Minggu, 04 April 2010

daya saink bumi TAK PULIH ... 040410

e-trading:
BUMI: Laba Bersih Turun
BUMI: Marjin Usaha Turun Jadi 19,83%
Laba bersih emiten batu bara yang dikendalikan oleh keluarga Bakrie itu menurun 49% dari US$371,69 juta pada 2008 menjadi US$190,45 juta pada tahun lalu karena dipicu oleh lonjakan biaya pengupasan lahan senilai US$275 juta. Selain biaya itu, BUMI juga dibebani lonjakan beban bunga dan keuangan dari US$37,73 juta pada 2008 menjadi US$180,92 juta pada tahun lalu. Perusahaan itu juga menderita kerugian atas transaksi derivatif US$63,37 juta dan pembayaran pajak US$42,24 juta.

Seiring dengan penurunan pendapatan 4,77% dari US$3,38 miliar pada 2008 menjadi US$3.22 billion pada tahun lalu, laba usaha BUMI tergerus 42,09% dari US$1,10 miliar pada 2008 menjadi US$638,25 juta. Penurunan laba usaha itu dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan 19,77% dari US$1,76 miliar pada 2008 menjadi US$2,12 miliar pada tahun lalu. Akibatnya, marjin usaha BUMI merosot drastis dari 32,63% pada 2008 menjadi 19,83% pada tahun lalu.

EKSPOSE
Margin usaha BUMI turun

JAKARTA: Tak hanya laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menurun 49%, laba usaha dan margin usaha perusahaan batu bara terbesar di Indonesia itu juga melemah 42,09% pada tahun lalu dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan yang diperoleh Bisnis kemarin disebutkan seiring dengan penurunan pendapatan 4,77% dari US$3,38 miliar pada 2008 menjadi US$3,2 miliar pada tahun lalu, laba usaha BUMI tergerus 42,09% dari US$1,10 miliar pada 2008 menjadi US$638,25 juta.

Penurunan laba usaha itu dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan 19,77% dari US$1,76 miliar pada 2008 menjadi US$2,12 miliar pada tahun lalu. Akibatnya, margin usaha merosot dari 32,63% pada 2008 menjadi 19,83% pada tahun lalu. (bisnis/wiw)
Marjin usaha BUMI turun jadi 19,83%
Minggu, 04/04/2010 10:03:33 WIBOleh: Wisnu Wijaya

JAKARTA (Bisnis.com): Tak hanya laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menurun 49%, laba usaha dan marjin usaha perusahaan batu bara terbesar di Indonesia itu juga melemah 42,09% pada tahun lalu dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan yang diperoleh Bisnis.com hari ini disebutkan seiring dengan penurunan pendapatan 4,77% dari US$3,38 miliar pada 2008 menjadi US$3.22 billion pada tahun lalu, laba usaha BUMI tergerus 42,09% dari US$1,10 miliar pada 2008 menjadi US$638,25 juta.

Penurunan laba usaha itu dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan 19,77% dari US$1,76 miliar pada 2008 menjadi US$2,12 miliar pada tahun lalu.

Akibatnya, marjin usaha BUMI merosot drastis dari 32,63% pada 2008 menjadi 19,83% pada tahun lalu.

Laba bersih emiten batu bara yang dikendalikan oleh keluarga Bakrie itu juga menurun 49% dari US$371,69 juta pada 2008 menjadi US$190,45 juta pada tahun lalu karena dipicu oleh lonjakan biaya pengupasan lahan senilai US$275 juta.

Selain biaya itu, BUMI juga dibebani lonjakan beban bunga dan keuangan dari US$37,73 juta pada 2008 menjadi US$180,92 juta pada tahun lalu. Perusahaan itu juga menderita kerugian atas transaksi derivatif US$63,37 juta dan pembayaran pajak US$42,24 juta. (wiw)

04/04/2010 - 14:08
2009, Laba Bersih BUMI Capai US$190,45 Juta
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang 2009, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih sebesar US$190,45 juta.
Demikian disampaikan Senior Vice President BUMI Dileep Shrivastava melalui pesan singkatnya kepadaINILAH.COM, akhir pekan ini.
Dileep menjelaskan, perolehan laba bersih tersebut telah dikurangi dengan biaya amortisasi senilai US$275 juta, yang terdiri dari laba selisih kurs, laba investasi saham, dan penjualan dua aset perseroan.
"Dengan demikian, laba perseroan (2009) masih di atas konsensus awal yaitu US$448 juta. Dan di atas laba 2008 yang sebesar US$371,69 juta," ungkapnya.
Sebagai informasi, total laba 2009 yang dicatatkan BUMI sebelum diamortisasi mencapai US$465,45 juta.
Untuk kuartal I ini, Dileep menyatakan, perseroan berharap dapat menjual 16 juta ton batu bara atau lebih tinggi dibanding periode yang sama 2009 sebesar 11,3 juta ton. "Target penjualan itu naik 41,6 persen dengan harga jual yang lebih tinggi dibanding kuartal I 2009," ujarnya.
Harapan tersebut, menurut Dileep, masih sesuai dengan proyeksi penjualan 2010 sebesar 64 juta ton batu bara. "2010 diharapkan menjadi tahun yang menggembirakan bagi perseroan untuk pencapaian penjualan, laba, pendapatan dan EBITDA sesuai proyeksi," pungkasnya. [mre/cms]

Bumi Resources Raup Laba US$ 190,45 Juta
Meski demikian, perolehan itu di bawah laba selama 2008 yang mencapai US$ 371,69 juta.
JUM'AT, 2 APRIL 2010, 11:39 WIB
Arinto Tri Wibowo

Tambang batu bara (www.warwick.ac.uk)
BERITA TERKAIT
Bumi Tuntaskan Road Show di 4 Negara
Bumi Konsolidasikan Saham Newmont
KPC: Penyidikan Ditjen Pajak Tidak Sah
Maret, Uji Tuntas Kontrak Bumi di Berau Kelar
Bumi Butuh Pendanaan di Atas US$ 500 Juta
Web Tools

VIVAnews - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kenaikan penjualan dan volume produksi selama 2009. Selama periode itu, perseroan juga membukukan laba bersih US$ 190,45 juta.

Meski demikian, perolehan laba itu di bawah konsensus sebesar US$ 448 juta dan laba 2008 yang terbukukan US$ 371,69 juta.

Senior Vice President Investor Relations Bumi Resources Dileep Srivastava kepada VIVAnews menjelaskan, perolehan laba itu di antaranya ditopang oleh keuntungan investasi saham dan laba selisih kurs.

"Pada kuartal I-2010, Bumi berharap dapat menjual 16 juta ton batu bara dibanding 11,3 juta ton pada periode sama 2009," kata Dileep di Jakarta, Jumat 2 April 2010.

Target penjualan tersebut melonjak 41,6 persen dengan harga jual yang lebih tinggi dibanding kuartal I-2009. "Sedangkan outstanding penjualan hingga kuartal I-2010 masih on track," ujarnya.

Menurut Dileep, hingga akhir 2010, Bumi menargetkan penjualan hingga 64 juta ton batu bara.

Dia optimistis, 2010 akan menjadi tahun yang menggembirakan bagi peningkatan volume penjualan, pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) serta paramater keuangan lainnya.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini