22/01/2010 - 18:02
Credit Suisse Pemborong Terbanyak Saham BUMI
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - Hingga akhir pekan ketiga di 2010 ini, investor asing masih belum mau berlama-lama di lantai bursa. Lihat saja, broker berbendera asing, Credit Suisse Securities (CS) menghempas 57.699.500 saham BUMI.
Berdasarkan data resmi BEI seperti dikutip INILAH.COM menggambarkan di posisi kedua penjual terbanyak ada Deutsche Securities Indonesia (DB) sebanyak 37.957.500 saham dengan frekuensi 802 kali. Posisi ketiga ada UBS Securities Indonesia berhasil menjual 13.335.000 saham dengan transaksi 345 kali.
Di posisi ke empat ada Philips Securities Indonesia pun melepas 8.400.500 saham dengan frekuensi sebanyak 196 kali dan Trimegah Sekuritas (LG) pun menjual 7.699.500 saham dengan frekuensi sebanyak 294 kali.
Untuk aksi beli saham BUMI digawangi oleh Indopremier Securities (PD) sebanyak 11.592.500 saham dengan frekuensi sebanyak 810 kali, Sinarmas Securities (DH) membeli sebanyak 11.334.000 saham dengan frekuensi sebanyak 194 kali, E-Trading Securities (YP) pun membeli 9.961.00 saham dengan transaksi 862 kali.
Di posisi keempat ada Kim Eng Securities (ZP) pun membeli 8.482.000 saham dengan frekuensi 196 kali. Serta Trimegah Sekuritas (LQ) pun membeli 7.699.500 saham dengan 7.699.500 saham dengan frekuensi sebanyak 294 kali. [san/cms]
RUMUS TRADING SAHAM HARIAN, sejatinya ANDA BACA dah
Arsip Blog
Mau Liat Maenan Saham2 gw Hari Ini :
SILAKAN klik LINK/TAUT ke BLOG2 gw YANG PENTING
- 3 HUKUM LABA maen saham
- uji NIAT investasi saham
- saham PGAS dan MAPI bo
- ANALISIS TEKNIKAL SAHAM BUMI harian
- Ekonomi Investasi Saham
- ORDER TRANSAKSI SAHAM BUMI HARI INI
- Antm, saham tambang EMAS
- PETA BLOG gw TERINCI, lebih jelas
- REKSA DANA, Investasi Tahan Krisis
- SERBA SERBI Investasi
- EKONOMI GLOBAL
- EKONOMI, dasar semua aktivitas HARIAN
- BBRI & Bnii, Saham Perbankan Indonesia
- Trub, Saham Batubara #5 Indonesia
- Indy, Saham Batu Bara #3 Indonesia
- Elsa, Saham Pengelolaan Minyak Indonesia
- Adro, Saham Batubara #2 Indonesia
- THE BAKRIES, Saham Sejuta Umat
- Maen Saham Sehari-hari
Jumat, 22 Januari 2010
beli BUMI, dah ... 220110
WAWANCARA
21/01/2010 - 10:01
Bayu Aji
Sentimen Kawasan Tentukan Arah BUMI
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (21/1) diprediksikan menguat. Apalagi jika mendapat dukungan dari kondusifnya bursa regional. Buy on weakness untuk BUMI!
Bayu Aji, analis dari First Asia Capital mengatakan, penguatan BUMI hari ini sangat tergantung pergerakan bursa regional. Bila bursa kawasan positif, ada potensi kenaikan pada anak usaha Bakrie ini.
“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (20/1) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,89%) menjadi Rp2.775 dengan intraday Rp2.875 dan Rp2.725. Volume transaksi mencapai 392,7 juta unit saham senilai Rp1,1 triliun dan frekuensi mencapai 7.783 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin terkoreksi, apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?
Ya. Tapi penguatan ini semata faktor teknis, menyusul aksi profit taking yang terjadi pada perdagangan kemarin. Aksi ambil untung ini terjadi dipicu bursa regional yang kurang kondusif. Untuk hari ini, saya melihat saham sejuta umat ini masih menyisakan potensi penguatan.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650. Jika kondisi regional mendukung, saham ini potensial mengarah ke level Rp3.000. Jika tidak, BUMI akan bergerak dalam kisaran yang cukup sempit di level resistance dan support pertama.
Apa sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan BUMI?
Pergerakan BUMI saat ini lebih terpengaruh oleh kondisi market baik domestik maupun global.
Keadaan ini tampak pada saat bursa regional memburuk kemarin, dimana saham BUMI turut terkoreksi. Namun, pelemahan BUMI tidak terlalu buruk hanya 25 poin. Karena itu, tren penguatan masih ada. Apalagi, pelemahan indeks pun kemarin sangat tipis sehingga tidak ditutup negatif dan berada dalam kondisi wajar.
Jika kondisi market regional kurang kondusif, BUMI akan melemah. Namun, pelemahannya akan sangat terbatas. Market regional hari ini masih berpotensi melemah secara teknikal. Namun pasar harus mengantisipasi juga potensial up-nya kembali yang mungkin terjadi hari ini. Bermain di saham BUMI harus juga mencermati pergerakan bursa regional dan harga komoditas.
BUMI melaporkan pertumbuhan penjualan batubara 2009 sebesar 12,81% dan produksi batubara naik 6,89%. Apa ini akan mendukung penguatan perseroan?
Bisa saja jadi sentimen positif. Tapi, menurut saya tetap pasar harus fokus pada pasar regional. Sebab, dari sisi aksi korporasi sendiri BUMI sebenarnya belum mengeluarkan berita yang ‘spektakuler’ lagi. Untuk saat ini BUMI bertahan pada indikator-indikator tadi saja.
Bagaimana dengan valuasi BUMI saat ini?
Jika melihat valuasinya, saham BUMI saat ini masih murah. Dengan penguatan indeks ke atas level 2.600-an saham BUMI seharusnya sudah berada di level Rp3.000. Dari sisi fundamental di sektor batubara emiten ini sangat kuat. Level Rp3.000 merupakan angka yang wajar.
Di sisi lain, harga batubara sendiri sempat tembus di level US$102 di Newcastle. Dengan melihat itu, saham BUMI juga masih murah. Kalaupun harga batubara saat ini turun, tapi masih di kisaran yang sangat tinggi di level US$98 per metrik ton. Batubara masih di atas level US$90. Tapi, untuk saat ini, pergerakan saham BUMI sangat tergantung pada kondisi market global. Jika market Asia mendukung, akan memicu penguatan BUMI lebih agresif ke level Rp3.000.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan buy on weakness untuk trading saja atas BUMI. [jin/ast]
21/01/2010 - 10:01
Bayu Aji
Sentimen Kawasan Tentukan Arah BUMI
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (21/1) diprediksikan menguat. Apalagi jika mendapat dukungan dari kondusifnya bursa regional. Buy on weakness untuk BUMI!
Bayu Aji, analis dari First Asia Capital mengatakan, penguatan BUMI hari ini sangat tergantung pergerakan bursa regional. Bila bursa kawasan positif, ada potensi kenaikan pada anak usaha Bakrie ini.
“BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (20/1) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,89%) menjadi Rp2.775 dengan intraday Rp2.875 dan Rp2.725. Volume transaksi mencapai 392,7 juta unit saham senilai Rp1,1 triliun dan frekuensi mencapai 7.783 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin terkoreksi, apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?
Ya. Tapi penguatan ini semata faktor teknis, menyusul aksi profit taking yang terjadi pada perdagangan kemarin. Aksi ambil untung ini terjadi dipicu bursa regional yang kurang kondusif. Untuk hari ini, saya melihat saham sejuta umat ini masih menyisakan potensi penguatan.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.850-Rp3.000, dan support kuat ada di Rp2.725-2.650. Jika kondisi regional mendukung, saham ini potensial mengarah ke level Rp3.000. Jika tidak, BUMI akan bergerak dalam kisaran yang cukup sempit di level resistance dan support pertama.
Apa sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan BUMI?
Pergerakan BUMI saat ini lebih terpengaruh oleh kondisi market baik domestik maupun global.
Keadaan ini tampak pada saat bursa regional memburuk kemarin, dimana saham BUMI turut terkoreksi. Namun, pelemahan BUMI tidak terlalu buruk hanya 25 poin. Karena itu, tren penguatan masih ada. Apalagi, pelemahan indeks pun kemarin sangat tipis sehingga tidak ditutup negatif dan berada dalam kondisi wajar.
Jika kondisi market regional kurang kondusif, BUMI akan melemah. Namun, pelemahannya akan sangat terbatas. Market regional hari ini masih berpotensi melemah secara teknikal. Namun pasar harus mengantisipasi juga potensial up-nya kembali yang mungkin terjadi hari ini. Bermain di saham BUMI harus juga mencermati pergerakan bursa regional dan harga komoditas.
BUMI melaporkan pertumbuhan penjualan batubara 2009 sebesar 12,81% dan produksi batubara naik 6,89%. Apa ini akan mendukung penguatan perseroan?
Bisa saja jadi sentimen positif. Tapi, menurut saya tetap pasar harus fokus pada pasar regional. Sebab, dari sisi aksi korporasi sendiri BUMI sebenarnya belum mengeluarkan berita yang ‘spektakuler’ lagi. Untuk saat ini BUMI bertahan pada indikator-indikator tadi saja.
Bagaimana dengan valuasi BUMI saat ini?
Jika melihat valuasinya, saham BUMI saat ini masih murah. Dengan penguatan indeks ke atas level 2.600-an saham BUMI seharusnya sudah berada di level Rp3.000. Dari sisi fundamental di sektor batubara emiten ini sangat kuat. Level Rp3.000 merupakan angka yang wajar.
Di sisi lain, harga batubara sendiri sempat tembus di level US$102 di Newcastle. Dengan melihat itu, saham BUMI juga masih murah. Kalaupun harga batubara saat ini turun, tapi masih di kisaran yang sangat tinggi di level US$98 per metrik ton. Batubara masih di atas level US$90. Tapi, untuk saat ini, pergerakan saham BUMI sangat tergantung pada kondisi market global. Jika market Asia mendukung, akan memicu penguatan BUMI lebih agresif ke level Rp3.000.
Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan buy on weakness untuk trading saja atas BUMI. [jin/ast]
Kamis, 21 Januari 2010
bumi maseh di atas doji lho ... 210110
21/01/2010 - 04:00
'SOS' Saham BUMI, ELTY, INCO, INTP, KLBF, RALS
Susan Silaban
(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Dengan posisi IHSG terakhir di 15.20, candle dari IHSG masih berpeluang berbentuk doji atau spinning. Posisinya diatas support 2.660, jadi IHSG masih bisa bertahan diatas trend naiknya.
"Saya memprediksi IHSG masih berpeluang menuju level 2.700-2.720," kata analis Trimegah Securities Satrio Utomo dalam risetnya seperti dikutip INILAH.COM, Rabu (20/1).
Ia mencontohkan, hingga perdagangan bursa kemarin saham yang berpotensi untuk ditutup dengan signal negatif, baru UNTR berpotensi muncul candle berbentuk engulfing atau setidaknya dark cloud cover. Signal pada PGAS juga negatif, jika pada hari ini ditutup di 3.725.
"Untuk besok sepertinya saham-saham yang blue chip masih dalam zona positif," prediksinya.
Ia pun merekomendasikan berbagai jenis saham untuk di sell on strenght antara lain, BUMI ditutup diatas doji, tetapi masih pada resistennya. Jika naik, potensi resisten masih ada di 2.900-3.000. ELTY, harga ditutup diatas support 250. Jual jika tembus suportnya. INCO, ditutup dengan sinyal bullish, tetapi potensi kenaikan masih terbatas ke 3.850-3.900.
Selain itu, ada saham INTP ditutup dengan signal bullish. Potensi kenaikan masih terbatas hingga 14.300-14.500 lebih baik sell on stregnht. KLBF, harga ditutup diatas suport dan keluar jika harga suport ini sudah tembus. Serta RALS, denga nresisten 750 telah tembus. Potensi kenaikan ke 850-950. [san/cms]
'SOS' Saham BUMI, ELTY, INCO, INTP, KLBF, RALS
Susan Silaban
(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Dengan posisi IHSG terakhir di 15.20, candle dari IHSG masih berpeluang berbentuk doji atau spinning. Posisinya diatas support 2.660, jadi IHSG masih bisa bertahan diatas trend naiknya.
"Saya memprediksi IHSG masih berpeluang menuju level 2.700-2.720," kata analis Trimegah Securities Satrio Utomo dalam risetnya seperti dikutip INILAH.COM, Rabu (20/1).
Ia mencontohkan, hingga perdagangan bursa kemarin saham yang berpotensi untuk ditutup dengan signal negatif, baru UNTR berpotensi muncul candle berbentuk engulfing atau setidaknya dark cloud cover. Signal pada PGAS juga negatif, jika pada hari ini ditutup di 3.725.
"Untuk besok sepertinya saham-saham yang blue chip masih dalam zona positif," prediksinya.
Ia pun merekomendasikan berbagai jenis saham untuk di sell on strenght antara lain, BUMI ditutup diatas doji, tetapi masih pada resistennya. Jika naik, potensi resisten masih ada di 2.900-3.000. ELTY, harga ditutup diatas support 250. Jual jika tembus suportnya. INCO, ditutup dengan sinyal bullish, tetapi potensi kenaikan masih terbatas ke 3.850-3.900.
Selain itu, ada saham INTP ditutup dengan signal bullish. Potensi kenaikan masih terbatas hingga 14.300-14.500 lebih baik sell on stregnht. KLBF, harga ditutup diatas suport dan keluar jika harga suport ini sudah tembus. Serta RALS, denga nresisten 750 telah tembus. Potensi kenaikan ke 850-950. [san/cms]
Rabu, 20 Januari 2010
maseh ada yang percaya @3000, di bumi : 200110
20/01/2010 - 10:02
Willy Sanjaya
CIC Akan Lambungkan BUMI
(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Rencana kedatangan China Investment Corporation (CIC) dalam waktu dekat, berpeluang mendongkrak saham BUMI pada Rabu (19/1).Strong buy dengan target Rp3.000.
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan, penguatan BUMI didukung aksi korporasi yang dilakukan perseroan dengan China Invesment Corporation (CIC) dalam waktu dekat.
“Karena itu, BUMI potential upside -nya akan mengarah ke level resistance Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan kemarin Selasa (19/1), saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,75%) menjadi Rp2.800, dengan intraday Rp2.800 dan Rp2.725. Volume transaksi mencapai 153,8 juta unit saham senilai Rp425,3 miliar dan frekuensi 3.420 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat 2,75%, bagaimana potensi pergerakan BUMI hari ini?
BUMI masih bisa naik, salah satunya karena faktor valuasi saham yang masih murah. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkannya terhadap saham lain di sektor pertambangan batubara. Apalagi, jika melihat harga batubara di Newcastle yang sempat menyentuh US$100 per metrik ton saham BUMI masih sangat murah. Meski saat ini harga batu bara turun ke level US$94 per metrik ton, tidak menjadi masalah. Sebab, batubara sudah bergerak di atas kisaran US$90 per metrik ton.
Akan bergerak di kisaran berapa?
Karena itu, BUMI potential upside -nya akan mengarah ke level resistance Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level support-nya.
Sentimen apa yang paling mempengaruhi penguatan BUMI?
BUMI mendapat topangan dari rencana kedatangan China Invesment Corporation (CIC) ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan investasi milik pemerintah China ini akan melakukan suatu aksi korporasi dengan BUMI. Kedatangan CIC dipastikan berpengaruh positif ke BUMI. CIC nantinya akan menjadi penggerak utama saham ini dan aksi korporasinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Aksi korporasi apa?
Pasar saat ini masih meraba-raba. Sebelumnya kan dirumorkan setelah CIC memberikan pinjaman ke BUMI senilai US$1,9 miliar, CIC diperkirakan akan membeli saham BUMI dengan mengkonvesrsi utang perseroan menjadi saham. CIC akan membeli saham anak usaha Grup Bakrie ini diperkirakan mencapai 15%. Jika hal itu menjadi kenyataan harga saham batubara thermal ini diprediksikan menguat tajam.
Faktor January effect masih berpengaruh?
Tentu, penguatan BUMI juga masih mendapat dukungan dari faktor January effect yang belum berakhir. Karena itu, koreksi harga minyak ke level US$78 dari sebelumnya US$83 per barel
tidak berpengaruh negatif pada saham ini.
Di sisi lain, pasar juga melakukan bargaining di saham ini sebagai antisipasi Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari ini.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI dengan target di level Rp3.000 untuk akhir bulan ini. [jin/ast]
Willy Sanjaya
CIC Akan Lambungkan BUMI
(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Rencana kedatangan China Investment Corporation (CIC) dalam waktu dekat, berpeluang mendongkrak saham BUMI pada Rabu (19/1).Strong buy dengan target Rp3.000.
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan, penguatan BUMI didukung aksi korporasi yang dilakukan perseroan dengan China Invesment Corporation (CIC) dalam waktu dekat.
“Karena itu, BUMI potential upside -nya akan mengarah ke level resistance Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan kemarin Selasa (19/1), saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,75%) menjadi Rp2.800, dengan intraday Rp2.800 dan Rp2.725. Volume transaksi mencapai 153,8 juta unit saham senilai Rp425,3 miliar dan frekuensi 3.420 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat 2,75%, bagaimana potensi pergerakan BUMI hari ini?
BUMI masih bisa naik, salah satunya karena faktor valuasi saham yang masih murah. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkannya terhadap saham lain di sektor pertambangan batubara. Apalagi, jika melihat harga batubara di Newcastle yang sempat menyentuh US$100 per metrik ton saham BUMI masih sangat murah. Meski saat ini harga batu bara turun ke level US$94 per metrik ton, tidak menjadi masalah. Sebab, batubara sudah bergerak di atas kisaran US$90 per metrik ton.
Akan bergerak di kisaran berapa?
Karena itu, BUMI potential upside -nya akan mengarah ke level resistance Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level support-nya.
Sentimen apa yang paling mempengaruhi penguatan BUMI?
BUMI mendapat topangan dari rencana kedatangan China Invesment Corporation (CIC) ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan investasi milik pemerintah China ini akan melakukan suatu aksi korporasi dengan BUMI. Kedatangan CIC dipastikan berpengaruh positif ke BUMI. CIC nantinya akan menjadi penggerak utama saham ini dan aksi korporasinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Aksi korporasi apa?
Pasar saat ini masih meraba-raba. Sebelumnya kan dirumorkan setelah CIC memberikan pinjaman ke BUMI senilai US$1,9 miliar, CIC diperkirakan akan membeli saham BUMI dengan mengkonvesrsi utang perseroan menjadi saham. CIC akan membeli saham anak usaha Grup Bakrie ini diperkirakan mencapai 15%. Jika hal itu menjadi kenyataan harga saham batubara thermal ini diprediksikan menguat tajam.
Faktor January effect masih berpengaruh?
Tentu, penguatan BUMI juga masih mendapat dukungan dari faktor January effect yang belum berakhir. Karena itu, koreksi harga minyak ke level US$78 dari sebelumnya US$83 per barel
Di sisi lain, pasar juga melakukan bargaining di saham ini sebagai antisipasi Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari ini.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI dengan target di level Rp3.000 untuk akhir bulan ini. [jin/ast]
produksi dan penjualan bumi NANJAK, bumi @3000 ... 200110
Rabu, 20/01/2010 06:45 WIB
Penjualan Batubara BUMI Naik 12,81%
Indro Bagus SU - detikFinance
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang tahun 2009. Produksi batubara BUMI naik 6,89% pada tahun yang sama.
Demikian berdasarkan data dari BUMI yang diperoleh detikFinance, Selasa (19/1/2010) malam.
Produksi batubara BUMI sepanjang tahun 2009 tercatat sebanyak 62 juta ton, meningkat 4 juta ton (6,89%) dibanding tahun sebelumnya sebanyak 58 juta ton. Angka tersebut melampaui proyeksi semula sebanyak 58,7 juta ton.
Penjualan batubara BUMI pada tahun 2009 tercatat sebanyak 58,1 juta ton, naik 6,6 juta ton (12,81%) dibanding tahun 2008 sebanyak 51,5 juta ton.
Produksi batubara BUMI di 2009 dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebanyak 41 juta ton, sedangkan PT Arutmin Indonesia sebanyak 21 juta ton.
Sedangkan penjualan batubara BUMI di 2009 dari KPC sebanyak 38,7 juta ton, sedangkan Arutmin sebanyak 19,4 juta ton.
Mengacu pada harga rata-rata batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 61 juta ton di triwulan III-2009, maka potensi pendapatan BUMI dari batubara di 2009 bakal mencapai US$ 3,544 miliar, naik 4,91% dibanding tahun 2008 sebesar US$ 3,378 miliar.
(dro/qom)
20/01/2010 - 09:02
Prediksi Saham Unggulan
Akhir Januari, BUMI Rp3.000
Ahmad Munjin
(inilah.com /Wirasatria)
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan penguatan saham hari ini salah satunya karena faktor valuasi sahamnya yang masih murah. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkannya terhadap saham lain di sektor pertambangan batubara.
Apalagi, jika melihat harga batubara di Newcastle yang sempat menyentuh US$100 per metrik ton saham BUMI masih sangat murah. “Karena itu, -nya akan mengarah ke level Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level -nya,” katanya kepada , di Jakarta, Selasa (19/1) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,75%) menjadi Rp2.800 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.725. Harga tertingginya mencapai Rp2.800 dan terendahnya Rp2.725. Sedangkan volume transaksi mencapai 153,8 juta unit saham senilai Rp425,3 miliar dan frekuensi 3.420 kali.
Lebih jauh, Willy mengatakan meski saat ini harga batu bara turun ke level US$94 per metrik ton, menurutnya tidak menjadi masalah. Sebab, batubara sudah bergerak di atas kisaran US$90 per metrik ton.
Penguatan BUMI juga ditopang oleh rencana kedatangan (CIC) ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan investasi milik pemerintah China ini menurutnya akan melakukan suatu aksi korporasi dengan BUMI. “Kedatangan CIC dipastikan berpengaruh positif ke BUMI,” ujarnya.
Menurutnya, CIC nantinya akan menjadi penggerak utama saham ini dan aksi korporasinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Ditanya apa aksi korporasinya, Willy mengatakan pasar saat ini masih meraba-raba. Sebelumnya, dirumorkan setelah CIC memberikan pinjaman ke BUMI senilai US$1,9 miliar, CIC diperkirakan akan membeli saham BUMI dengan mengkonvesrsi utang BUMI menjadi saham.
CIC akan membeli saham anak usaha Grup Bakrie ini diperkirakan mencapai 15%. Jika hal itu menjadi kenyataan harga saham batubara ini diprediksikan menguat tajam.
Penguatan BUMI juga masih mendapat dukungan dari faktor yang belum berakhir. Akibatnya, koreksi harga minyak ke level US$78 dari sebelumnya US$83 per barel tidak berpengaruh negatif pada saham sejuta umat ini.
Pada saat yang sama, pasar juga melakukan di saham ini sebagai karena antisipasi Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari ini. Willy menargetkan di level Rp3.000 untuk akhir bulan ini.
“Saya rekomendasikan untuk BUMI,” pungkasnya.[ast/mdr]
Penjualan Batubara BUMI Naik 12,81%
Indro Bagus SU - detikFinance
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang tahun 2009. Produksi batubara BUMI naik 6,89% pada tahun yang sama.
Demikian berdasarkan data dari BUMI yang diperoleh detikFinance, Selasa (19/1/2010) malam.
Produksi batubara BUMI sepanjang tahun 2009 tercatat sebanyak 62 juta ton, meningkat 4 juta ton (6,89%) dibanding tahun sebelumnya sebanyak 58 juta ton. Angka tersebut melampaui proyeksi semula sebanyak 58,7 juta ton.
Penjualan batubara BUMI pada tahun 2009 tercatat sebanyak 58,1 juta ton, naik 6,6 juta ton (12,81%) dibanding tahun 2008 sebanyak 51,5 juta ton.
Produksi batubara BUMI di 2009 dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebanyak 41 juta ton, sedangkan PT Arutmin Indonesia sebanyak 21 juta ton.
Sedangkan penjualan batubara BUMI di 2009 dari KPC sebanyak 38,7 juta ton, sedangkan Arutmin sebanyak 19,4 juta ton.
Mengacu pada harga rata-rata batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 61 juta ton di triwulan III-2009, maka potensi pendapatan BUMI dari batubara di 2009 bakal mencapai US$ 3,544 miliar, naik 4,91% dibanding tahun 2008 sebesar US$ 3,378 miliar.
(dro/qom)
20/01/2010 - 09:02
Prediksi Saham Unggulan
Akhir Januari, BUMI Rp3.000
Ahmad Munjin
(inilah.com /Wirasatria)
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan penguatan saham hari ini salah satunya karena faktor valuasi sahamnya yang masih murah. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkannya terhadap saham lain di sektor pertambangan batubara.
Apalagi, jika melihat harga batubara di Newcastle yang sempat menyentuh US$100 per metrik ton saham BUMI masih sangat murah. “Karena itu, -nya akan mengarah ke level Rp2.925 dan Rp2.725 sebagai level -nya,” katanya kepada , di Jakarta, Selasa (19/1) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp75 (2,75%) menjadi Rp2.800 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.725. Harga tertingginya mencapai Rp2.800 dan terendahnya Rp2.725. Sedangkan volume transaksi mencapai 153,8 juta unit saham senilai Rp425,3 miliar dan frekuensi 3.420 kali.
Lebih jauh, Willy mengatakan meski saat ini harga batu bara turun ke level US$94 per metrik ton, menurutnya tidak menjadi masalah. Sebab, batubara sudah bergerak di atas kisaran US$90 per metrik ton.
Penguatan BUMI juga ditopang oleh rencana kedatangan (CIC) ke Indonesia dalam waktu dekat. Perusahaan investasi milik pemerintah China ini menurutnya akan melakukan suatu aksi korporasi dengan BUMI. “Kedatangan CIC dipastikan berpengaruh positif ke BUMI,” ujarnya.
Menurutnya, CIC nantinya akan menjadi penggerak utama saham ini dan aksi korporasinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Ditanya apa aksi korporasinya, Willy mengatakan pasar saat ini masih meraba-raba. Sebelumnya, dirumorkan setelah CIC memberikan pinjaman ke BUMI senilai US$1,9 miliar, CIC diperkirakan akan membeli saham BUMI dengan mengkonvesrsi utang BUMI menjadi saham.
CIC akan membeli saham anak usaha Grup Bakrie ini diperkirakan mencapai 15%. Jika hal itu menjadi kenyataan harga saham batubara ini diprediksikan menguat tajam.
Penguatan BUMI juga masih mendapat dukungan dari faktor yang belum berakhir. Akibatnya, koreksi harga minyak ke level US$78 dari sebelumnya US$83 per barel tidak berpengaruh negatif pada saham sejuta umat ini.
Pada saat yang sama, pasar juga melakukan di saham ini sebagai karena antisipasi Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS) perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari ini. Willy menargetkan di level Rp3.000 untuk akhir bulan ini.
“Saya rekomendasikan untuk BUMI,” pungkasnya.[ast/mdr]
Selasa, 19 Januari 2010
lumayan dah, bumi-NNT semakin dekat labaaaaaaa ... 190110
19/01/2010 - 15:40
Pemda NTB Dapat Jatah 3 Orang di Newmont
(Istimewa)
INILAH.COM, Makasar - Tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) beserta mitra investornya diberi jatah seorang direktur dan dua orang komisaris di manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), karena segera menguasai 24 persen saham.
Direktur Utama (Dirut) PT Daerah Maju Bersaing (DMB), Andi Hadianto, mengemukakan hal itu di Mataram, Selasa, ketika menjelaskan sebagian hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT NNT di Hotel J. W. Marriot, kepada wartawan di Mataram, Selasa.
PT DMB merupakan perusahaan konsorsium Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dibentuk untuk menggandeng investor mitra PT Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk, guna mengakuisisi sebagian saham PT NNT.
PT DMB dan Multicapital kemudian membentuk perusahaan patungan yakni PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang akan membayar sebagian saham divestasi PT NNT itu.
"Kita (Pemda NTB dan mitra investornya) diberi jatah seorang direktur dan dua orang komisaris karena penguasaan saham 17 persen dan akan ditambah tujuh persen lagi dalam waktu dekat sehingga totalnya menjadi 24 persen," ujarnya.
Namun, kata Hadianto, dirinya belum mengetahui kandidat direktur dan komisaris itu karena merupakan wewenang Gubernur NTB dan sejumlah pihak terkait.
Hadianto juga mengatakan, perusahaan patungan PT MDB juga akan mengakuisisi tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2010 yang prosesnya akan dimulai akhir Maret mendatang.
Jika sudah membayar tujuh persen saham itu maka penguasaan saham PT NNT menjadi 31 persen sampai tahun 2010 sehingga masih berpeluang menambah tambahan jatah seorang komisaris. "Setiap 20 persen saham dijatahkan seorang direktur dan dua orang komisaris, namun mungkin saja NTB dijatahkan dua direktur dan tiga komisaris jika telah menguasai lebih dari 30 persen saham PT NNT," ujarnya.
Secara resmi, MDB sudah menguasai 17 persen saham PT NNT yang dibayar dalam dua periode divestasi yakni 10 persen dan tujuh persen saham. Sepuluh persen saham jatah divestasi tahun 2006 dan 2007 sebesar 391 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,1 triliun lebih, yang dibayar pada 16 November 2009.
Sementara tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2008 sebesar 246.806.500 dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun yang dibayar pada 11 Desember 2009.
MDB dan Newmont sudah menandatangani SPA 14 persen saham divestasi jatah tahun 2008 dan 2009 itu, pada tanggal 23 Nopember 2009 di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.
Nilai 14 persen saham atau tujuh persen saham PT NNT jatah divestasi tahun 2008 dan tujuh persennya lagi untuk tahun 2009 itu ditetapkan manajemen PT NNT sebesar 493,64 juta dolar AS atau setara dengan sekitar lima triliun rupiah lebih.
Namun, PT MDB membayar 14 persen saham divestasi PT NNT itu secara bertahap, yakni tujuh persen saham jatah divestasi tahun 2008 terlebih dahulu. Sementara tujuh persen saham divestasi jatah 2009 akan dibayar setelah pihak PT NNT menggelar RUPS yang sudah digelar 15 Januari lalu, sehingga pembayaran tujuh persen saham itu akan segera terealisasi.
"Divestasi tujuh persen saham PT NNT jatah tahun 2009 yang nilainya mencapai 246.806.500 dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun itu, masih terkendala izin Menteri ESDM, BKPM dan Menteri Hukum dan HAM," ujar Hadianto. [*/san/cms]
Pemda NTB Dapat Jatah 3 Orang di Newmont
(Istimewa)
INILAH.COM, Makasar - Tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) beserta mitra investornya diberi jatah seorang direktur dan dua orang komisaris di manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), karena segera menguasai 24 persen saham.
Direktur Utama (Dirut) PT Daerah Maju Bersaing (DMB), Andi Hadianto, mengemukakan hal itu di Mataram, Selasa, ketika menjelaskan sebagian hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT NNT di Hotel J. W. Marriot, kepada wartawan di Mataram, Selasa.
PT DMB merupakan perusahaan konsorsium Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dibentuk untuk menggandeng investor mitra PT Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk, guna mengakuisisi sebagian saham PT NNT.
PT DMB dan Multicapital kemudian membentuk perusahaan patungan yakni PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang akan membayar sebagian saham divestasi PT NNT itu.
"Kita (Pemda NTB dan mitra investornya) diberi jatah seorang direktur dan dua orang komisaris karena penguasaan saham 17 persen dan akan ditambah tujuh persen lagi dalam waktu dekat sehingga totalnya menjadi 24 persen," ujarnya.
Namun, kata Hadianto, dirinya belum mengetahui kandidat direktur dan komisaris itu karena merupakan wewenang Gubernur NTB dan sejumlah pihak terkait.
Hadianto juga mengatakan, perusahaan patungan PT MDB juga akan mengakuisisi tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2010 yang prosesnya akan dimulai akhir Maret mendatang.
Jika sudah membayar tujuh persen saham itu maka penguasaan saham PT NNT menjadi 31 persen sampai tahun 2010 sehingga masih berpeluang menambah tambahan jatah seorang komisaris. "Setiap 20 persen saham dijatahkan seorang direktur dan dua orang komisaris, namun mungkin saja NTB dijatahkan dua direktur dan tiga komisaris jika telah menguasai lebih dari 30 persen saham PT NNT," ujarnya.
Secara resmi, MDB sudah menguasai 17 persen saham PT NNT yang dibayar dalam dua periode divestasi yakni 10 persen dan tujuh persen saham. Sepuluh persen saham jatah divestasi tahun 2006 dan 2007 sebesar 391 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,1 triliun lebih, yang dibayar pada 16 November 2009.
Sementara tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2008 sebesar 246.806.500 dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun yang dibayar pada 11 Desember 2009.
MDB dan Newmont sudah menandatangani SPA 14 persen saham divestasi jatah tahun 2008 dan 2009 itu, pada tanggal 23 Nopember 2009 di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.
Nilai 14 persen saham atau tujuh persen saham PT NNT jatah divestasi tahun 2008 dan tujuh persennya lagi untuk tahun 2009 itu ditetapkan manajemen PT NNT sebesar 493,64 juta dolar AS atau setara dengan sekitar lima triliun rupiah lebih.
Namun, PT MDB membayar 14 persen saham divestasi PT NNT itu secara bertahap, yakni tujuh persen saham jatah divestasi tahun 2008 terlebih dahulu. Sementara tujuh persen saham divestasi jatah 2009 akan dibayar setelah pihak PT NNT menggelar RUPS yang sudah digelar 15 Januari lalu, sehingga pembayaran tujuh persen saham itu akan segera terealisasi.
"Divestasi tujuh persen saham PT NNT jatah tahun 2009 yang nilainya mencapai 246.806.500 dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun itu, masih terkendala izin Menteri ESDM, BKPM dan Menteri Hukum dan HAM," ujar Hadianto. [*/san/cms]
bumi :) @ Jepank, investor ritel bumi SEHARUSNYA :) ... 190110
19/01/2010 - 11:44
Kontrak Batubara BUMI & Jepang Final
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memfinalisasi kontrak baru dengan pihak konsumen dari Jepang untuk periode April 2010 hingga Maret 2011.
"Pelaksanaan kontrak tahunan berjangka seperti ini merupakan aktivitas rutin perseroan," kata SVP Investor Relation BUMI Dileep Srivastava hari ini.
Dileep mengakui, perseroan optimistis bisa meraih harga bagus seiring tren kenaikan harga jual batubara. Hal itu turut diperkuat dengan harga spot batu bara yang berpotensi menembus level US$ 100 per ton fob berdasarkan Newcastle Coal Index.
Selain Jepang, dia mengungkapkan, pihaknya tengah menegosiasikan permintaan suplai batubara dari China, Mediterania, Korea, Taiwan, India, dan beberapa negara lain. Permintaan dalam negeri juga meningkat, sebanyak 35% volume penjualan BUMI pada 2010, sudah terserap kontrak. Sisanya 65% masih dalam negosiasi. [san/cms]
Kontrak Batubara BUMI & Jepang Final
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memfinalisasi kontrak baru dengan pihak konsumen dari Jepang untuk periode April 2010 hingga Maret 2011.
"Pelaksanaan kontrak tahunan berjangka seperti ini merupakan aktivitas rutin perseroan," kata SVP Investor Relation BUMI Dileep Srivastava hari ini.
Dileep mengakui, perseroan optimistis bisa meraih harga bagus seiring tren kenaikan harga jual batubara. Hal itu turut diperkuat dengan harga spot batu bara yang berpotensi menembus level US$ 100 per ton fob berdasarkan Newcastle Coal Index.
Selain Jepang, dia mengungkapkan, pihaknya tengah menegosiasikan permintaan suplai batubara dari China, Mediterania, Korea, Taiwan, India, dan beberapa negara lain. Permintaan dalam negeri juga meningkat, sebanyak 35% volume penjualan BUMI pada 2010, sudah terserap kontrak. Sisanya 65% masih dalam negosiasi. [san/cms]
Langganan:
Postingan (Atom)