Sabtu, 10 April 2010

analis pro MENCIUM bumi lage ... 090410

09/04/2010 - 09:57
Aji Martono
Akumulasi Masih Berlanjut di Saham BUMI


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (9/8) diprediksikan menguat seiring masih berlanjutnya aksi akumulasi. Buktinya, saham ini hanya melemah 1 poin di tengah koreksi tajam IHSG.

Analis pasar modal, Aji Martono mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini karena secara teknis memperlihatkan masih berlanjutnya aksi akumulasi beli di pasar atas saham ini. Hal ini seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$85 per barel . “Karena itu, BUMI hanya melemah 1 poin di tengah koreksi tajam indeks kemarin,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Kamis (8/4), saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,01%) menjadi Rp2.450 dengan intraday Rp2.525 dan Rp2.400. Volume transaksi mencapai 176,3 juta unit saham senilai Rp435,4 miliar dan frekuensi 4.228 kali. Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Ada peluang menguat. Salah satu alasannya, karena koreksi kemarin belum menembus level support-nya Rp2.425. Hal ini terjadi di tengah koreksi tajam indeks 1,65% sehingga mengisyaratkan akumulasi beli di saham ini masih berlanjut.

Dalam empat hari perdagangan, memang saham BUMI sangat sulit menembus level resistance Rp2.675. Tapi, dengan posisi support di Rp2.425, yang belum ditembus, masih memberikan satu bargaining bagi investor. Investor tetap mengakumulasi dalam jangka panjang di saham BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Saya memperkirakan, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.675 dan Rp2.425-2.175 sebagai level support-nya.

Apa yang menjadi alasan investor untuk melakukan akumulasi beli atas BUMI?

Ini juga didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$85 per barel. Imbas kenaikan harga minyak ini juga nantinya akan mendongkrak harga batubara yang saat ini masih di level US$94 per metrik ton. Karena itu, saham di sektor batubara akan mengalami kenaikan termasuk BUMI.

Apalagi, saham BUMI bergerak stagnan pada saat penguatan indeks sangat tajam belakangan ini. Meskipun saham ini sempat mencapai level resistance Rp2.575, tapi setelah terkoreksi, animo untuk akumulasi masih ada karena ditutup di level 2.450 kemarin. Dengan pelemahan indeks yang tajam kemarin, BUMI hanya melemah 1 poin di atas titik support. Padahal, sempat menyentuh level Rp2.400 terendahnya selama perdagangan.

Bagaimana dengan sentimen market?

Jika market regional cenderung turun, seprti Nikkei dan Hang Seng, tentu tidak akan membantu penguatan indeks. Akibatnya, IHSG ^JKSE pun berpeluang meneruskan pelemahan. BUMI pun akan terbawa arus melemah. Ini yang akan menguji ketahanan saham Grup Bakrie yang pada Selasa (6/4) lalu, sangat bersemangat mengimbagi pergerakan bursa.

Jika market tidak mendukung, BUMI akan menguji level support Rp2.425. Jika level ini tidak sanggup menahan koreksi, berpeluang mengarah ke level support berikutnya Rp2.175.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Dalam kondisi ini, investor yang berpikir bijak, sebaiknya mengambil strategi buy on support atas BUMI. Hal itu perlu dilakukan jika sentimen market tidak mendukung. Akumulasi untuk jangka menengah bisa lebih murah di bawah area support 2.425. [jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini