Asia untuk melakukan penjajakan untuk menambah kapasitas borrowing.

Dia menyarankan dengan posisi sisa kas BUMI yang hanya Rp1,5 triliun dan utang sekitar Rp4 triliun, Perseroan ke depan lebih baik melakukan pengurangan utang ketimbang melakukan akuisisi perusahaan tambang lain. Sebab, menurutnya, jika Perseroan bisa mempertahankan pertumbuhan penjualan minimal 10-15 persen tahun ini dan 2 tahun ke depan, BUMI dengan sendirinya bisa memberikan cukup net cash untuk membayar utang-utangnya.

Hal ini mengingat permintaan batubara yang masih sangat besar ke depan.

Sementara untuk buyback saham, menurutnya itu tidak mungkin dilakukan mengingat harga saham yang masih relatif tinggi. [cms]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini