Kamis, 01 April 2010

bumi diCUEKin, wow, SENTIMEN BAGUS bwat investor ritel : 010410

WAWANCARA
01/04/2010 - 10:46
Arga Paradita Sutiono
BUMI Tidak Lagi Warnai Pasar

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (1/4) diprediksikan bergerak sideways. Sebab, pergerakan emiten ini tidak lagi mewaranai pasar. Buy on weakness BUMI!

Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan, sideways-nya saham BUMI karena pergerakannya yang tidak lagi mewarnai pasar. Karena itu, baik pelemahan maupun penguatan sangat tergantung pada sentimen dari berita yang berkembang.

Karena itu, sampai penutupan hari ini pun, BUMI belum tentu melemah. Bisa saja meneruskan pelemahan tapi setelah itu akan naik lagi. “Akibatnya, pergerakannya jadi sideways dibandingkan kemarin,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (31/3), kemarin saham BUMI melemah Rp100 (4,25%) menjadi Rp2.250 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.350. Harga tertingginya mencapai Rp2.350 dan terendahnya Rp2.250. Volume transaksi mencapai 124,6 juta unit saham senilai Rp285,2 miliar dan frekuensi 4.651 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah kemarin terkoreksi 4,25%, bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya kira akan sideways. Sebab, saham ini sendiri pergerakannya tidak lagi mewarnai pasar. Karena itu, pergerakannya sangat tergantung pada sentimen apa yang memicunya. Di sisi lain, jika melihat volume transaksi yang tidak terlalu besar, koreksi BUMI kemarin tidak perlu dikhawatirkan.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan bergerak dalam kisaran trading Rp2.325 sebagai level resistance dan Rp2.225 sebagai level support-nya. Sampai penutupan hari ini pun, BUMI belum tentu melemah. Bisa saja meneruskan pelemahan tapi setelah itu akan naik lagi sehingga pergerakannya jadi sideways dibandingkan kemarin. Sebab, Rabu (31/1) pun, saham ini ditutup di level harga terendah.

Bagaimana dengan rencana Tata Power yang menjajaki pelepasan 8-10% saham KPC dan Arutmin?

Pergerakan saham BUMI sangat tergantung pada sentimen seperti yang terjadi kemarin. Seperti halnya kemarin. BUMI terkoreksi karena dirumorkan Tata Power Co Ltd, perusahaan pembangkit listrik terbesar di India, menjajaki pelepasan sekitar 8-10% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia. Kedua perusahaan itu notabene merupakan anak usaha BUMI. Nilai penjualan saham di kedua produsen tambang batubara itu mencapai US$300 juta.

Tapi menurut saya, seharusnya berita ini tidak berpengaruh negatif ke BUMI. Hanya saja pasar khawatir karena KPC identik dengan BUMI. Akibatnya, sebagian pelaku pasar melepas saham yang dipegangnya di BUMI. Sebab, BUMI memiliki 70% dan Tata Power 30%. Itupun, Tata Power akan melepasnya ke asing. Seharusnya, tidak terjadi tekanan pada BUMI. Sebab, pasar pun sebenarnya masih harus melihat dijual di harga berapa.

Seharusnya tidak ada masalah bagi BUMI. Sebab, porsi kepemilikannya tidak terganggu. Bagi KPC dan Arutmin pun sendiri tidak jadi masalah. Sebab, hal itu hanya pemindahan tangan saja. Tapi, karena sekarang pergerakan BUMI tidak mewarnai pasar, sentimen apapun jadi penggerak.

Bagaimana dengan laporan keuangan?

Laporan keuangan perseroan, seharusnya sudah dirilis sekarang. Diprediksikan turun untuk tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, harga batubara mengalami penurunan dari US$120-130 per metrik ton pada 2008 menjadi US$80 di 2009. Kalaupun batu bara menguat, saat ini baru mencapai US$94 per metrik ton. Itupun, imbuhnya, tidak akan terefleksi pada laporan keuangan. Sebab, kenaikan ini terjadi di 2010. Dari sisi produksi memang akan naik tapi dari sisi harga penjualan akan turun akibat turunnya harga jual batubara. Karena itu, harga BUMI di kisaran saat ini karena memang pendapatannya turun.

Hanya saja, secara umum pun, untuk laporan kuangan sektor pertambangan batubara dipastikan turun. Namun, merosotnya kinerja keuangan BUMI, bukan alasan pelemahan BUMI hari ini. Sebab, hal itu sudah terefleksi pada harga BUMI sekarang.

Namun demikian, pada dasarnya, saham-saham pertambangan seperti BUMI masih bagus. Sebab, permintaan komoditas masih akan naik. Untuk jangka menengah di BUMI ditargetkan di level Rp2.700. Level itu, setelah mempertimbangkan jika BUMI harus bayar pajak Rp2,1 triliun. Ini adalah basic value BUMI dari Asia Kapitalindo Securities.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI.[jin/ast]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome All of You

Cari di Blog Ini