Mau Liat Maenan Saham2 gw Hari Ini :

Senin, 08 Februari 2010

blue day bluechips bumi blues ... 080210

Senin, 08 Februari 2010 | 12:10

BURSA SAHAM

Bluechips Terpuruk, IHSG Merosot 2,41%



JAKARTA. Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin mengenaskan. Bahkan, pada hari ini, Bursa Efek Indonesia menjadi bursa yang terkoreksi paling dalam. Senin (8/2), hingga paruh pertama, indeks bertengger di 2.458,23, atau terkoreksi 2,41%. Perinciannya 138 saham turun, 23 saham naik, dan 42 saham tak mengalami perubahan.

Nilai transaksi harian BEI tercatat Rp 1,88 triliun. Penurunan indeks banyak disebabkan oleh anjloknya saham-saham papan atas, seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 4,65% menjadi Rp 28.700, PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,06% menjadi Rp 33.300, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 4% menjadi Rp 24.000, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 4,46% menjadi Rp 10.700, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,79% menjadi Rp 8.700, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,08% menjadi Rp 2.350.

Sebaliknya saham-saham yang mampu bertahan; PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) naik 2,34% menjadi Rp 131, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) naik 1,69% menjadi Rp 600, dan PT Cowell Development Tbk (COWL) turun 1,35% menjadi Rp 375.



Hendra Soeprajitno kontan

analis pro jadi BLOON @bumi lage (14) ... 080210

08/02/2010 - 10:01
Irwan Ibrahim
BUMI Bisa Terkoreksi ke Rp2.200

INILAH.COM, Jakarta – Seiring koreksi harga batu bara dan negatifnya sentimen market, saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (7/2) diprediksikan masih tertekan menuju Rp2.200. Long term buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi terkoreksinya saham BUMI hari ini karena negatifnya sentimen market dan koreksi harga batu bara.Hal ini dipicu oleh koreksi harga minyak ke level US$71 per barel . Namun, kondisi ini justru dinilai merupakan momentum tepat bagi investor untuk melakukan aksi beli.
BUMI akan mengarah ke level support Rp2.300-2.200 dan Rp2.500 sebagai levelresistance-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.


Pada perdagangan Jumat (5/2), saham BUMI ditutup melemah Rp125 (4,85%) menjadi Rp2.450, dengan intraday Rp2.475 dan Rp2.400. Volume transaksi mencapai 236,1 juta unit saham senilai Rp575,8 triliun dan frekuensi 7.853 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Saya kira BUMI masih berpotensi tertekan kembali. Salah satu faktornya karena koreksi harga batubara internasional ke level US$60-65 per metrik ton. Hal ini menyusul pelemahan harga minyak mentah dunia ke level US$71 per barel.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level support Rp2.300-2.200 dan Rp2.500 sebagai level resistance-nya.

Sentimen market bagaimana?

Negatifnya sentimen market juga akan memperparah pelemahan BUMI. Sebab, pekan lalu dirilis data ekonomi yang buruk di AS yaitu data pengangguran yang masih tinggi di level 10%. Padahal, pemerintah Obama juga sebelumnya sudah memperketat gerak perbankan dengan membatasi pendanaan pada hedge fund dan private equity fund. Akibatnya, bahkan indeks Dow Jones sempat jatuh dan tembus ke level 9.800.

Karena itu, sentimen dari regional masih negatif sehingga akan memicu koreksi di bursa-bursa regional termasuk pasar domestik. Hal ini juga masih terpengruh negatif oleh kebijakan pengetatan likuiditas di China yang menaikan capital reserve ratio atau Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 16% untuk perbankan. Karena itu, pasar masih bersikap wait and see atas perkembangan market berikutnya.

Kapitalisasi market pun saat ini sangat tipis. Bahkan bukan hanya di pasar modal, di pasar uang dan komoditas pun nilai transaksi relatif sepi. Dalam kondisi ini, pelaku pasar ketakutan sehingga melakukan aksi jual karena takut jatuh lebih dalam. Karena itu, saham BUMI pun akan tertekan.

Apa yang harus dilakukan investor atas BUMI?

Justru dalam kondisi inilah saatnya bagi investor untuk melakukan aksi beli atas BUMI. Sebab, setelah menyentuh level Rp2.200, secara teknikal saham ini akan kembali menguat. Saya rekomendasikan beli untuk jangka panjang. Paling tidak, hingga akhir kuartal pertama tahun ini ditargetkan Rp3.000 untuk BUMI. Pasar saat ini harus menghindari bermain margin atau spekulatif. Lebih baik beli karena ada potensi menguat kembali.

Apa yang bisa memicu penguatan BUMI kembali?

Penguatan BUMI selanjutnya dipicu oleh ekspektasi membaiknya laporan keuangan perseroan kuartal keempat 2009 pada pertengahan Februari ini atau sekitar pekan depan. Pasar juga memiliki ekspektasi positif atas laporan keuangan untuk kuartal pertama di 2010 ini.

Itulah yang ditunggu-tunggu pasar saat ini. Sebab, dari sisi korporasi belum ada hal-hal yang berpengaruh pada pergerakannya karena belum ada aksi korporasi baru. Isunya sih rights issue, tapi sampai saat ini belum ada kepastian. Jika jadi, itu juga akan menyedot likuditas di market. [jin/ast]

bumi lepas tangan tukh soal CALL WARRAN Malaysia bo ... 080210

8/02/2010 - 14:51
BUMI Akui tak Terlibat Terbitkan 'Call Warrant'


(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan tidak mengetahui ataupun terlibat dalam penerbitan call warrant atas saham BUMI yang diterbitkan OSK Investment Banking Berhad di Malaysia.

Hal ini disampaikan Eddie J. Soebari, Direktur BUMI dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Senin (8/2). "Kami sama sekali tidak terlibat dalam penerbitan call warrat tersebut," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan OSK menawarkan produk derivatif waran terstruktur jenis call warrant dengan aset dasar saham BUMI kepada investor di bursa Malaysia. Dalam prospektus penawaran waran yang dipublikasikannya kemarin, OSK akan menerbitkan 75 juta waran terstruktur BUMI. Setiap dua waran nantinya bisa ditukar dengan satu saham BUMI.

Produk derivatif ini diluncurkan dengan harga RM 0,15 per waran atau sekitar Rp 412,8 per waran atau 29,64% dari harga referensi saham BUMI pada 20 Januari 2010 sebesar Rp 2.811,57.

Waran berkode BUMIRES-C1 tersebut akan jatuh tempo pada 1 Oktober 2010. Harga eksekusinya sebesar Rp 2.500. Waran ini sudah dicatatkan di bursa Malaysia. Dari penawaran waran tersebut, OSK Investment menghitung bisa meraup dana segar Rp30,96 miliar yang dananya akan dipakai untuk modal kerja. [cms]

bumi terpuruk ke 2300-an ... 080210

08/02/2010 - 11:46
Saham BUMI Terseok Dekati 2.300


(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - Harga saham Bumi Resources Tbk (BUMI) pada jelang penutupan sesi I siang ini terseok hingga menyentuh level 2.300 per saham.

Dari hasil pengamatan IMILAH.COM, saham BUMI siang ini sudah jatuh 75 poin (3,06%) ke harga Rp2.375 per saham.

Volume perdagangannya sebanyak 227.539 saham dengan nilai transaksi Rp270,73 miliar. Saham BUMI ini telah diperdagangkan sebanyak 2.936 kali transaksi hingga siang ini. [cms]

Minggu, 07 Februari 2010

pekan koreksi bumi ... moga2 enjoy lah ... bwat beli : 070210

06/02/2010 - 08:29
Pengaruh Faktor Eksternal
Sepekan BUMI Terpeleset 1%
Asteria


(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Setelah bergerak fluktuatif, sepekan ini saham PT Bumi Resources (BUMI) mengalami penurunan 1%. Faktor eksternal sangat berpengaruh, di tengah minimnya sentimen positif yang signifikan mengangkat bursa.

Saham BUMI mengawali perdagangan pekan ini dengan naik Rp75 ke level Rp2.550. Penguatan ini merupakan faktor teknikal setelah akhir pekan lalu, saham primadona ini berakhir melemah. Pelaku pasar masih melakukan pembelian, seiring berlanjutnya sentimen penerbitan saham baru tanpa HMETD sebesar 10%.

“Masuknya China Investment Corporation (CIC) jelas sangat bagus untuk BUMI,” kata Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas, pada awal pekan ini. BUMI berencana menerbitkan saham baru maksimal 10% saham atau 1,94 miliar saham dari total yang ditempatkan dan disetor penuh 19,4 miliar saham.

Hasil bersih penerbitan saham baru itu bahkan disebutkan akan dimanfaatkan BUMI untuk membayar utang. Namun, imbuhnya, tanpa sentimen ini pun, saham BUMI sebenarnya masih cukup menarik. “Hal ini dipicu saham Xstrata yang naik lagi untuk kedua kalinya, serta penguatan harga batu bara,” ujarnya.

Namun, keesokan harinya, beredarnya kabar bahwa BUMI tidak akan menerbitkan saham baru, setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan situasi politik. Hal ini kembali melemahkan harga saham emiten batubara ini, sehingga BUMI ditutup turun Rp50 ke Rp2.500.

Meskipun BUMI belum menyatakan secara resmi tentang kepastian pelaksanaan penerbitan saham baru tanpa HMETD, beberapa pengamat mengganggap berita ini rumor belaka.

Pasalnya, bantahan ini tidak berasal dari surat kepada Bursa Efek Indonesia. Berbeda dengan penjelasan resmi kepada BEI sebelumnya tertanggal 8 Januari 2010, yang ditandatangani oleh Dileep Srivastava.

BUMI akhirnya berhasil menguat pada hari ketiga, Rabu (3/2), dengan ditutup naik Rp100 ke level Rp2.600. Hal ini dipicu rally pada harga minyak, yang mencapai US$77 per barel di New York.

Selain itu, PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha BUMI mengajukan permohonan praperadilan terkait kasus investigasi kantor pajak terhadap dugaan penyelewangan pajak.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak, KPC termasuk dalam daftar 100 perusahaan penunggak pajak terbesar. Namun, manajemen BUMI menilai, KPC telah melunasi kewajiban pajak sesuai surat pemberitahuan tahunan (SPT) yang telah disampaikan perusahaan.

Namun, penguatan itu hanya sementara. BUMI pada Kamis (4/2) kembali melemah Rp25 ke level Rp2.575. Selain profit taking setelah kenaikan sebelumnya, sentimen negatif berasal dari kabar bahwa anak usaha Bakrie ini akan menjadi aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia.

BUMI juga menjadi jaminan covered warrant yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis coverred warrant dengan underlying asset saham BUMI.

Memburuknya bursa regional dan regional akibat defisit di kawasan Eropa serta data ekonomi AS yang kurang baik, menghambat pergerakan bursa. BUMI pun terus terjebak di zona negatif. Pada perdagangan di hari terakhir, BUMI ditutup turun Rp125 ke Rp2.450 setelah sepanjang perdagangan melemah ke Rp2.400. [mdr]

Sabtu, 06 Februari 2010

ayo beneran BAYAR, sekarang juga ... 060210

06/02/2010 - 11:38
Pemerintah Minta Pembayaran Saham 7% Newmont Dituntaskan
Makarius Paru


INILAH.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi (Dirjen Minerba) berharap realisasi pembayaran saham 7% divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh Pemda NTB berjalan baik, meskipun sebenarnya itu sudah urusan bisnis ke bisnis.

"Pihak Newmont sudah melaksanakan RUPS pada 15 Januari yang lalu, namun soal rencana pengalihan saham, kami belum mendapatkan surat permohonan pengalihan saham," kata Dirjen Minerba Bambang Setiawan di Jakarta, Jumat (5/2) malam.

Sebenarnya, lanjutnya, urusan pembayaran saham sudah bisnis ke bisnis, pemerintah hanya berharap pelaksanaan pembayaran berjalan dengan baik. "Jika pembayaran saham tersebut selesai, awal Maret diharapkan mulai pembahasan awal saham divestasi 7% jatah 2010," ujarnya.

Realisasi pembayaran saham ini, menurutnya, memang sudah melewati target awal akhir Januari yang lalu. Rencana awal, setelah RUPS perusahaan pada 15 Januari, pihak Newmont segera mengajukan permohonan izin pengalihan saham ke ESDM, BKPM dan Menkumham, sehingga akhir Januari sudah ada pelunasan.

"Tetapi sayangnya, sampai sekarang bahkan surat permohonan pengalihan kepemilikan 7% saham pun belum juga didapatkan oleh Pemerintah," tukasnya. [cms]

bapepam cuci tangan @ bumi ... 060210

Jumat, 05/02/2010 14:30 WIB
Bapepam Lepas Tangan Soal Sengketa Pajak Emiten
Ramdhania El Hida - detikFinance


(foto: dok detikFinance) Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengaku tidak terlalu ikut campur dalam urusan sengketa pajak sejumlah emiten dengan Direktorat Jenderal Pajak. Bapepam-LK menyerahkan penanganannya kepada Ditjen Pajak.

"Itu tanya ke Ditjen Pajak, karena itu urusannya mereka. Kita koordinasi, tapi yang menangani langsung kan Ditjen Pajak," ujar ujar Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, Noor Rachman di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Menurut Fuad, Bapepam-LK hanya berwenang dalam meminta penjelasan emiten-emiten yang masuk dalam daftar nunggak pajak versi Ditjen Pajak. Namun selebihnya, merupakan kewenangan masing-masing emiten dan Ditjen Pajak.

"Kita sudah suratin emiten, minta penjelasan ke mereka. Kita tunggu aja keputusan masing-masing emiten," ujarnya.

Fuad juga mengaku belum mendapat laporan dari Ditjen Pajak soal detil tudingan nunggak pajak sejumlah emiten tersebut. "Belum. Itu kan rahasia Ditjen Pajak," ujarnya.

Seperti diketahui, Ditjen Pajak mengumumkan 100 daftar penunggak pajak terbesar. Meskipun kini telah direvisi menjadi 10 perusahaan saja, namun Ditjen Pajak masih memproses perusahaan-perusahaan lainnya.

Berdasarkan laporan Ditjen Pajak, setidaknya ada 10 emiten yang tercatat melakukan penunggakan pajak. Mereka diantaranya adalah:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).
PT Surya Dumai Tbk (SUDI).
PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK).
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO).
PT Steady Safe Tbk (SAFE).
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO).
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).


Selain 10 perusahaan tersebut, terdapat beberapa anak usaha dari emiten yang dilaporkan menunggak pajak. Diantaranya:
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk)
PT Kaltim Prima Coal (PT Bumi Resources)
PT Salim Ivomas Pratama (PT Indofood Sukses Makmur Tbk)
PT Semen Tonasa (PT Semen Gresik Tbk).


Terdapat pula calon Anggota Bursa (AB) yang tersangkut penunggakan pajak, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero). (dro/dro)

Welcome All of You

Cari di Blog Ini