Senin, 05 April 2010

bumi maeh KEMARUK dah ... 050410

Senin, 05/04/2010 08:17 WIB
BUMI Bidik Penjualan Batubara 64 Juta Ton di 2010
Indro Bagus - detikFinance

Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan volume penjualan batubara sebanyak 64 juta ton di 2010, naik 9,61% dari tahun 2009 sebanyak 58,39 juta ton. Hingga triwulan I-2010, perseroan telah menjual 16 juta ton batubara.

"Target volume penjualan batubara BUMI di 2010 sekitar 64 juta ton," ujar SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, akhir pekan lalu.

Pada tahun 2009, volume penjualan batubara BUMI tercatat sebanyak 58,39 juta ton. Itu berarti pertumbuhan volume penjualan akan sebesar 9,61% di 2010.

"Hingga triwulan I-2010, kami telah menjual 16 juta ton batubara yang mana berarti penjualan kami akan mencapai target," ujarnya.

Untuk produksi batubara di 2010, perseroan menargetkan angka antara 67-70 juta ton, tumbuh antara 6,14% hingga 10,89% dari realisasi tahun 2009 sebanyak 63,12 juta ton.

"Target ini menunjukkan bahwa secara fundamental, kami masih memiliki kinerja yang selalu tumbuh," ujarnya.

Perseroan juga memproyeksikan pertumbuhan harga rata-rata batubara yang diterima BUMI antara 8-10% di 2010. Tahun 2009, harga rata-rata penjualan batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 63,14 per ton, lebih rendah 13,9% dari tahun 2008 sebesar US$ 73,34 per ton.

"Proyeksi kami, harga rata-rata batubara tahun ini akan lebih baik seiring dengan sentimen pemulihan ekonomi global, bisa tumbuh 8-10%," ujarnya.

Mengacu pada angka tersebut, proyeksi harga rata-rata batubara BUMI akan berkisar antara US$ 68,19 per ton hingga US$ 69,45 per ton di 2010.

Perseroan juga memproyeksikan adanya kenaikan biaya produksi batubara menjadi sebesar US$ 30 per ton, naik 5,93% dari tahun 2009 sebear US$ 28,32 per ton.

Dengan demikian, proyeksi EBITDA perseroan di 2010 akan sebesar US$ 26 per ton. Dengan target penjualan sebanyak 64 juta ton, maka EBITDA BUMI di 2010 akan mencapai US$ 1,664 miliar, naik 56,98% dari tahun 2009 sebesar US$ 1,060 miliar.

Pada tahun 2009, pendapatan BUMI tercatat sebesar US$ 3,219 miliar, turun tipis 4,7% dari tahun 2008 sebesar US$ 3,38 miliar. Menurut Dileep, penurunan pendapatan disebabkan menurunnya harga jual rata-rata batubara BUMI.

"Pada tahun 2009, harga rata-rata yang kami terima sebesar US$ 63,14 per ton, turun 13,9% dari sebelumnya US$ 73,34 per ton," ungkap Dileep.

Biaya produksi juga menurun menjadi US$ 28,32 per ton di akhir 2009. Pada tahun 2008, biaya produksi sebesar US$ 33,11 per ton.

Laba bersih tahun 2009 tercatat sebesar US$ 190,45 juta, menurun 49% dari tahun 2008 sebesar US$ 371,69 juta. Penurunan laba disebabkan adanya realisasi biaya pengupasan lahan sebesar US$ 275 juta.

Menurut Dileep, penyesuaian tersebut merupakan realisasi atas amortisasi biaya pengupasan lahan terhitung tahun 2003 hingga tahun 2009. Tanpa adanya realisasi tersebut, laba bersih BUMI akan mencapai US$ 448 juta, naik 20,53% dari tahun 2008 sebesar US$ 371,69 juta.


(dro/qom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini