Selasa, 06 April 2010

analis cuekin bumi, investor ritel hepi (3) : 060410

... apa yang gw ekspektasikan mulai terbukti dah ... semakin TIDAK ADA ANALIS PRO YANG NGOCEH2 SOAL SAHAM BUMI, gw semakin HEPI ... semoga yo
06/04/2010 - 16:10
IHSG Terkoreksi, Abaikan Laju BUMI
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – IHSG akhirnya mengambil nafas, setelah rally beberapa hari terakhir. Bergugurannya saham unggulan menjadi pemicunya, seakan menghalau penguatan saham tambang, yang dipimpin BUMI.

Pada perdagangan Selasa (6/4), IHSG ditutup turun 6,277 poin (0,22%) ke level 2.880,969. Indeks saham unggulan LQ 45 juga melemah tipis 1,291 poin (0,23%) ke level 560,675.

Indeks saham dibuka menguat 0,29% ke level 2.895 dan terus melesat hingga sempat menembus level 2.900. Namun, aksi profit taking menyerang bursa. IHSG pun kembali terseret turun. Setelah pada sesi siang bertengger di 2.885, indeks akhirnya ditutup di angka 2.880.

Analis Kresna securities mengatakan, IHSG akhirnya ditutup terkoreksi, setelah sempat menembus level 2.900 di sesi awal perdagangan. Pergerakan indeks anomali dengan bursa regional Asia yang didominasi penguatan. “Investor mengambil profit taking setelah indeks menguat cukup lama,” katanya.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur BI yang menahan BI Rate di level 6,5%, seiring deflasi maret, ternyata sesuai dengan ekspektasi pasar. Investor yang telah mengantisipasi hal ini pun merealisasikan keuntungannya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 10,089 miliar lembar saham, senilai Rp 6,675 triliun dan frekuensi 151.044 kali. Sebanyak 114 saham naik, 109 saham turun dan 70 saham stagnan.

Investor asing masih mencatatkan transaksi beli bersih (Net Foreign Transaction) sebesar Rp363 miliar. Terdiri dari nilai transaksi beli sebesar Rp1,821 triliun dan nilai transaksi jual yang mencapai Rp1,458 triliun.

Hampir semua sektor melemah, dimana sektor aneka industri memimpin penurunan mencapai 2,4%. Disusul sektor properti dan infrastruktur yang terkoreksi 1%, finansial 0,7%, manufaktur 0,6%, perdagangan 0,12%, perkebunan 0,05% dan industri dasar yang turun 0,03%. Hanya sektor tambang dan konsumsi yang mencatatkan penguatan, masing-masing 2,5% dan 0,7%.

Penguatan saham tambang dipicu naiknya harga minyak yang mencapai level US$87 per barel.

Pamor saham Bumi Resources (BUMI) pun kembali mencuat dan mendominasi perdagangan. Nilai transaksi emiten ini mencapai 1,256 triliun, atau 18,9% dari total transaksi hari ini. Adapun emiten tambang ini juga tercatat dalam lima besar top gainer, dengan naik Rp250 (10,8%) ke level Rp2.550.

Penguatan BUMI didukung terealisasinya kontrak batu bara thermal dari Jepang, melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC). Harga pengiriman untuk tahun fiskal Maret 2010-April 2011 adalah US$104/ton FOB (harga jual rata-rata batu bara) atau 6.700 GAD (setara 6.322 GAR).

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 45.300, Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 162.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.300, Matahari Departemen Store (LPPF) turun Rp225 ke Rp2.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.400, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.750, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.200.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 13.950, Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik Rp500 menjadi Rp4.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 25.600, Indika (INDY) naik Rp 100 ke Rp 2.850, International Nickel (INCO) naik Rp 100 ke Rp 4.700.

IHSG terkoreksi di tengah penguatan bursa regional Asia. Indeks Shanghai di China naik 0,72 poin (0,02%) ke level 3.158,68, indeks Kospi di Seoul naik tipis 1,10 poin (0,06%) ke level 1.726,09 dan indeks Strait Times Singapura naik 9,47 poin (0,32%) ke level 2.977,85. Hanya indeks Nikkei-225 di Jepang turun 56,98 poin (0,50%) ke level 11.282,32. [mdr]
Harga kontrak naik, BUMI melonjak 10,87%
Selasa, 06/04/2010 16:09:19 WIBOleh: Wisnu Wijaya

JAKARTA (Bisnis.com): Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sore ini ditutup melonjak 10,87% atau Rp250 per saham ke Rp2.550 karena kenaikan harga kontrak dari pelanggan besar di Jepang.

Dengan penutupan harga itu, kapitalisasi pasar saham BUMI mencapai Rp49,48 triliun dengan price to earning ratio 28,02 kali.

Dalam siaran pers tadi pagi disebutkan BUMI menyatakan harga jual kontrak batu bara thermal yang dijual kepada pelanggan besar di Jepang naik 40% menjadi US$104 per ton.

Senior Vice President, Investor Relations Corporate Communications BUMI Dileep Srivastava, mengatakan batu bara thermal tersebut berasal dari tambang anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC).

“Harga kontrak batu bara thermal basis 6.700 GAD [setara dengan 6.322 GAR] harga FOB mencapai US$104 per ton yang dikirimkan kepada pelanggan besar di Jepang,” kata Dileep.

Harga ini lebih tinggi 40% dari harga FOB tahun sebelumnya yang dikirim ke Jepang pada 2009.

Dia menambahkan Bumi masih mengikuti aturan mengenai patokan harga rata-rata US$67 per ton FOB untuk seluruh jenis batu bara sepanjang 2010.

Penjualan batu bara BUMI melampaui 58 juta ton pada tahun lalu, atau naik sekira 12,62% dibandingkan dengan volume penjualan pada 2008 sebanyak 51,5 juta ton. Penjualan itu mencapai target yakni pertumbuhan 10% dibandingkan dengan tahun lalu, sebagaimana dipaparkan manajemen pada kuartal I/2009. Produksi melebihi 60 juta ton. (wiw)

Selasa, 06/04/2010 16:10 WIB
Rehat Ambil Untung, IHSG Kehilangan 6 Poin
Indro Bagus - detikFinance

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya gagal ditutup di atas level 2.900 lantaran adanya aksi ambil untung (profit taking) di sebagian besar saham-saham unggulan. Saham Bakrie 7 menjadi primadona perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Selasa (6/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.888,806 dan langsung menguat hingga sempat menyentuh level 2.911,463, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 2.887,246.

Sebagian besar saham-saham unggulan menguat cukup besar disokong oleh sentimen positif serta kenaikan tajam harga saham-saham Bakrie 7. Investor asing sepertinya fokus melakukan aksi beli di saham Bumi Resources (BUMI) dengan transaksi mencapai Rp 1 triliun lebih. Saham BUMI mulai aktif kembali setelah masa vakum beberapa pekan.

Namun di tengah perdagangan, aksi jual mendera lantai bursa, khususnya pada sebagian besar saham-saham unggulan di berbagai sektor dipimpin oleh kejatuhan saham Astra International (ASII). Tampaknya sebagian investor memutuskan melakukan profit taking setelah rally panjang selama sebulan terakhir.

Aksi jual massif pun memukul IHSG ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.871,747. Hanya indeks saham sektor pertambangan dan konsumsi yang masih berada di zona hijau sekaligus menopang IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Sisanya, terjebak di zona negatif.

BUMI yang baru saja mendapatkan kontrak batubara dengan Jepang di harga US$ 104 per ton, memberikan angin segar pada saham-saham batubara lainnya. Kontrak ini mengindikasikan akan adanya kenaikan harga jual batubara di pasar spot dunia untuk tahun 2010. Itu berarti, investor mencium peluang kenaikan laba yang cukup tinggi di 2010.

Pada perdagangan Selasa (6/4/2010), IHSG ditutup turun 6,277 poin (0,22%) ke level 2.880,969. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 1,291 poin (0,23%) ke level 560,675.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.050 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.065 per dolar AS. Rupiah pagi tadi sempat menyentuh titik terkuatnya di 9.035 per dolar AS.

Aktivitas investor asing masih didominasi aksi pembelian sebesar Rp 1,821 triliun, transaksi jual sebesar Rp 1,457 triliun. Transaksi bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 363,802 miliar.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan, kecuali Bursa Jepang yang berada di zona merah sejak tadi pagi.
Indeks Shanghai naik 0,72 poin (0,02%) ke level 3.158,68.
Indeks Nikkei-225 turun 56,98 poin (0,50%) ke level 11.282,32.
Indeks Strait Times naik 9,47 poin (0,32%) ke level 2.977,85.
Indeks KOSPI naik tipis 1,10 poin (0,06%) ke level 1.726,09.


Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 151.044 kali pada volume 10,089 miliar lembar saham senilai Rp 6,675 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 109 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 1.050 ke Rp 13.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 25.600, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 250 ke Rp 2.550, Indika (INDY) naik Rp 100 ke Rp 2.850, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 4.700.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 45.300, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 162.500, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.300, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.400, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.750, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.200.
(dro/qom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini