Rabu, 07 April 2010

sang presiden direktur dan pajak bumi ...070410

Feb 23rd, 2010 | Rubrik INSPIRASI
Arie Saptari Hudaya, Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk
Pria Santai Dibalik ‘Kontroversi’ BUMI
Sempat berhembus kabar tentang adanya manipulasi laporan keuangan pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah. Tudingan dari Indonesia Coruption Watch (ICW) tersebut tentu saja dibantah oleh (BUMI). Pihak BUMI menyampaikan bahwa dugaan tersebut murni hanya rumor dan fiksi.
Sebelumnya, ICW memang meminta Direktorat Perpajakan harus serius menangani kasus tunggakan pajak sebagai salah satu instrumen penerimaan negara. Khusus menyoroti tunggakan pajak sebesar 2.1 triliun rupiah oleh tiga perusahaan yang tergabung dalam group Bakrie.
ICW mengingatkan bahwa dalam kasus Asian Agri penggelapan dana Rp 1,3 triliun, hanya 3 berkas dari 15 yang diterima kejaksaan. Terlebih dengan Group Bakrie, yang terdapat personil yang cukup kuat di negeri ini agar Dirjen Pajak tidak tebang pilih dalam mengusutnya. ICW meminta agar semua penunggak pajak ditagih dan diproses. “Tunjukan keseriusan Dirjen Pajak dengan tidak tebang pilih,” ujar Firdaus Koordinator Divisi Monitoring Analisis Anggaran ICW.
Adalah Arie Saptari Hudaya sosok dibalik sejumlah kontrovesi BUMI. Namun meski menjabat sebagai Presiden Direktur sebuah perusahaan raksasa, Arie dikenal sebagai sosok yang ramah. Berbeda dengan kebanyakan elite perusahaan besar. Ia bahkan, terkesan sangat santai.
Asal usul alumni Teknik Mesin ITB ini menjabat sebagai orang nomor satu di BUMI adalah pertemuannya dengan Nirwan Bakrie. Saat itu November 1996 Arie masih menjabat sebagai seorang manajer di Astra Securities. Ternyata ada chemistry yang cocok diantara dia dan Nirwan, ia pun kemudian menyetujui untuk bergabung ke Kelompok Usaha Bakrie.
Arie memang bukan orang awam di dunia keuangan, malahan insinyur mesin ini lebih dikenal sebagai ”orang keuangan” daripada ”orang otomotif”. Memang sih, Arie dulu pernah pernah bekerja di Mitsubishi Corp. Arie termasuk satu dari empat orang insinyur yang masuk Mitsubishi lewat sebuah seleksi ketat dan harus bersaing dengan ratusan insinyur muda lainnya.
Setelah melanglang buana ke beberapa pabrik Mitsubishi di beberapa kota di negeri sakura, Jepang Ia kembali ke tanah air. Lalu ia tergiur tawaran seniornya yang juga lulusan Teknik Mesin ITB untuk memasuki dunia perbankan.
Karir keuangannya dimulai pada saat ia menjabat sebagai manajer di Citibank pada 1986-1989. Dari Citybank ia sempat pindah ke Bank Bumiputera kali ini ia dipercaya sebagai Vice President/Business.
Selain itu ia juga sempat hijrah ke Bank Universal dan menjabat sebagai sebagai Vice President/Treasury and Financial Institution. Sampai akhirnya pada tahun 1993, Ari mendarat di Astra Internasional, sebelum akhirnya berlabuh ke Kelompok Usaha Bakrie.
Dibawah komandonya Bumi Resources sempat menjadi fenomena. Perusahaan yang tergolong anak baru ini pernah mengakuisisi Kaltim Prima Coal (KPC) yang merupakan perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.
Diiringi banyaknya kontroversi dari berbagai pihak, transaksi senilai US$ 500 juta tersebut malah membuat BUMI semakin gemilang. Kegemilangan Bumi Resources beberapa tahun lalu itu, membuat Arie termotivasi untuk membuat perusahannya mampu ambil andil di tingkat global
Tanggung jawabnya sebagai Presdir Bumi Resources tak membuat Arie lupa ber-enjoy ria dengan hobinya ber-cross country. Ada satu alasan putra pensiunan TNI AU ini sangat menggemari hobinya tersebut. Melalui cross country, dengan motor trailnya Arie bisa masuk ke daerah-daerah yang medannya sulit diantisipasi. “Jadi selain bisa menikmati, saya tetap dituntut berpikir mengantisipasi medan,” katanya.
(eka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini